Tradisi

Tradisi Arak Bako Minangkabau Tetap Lestari Hingga Kini

Arak-arakan mempelai Perempuan merupakan bagian Arak Bako, tradisi pernikahan di Minangkabau. * Ratusan Bundo Kanduang atau ibu-ibu dari pihak pengantin pria dan wanita mengiringi kedua mempelai menuju lokasi resepsi pernikahan di sebuah gedung di Jambi beberapa waktu lalu. Iringan tabuhan gendang dan talempong (alat musik pukul khas Minang) bertalu-talu membuat proses arakan ini bertambah meriah. […]

Oleh Anisa Kurniawati

Tradisi Arak Bako Minangkabau Tetap Lestari Hingga Kini
Arak-arakan pengantin dalam tradisi Arak Bako. Foto: Infopublik
Diterbitkan

Arak-arakan mempelai Perempuan merupakan bagian Arak Bako, tradisi pernikahan di Minangkabau.

*

Ratusan Bundo Kanduang atau ibu-ibu dari pihak pengantin pria dan wanita mengiringi kedua mempelai menuju lokasi resepsi pernikahan di sebuah gedung di Jambi beberapa waktu lalu.

Iringan tabuhan gendang dan talempong (alat musik pukul khas Minang) bertalu-talu membuat proses arakan ini bertambah meriah.

Arak-arakan pengantin ini bisa melibatkan banyak orang. Semakin banyak peserta arakan, menjadi pertanda semakin tinggi pula status sosial sang pengantin.

Arak-arakan dimulai dari rumah orang tua pengantin pria yang disebut ‘bako’. Sang pengantin pria atau ‘marapulai’ diarak ke tempat pengantin wanita atau ‘anak daro’. Pihak ‘bako’ menunjukkan kepada keluarga anak daro keadaan sebenarnya dari ‘marapulai’ yang akan menjadi suaminya.

Kearifan Keluarga

Arak-arakan mempelai Perempuan (atau Anak Daro dalam Bahasa Minang) ini merupakan salah satu prosesi Arak Bako yakni tradisi  dalam pernikahan di Minangkabau, khususnya masyarakat Solok.

Tradisi Arak Bako dalam pesta pernikahan di Sumatra Barat hingga kini masih dipertahankan. Tradisi digelar anggota kerabat Perempuan dari keluarga mempelai Perempuan dengan mengundang kerabat terdekatnya.

Sebelum memasuki gedung tempat resepsi diadakan, para datuak dan sutan (tetua adat) masing-masing pengantin saling berbalas pantun sebagai tanda penghormatan kepada tuan rumah.

Hakikat dari acara ini, pada peristiwa penting semacam pernikahan, pihak keluarga ayah ingin memperlihatkan kasih sayang kepada anak gadisnya dan harus ikut memikul beban sesuai dengan kemampuan mereka.

Rekor MURI

Dikutip dari Wikipedai, Tradisi Arak Bako terdapat pada hampir semua daerah di Kota Solok. Tradisi ini merupakan bagian penting dari prosesi pernikahan di Kota Solok.

Setiap kelurahan di Kota Solok terbiasa melaksanakan tradisi ini karena secara kultural, Kota Solok memiliki budaya dan adat istiadat yang homogen.

Pada 14 Desember 2017, Pemerintah Kota Solok mengemas tradisi Arak Bako dalam perayaan Hari Ulang Tahun ke-47 Kota Solok. Acara ini berhasil memecahkan rekor dunia Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dengan peserta terbanyak 1.566.

Tradisi ini juga telah ditetapkan Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, sebagai warisan budaya tak benda (WBTB) dari provinsi Sumatera Barat.

Penyerahan sertifikat Arak Bako sebagai WBTB dilaksanakan pada tanggal 15 Desember 2019 di halaman Rumah Gadang Siti Rasidah, Kota Solok.

TopikTradisi
Tradisi23 DES 2024

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Tradisi

Lihat semua →

Lainnya dari Anisa Kurniawati

Lihat semua →
penulisan ulang sejarah Indonesia

DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027

Proyek penulisan ulang sejarah Indonesia resmi mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Persetujuan ini diumumkan dalam Rapat Kerja bersama Komisi X yang digelar di Gedung Nusantara I, mayoritas fraksi menyatakan dukungan terhadap langkah strategis Kementerian Kebudayaan tersebut. Langkah besar ini menandai akhir dari kevakuman penulisan sejarah bangsa selama lebih dari dua

Anisa Kurniawati
Festival Karawitan Putri Gunungkidul

Festival Karawitan Putri Gunungkidul 2025, Ruang Ekspresi Generasi Muda

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kembali menggelar Festival Karawitan Putri Tingkat Kabupaten Gunungkidul tahun 2025. Acara pembukaan berlangsung pada Selasa (27/5) di Taman Budaya Gunungkidul turut dihadiri Wakil Ketua I TP PKK DIY, GKBRAyA Paku Alam. Dalam sambutannya, Gusti Putri mengungkapkan apresiasi mendalam terhadap terselenggaranya festival tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam

Anisa Kurniawati
Pentas Seni Selasa Wagen

Pentas Seni Selasa Wagen DIY, unjukkan Komitmen Lestarikan Kearifan Lokal

Pentas Seni Selasa Wagen kembali digelar, Selasa (27/05) di Amphitheater Teras Malioboro 1, Yogyakarta. Acara menjadi wujud nyata pengabdian para pelaku budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam menghidupkan kembali nilai-nilai luhur tradisi. Dalam sambutan pembukaan yang dibacakan Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Hukum, Pemerintahan dan Politik, Sukamto, mewakili Sekretaris Daerah DIY, disampaikan bahwa kegiatan

Anisa Kurniawati