Perguruan seni bela diri Indonesia Tapak Suci menampilkan aksi pencak silat dalam acara Workshop Budaya yang diselenggarakan oleh Emma Media Nusantara. Acara ini berlangsung pada 12 Oktober 2024 di Dipayana RM, Wonosobo, Jawa Tengah.
Workshop Budaya ini bertujuan untuk memperkenalkan Emma Media Nusantara kepada masyarakat, sekaligus memperingati Hari Sumpah Pemuda. Emmanus TV, yang merupakan salah satu program dari Emma Media Nusantara, juga diperkenalkan dalam acara tersebut.
Pertunjukan pencak silat yang dipersembahkan anggota Perguruan Tapak Suci dari SMA Muhammadiyah Wonosobo berlangsung dengan sangat atraktif. Para pesilat menunjukkan gerakan yang lincah, dinamis, dan terampil, mencerminkan keindahan seni bela diri tradisional Indonesia.
Suasana pertunjukan semakin meriah dengan sorakan penonton yang antusias menyaksikan keahlian para pesilat. Musik pengiring yang menggugah semangat semakin memperkuat atmosfer acara, menjadikan penampilan semakin hidup dan berkesan.
Baca juga: ISBI Bandung Kaji Pencak Silat Untuk Model Virtual
Takiyudin Lutfi, pelatih Tapak Suci SMA Muhammadiyah Wonosobo sekaligus pesilat senior, menyampaikan bahwa Tapak Suci tidak hanya merupakan seni bela diri, tetapi juga sarana untuk menanamkan nilai-nilai disiplin, sportivitas, dan rasa hormat antar sesama. “Melalui pertunjukan ini, kami ingin menunjukkan bahwa perguruan ini adalah bagian dari budaya kita yang harus dilestarikan,” ujarnya.
Melalui workshop ini, Emmanus TV tidak hanya menampilkan pertunjukan seni bela diri, tetapi juga mengajak masyarakat untuk lebih mengenal dan mencintai warisan budaya Indonesia.
Diharapkan, melalui aksi pencak silat Tapak Suci dalam Workshop Budaya ini, generasi muda dapat terinspirasi untuk melestarikan seni dan budaya lokal. Pelestarian pencak silat sangat penting agar tidak hanya menjadi kenangan, tetapi juga tetap hidup dan berkembang di tengah arus modernisasi. Kerja sama antara Emmanus TV dan komunitas seni bela diri menjadi langkah strategis untuk menjaga jati diri dan keberagaman budaya Indonesia. (Achmad Aristyan)