Tahukah Anda bila Indonesia memiliki tiga puspa atau bunga nasional yang dianggap mewakili karakter bangsa dan negara? Ya, Indonesia memang menjadi negara yang kaya dengan keberagaman alam dan memiliki banyak keindahan flora yang memukau.
Salah satu bentuk perayaan terhadap kekayaan ini dapat ditemukan dalam festival-festival bunga, seperti Tomohon International Flower Festival (TIFF) yang sudah diadakan pada 8-12 Agustus 2024. Festival ini menjadi bukti nyata bahwa Indonesia memang dikaruniai beragam jenis puspa atau bunga yang menawan.
Dilansir dari kemenparekraf.go.id, ketiga bunga ini, yang dikenal dengan nama Puspa Nasional, terdiri dari Puspa Bangsa, Puspa Langka, dan Puspa Pesona. Masing-masing bunga memiliki filosofi dan keunikan tersendiri yang menggambarkan kekayaan budaya dan alam Indonesia.
Puspa Bangsa: Bunga Melati
Bunga Melati (Jasminum sambac) dipilih sebagai Puspa Bangsa, bunga yang melambangkan kesucian dan kemurnian. Bunga ini sering ditemukan dalam berbagai acara adat dan budaya Indonesia, berwarna putih, berukuran kecil, dan memiliki aroma harum yang khas.

Filosofisnya, melati menggambarkan kesucian dalam pluralisme Indonesia, yang mengedepankan rasa persatuan di tengah keberagaman. Seperti halnya bunga melati yang tumbuh subur dan wangi meski di tengah semak-semak, Indonesia dengan segala keragamannya tetap mampu bersatu dan berkembang dengan indah.
Keanggunan dan kesederhanaan yang terpancar dari bunga ini sangat sesuai dengan karakter bangsa Indonesia yang ramah dan selalu menghargai perbedaan.
Puspa Langka: Rafflesia Arnoldii
Dari banyaknya flora di Indonesia, ada satu bunga yang dikenal dengan ukuran luar biasa dan keunikannya yaitu Rafflesia arnoldii, atau lebih dikenal dengan nama padma raksasa. Bunga ini mendapatkan julukan “Puspa Langka” karena ukuran dan statusnya yang terancam punah.

Dengan diameter mencapai 110 cm dan tinggi sekira 50 cm, Rafflesia arnoldii menjadi bunga terbesar di dunia. Keunikan ini membuatnya sangat menarik, namun juga mengingatkan kita tentang pentingnya upaya pelestarian.
Gelar “Puspa Langka” bukan hanya sekedar penghargaan, tetapi juga sebuah ajakan bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk menjaga keberadaan bunga langka ini agar tidak punah.
Puspa Pesona: Anggrek Bulan
Anggrek Bulan (Phalaenopsis amabilis) adalah bunga yang penuh pesona, berkelopak besar dengan berbagai warna, mulai dari putih, kuning, hingga ungu. Keindahannya yang luar biasa menjadikannya salah satu bunga hias yang paling dicari.
Namun, anggrek bulan juga memiliki makna lebih dalam sebagai Puspa Pesona, yang melambangkan keragaman dan kekayaan alam Indonesia.

Bunga ini tidak hanya cantik, tetapi juga menggambarkan kekuatan alam Indonesia yang mampu menciptakan keindahan dari berbagai jenis dan warna.
Memiliki kelopak yang memancarkan pesona, anggrek bulan mengingatkan kita akan pentingnya menjaga dan merawat kekayaan alam yang ada.
Puspa Nasional: Cerminan Karakter Bangsa
Tiga puspa atau bunga nasional ini (Melati, Rafflesia arnoldii, dan Anggrek Bulan) bukan hanya sekadar simbol keindahan alam Indonesia, tetapi juga memiliki makna filosofis yang mendalam. Melati, sebagai Puspa Bangsa, mewakili kesucian dan keberagaman.
Rafflesia arnoldii, dengan gelar Puspa Langka, menjadi simbol dari kekayaan alam yang perlu dijaga. Anggrek Bulan, sebagai Puspa Pesona, mencerminkan pesona Indonesia yang tak terbatas, dari alam hingga budaya.