Budaya

Tari Topeng Betawi, Ikon Seni dan Budaya Masyarakat Jakarta

Tari Topeng Betawi, merupakan seni yang mengombinasikan lelakon, musik, lawakan, serta nyanyian. Biasanya tarian ini dibawakan saat pementasan teater. Berisi pesan-pesan moral, seni pertunjukan ini telah dikenal tidak hanya secara nasional namun juga internasional. Bagi masyarakat Betawi, Tarian Topeng Betawi sudah seperti identitas diri. Kesenian ini mengusung visualisasi gerak yang diciptakan tanpa konsep khusus. Pada […]

Oleh Ridwan

Tari Topeng Betawi, Ikon Seni dan Budaya Masyarakat Jakarta
tari Topeng Betawi diciptakan oleh dua orang seniman bernama Mak Kinang dan Kong Djioen pada tahun 1930. Foto: wikimedia commons/ Erwin Saleh Kurniwan
Diterbitkan

Tari Topeng Betawi, merupakan seni yang mengombinasikan lelakon, musik, lawakan, serta nyanyian. Biasanya tarian ini dibawakan saat pementasan teater. Berisi pesan-pesan moral, seni pertunjukan ini telah dikenal tidak hanya secara nasional namun juga internasional. 

Bagi masyarakat Betawi, Tarian Topeng Betawi sudah seperti identitas diri. Kesenian ini mengusung visualisasi gerak yang diciptakan tanpa konsep khusus. Pada masa awal penciptaan tari Topeng Betawi, tarian ini selalu menjadi salah satu bagian dari upacara adat.

Menurut Mengusung Cerita Topeng Betawi Tempo Doeloe Menuju Pertunjukan Dunia (2013), tarian ini dipercaya mempunyai kekuatan magis untuk mengusir musibah berupa penyakit. Biasanya dijadikan sebagai nazar, kemudian ketika sembuh, maka diwajibkan untuk menanggap kelompok topeng. 

Sejarah Tari Topeng Betawi

Menurut beberapa sumber, tari Topeng Betawi diciptakan oleh dua orang seniman bernama Mak Kinang dan Kong Djioen pada tahun 1930. Tarian ini terinspirasi tari Topeng Cirebon, yang dulunya sering ditampilkan berkeliling oleh seniman jalanan.

Ciri khas dari tarian tradisional Cirebon ini memiliki berupa para penari yang mengenakan topeng dengan karakter tertentu. Meski terinspirasi dari Cirebon, gerakan yang dibawakan dalam tarian ini terpengaruh oleh tradisi Sunda dan China. 

Gerakan pada tarian ini lebih menekankan pada ketahanan kaki. Alasannya, karena penari sering melakukan gerakan menurunkan tubuh, sehingga seluruh tubuh bertumpu pada kaki. Gerakan memutar tangan dengan luwes juga menjadi poin utama dalam tarian ini. 

Secara umum, untuk menjadi seorang penari Topeng, maka diharuskan memiliki karakter seperti Ajer atau ceria, gendes yang maknanya dapat membawakan tarian dengan gerakan lemah gemulai, serta dapat menari lepas atau secara bebas lepas tanpa beban. 

Baca Juga : Tari Cokek, Tari Pergaulan Khas Betawi

Penggunaan topeng pada tari ini memiliki makna yang melambangkan berbagai karakter manusia. Mulai dari kebijaksanaan, kelicikan, keceriaan, keberanian dan lainnya. Sedangkan iringannya menggunakan gamelan Betawi, rebab, kendang, dengan ritme dan suasana sesuai konsep cerita. 

Tari Topeng Betawi sendiri telah dikembangkan menjadi beberapa kreasi. Misalkan seperti, Tari Topeng Tunggal, Tari Lipet Gandes, Tari Enjot-enjotan, Tari Topeng Cantik, dan Tari Topeng Putri. 

Disamping itu, tari topeng yang tadinya dipercayai sebagai penolak bala, kini dianggap hanya sebagai hiburan tradisional untuk melestarikan warisan budaya yang hadir secara turun menurun. 

Bagi etnis Betawi sendiri, Topeng Betawi umumnya ditampilkan sebagai media hiburan untuk mengisi berbagai acara, seperti tasyakuran khitanan, hajatan pernikahan, pentas kesenian atau pementasan kebudayaan dan lainnya.

Sebagai salah satu ciri khas dari budaya menari yang berkembang di Indonesia, tarian ini masih terus dilestarikan sampai sekarang. Tarian teatrikal ini terkenal karena selalu mengusung konsep atau tema adegan yang bukan hanya menghibur, namun juga memiliki nilai edukasi.

(Anisa Kurniawati-berbagai sumber)

TopikBudaya
Budaya19 OKT 2024

Tentang Penulis

Ridwan

Ridwan

Mengawali kariernya sebagai wartawan surat kabar, lalu melintasi media online, tabloid, majalah, hingga menjadi produser televisi. Berbekal pengalaman jurnalistik tersebut, ia kini aktif menulis isu-isu budaya, pariwisata, sejarah, hingga politik.

Lihat semua tulisan

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Budaya

Lihat semua →
Tradisi makan bajamba

Makan Bajamba di Meja Diplomasi

Makan bajamba bukan sekadar tradisi bersantap bersama, melainkan cerminan kebersamaan dan penghormatan yang dapat menginspirasi jamuan diplomatik.

Ridwan
ampilan gim Kenupi karya U-Lika Studio yang mengangkat budaya Dayak Kenyah melalui seni piksel.

Petualangan Dayak Kenyah di Kenupi

Kenupi menghadirkan budaya Dayak Kenyah melalui gim berbasis seni piksel yang dikembangkan U-Lika Studio sebagai bagian dari kampanye Jejak: Jelajah Dayak Kenyah

Ridwan

Lainnya dari Ridwan

Lihat semua →