Tradisi

Tradisi Pasar Tambak di Sragen, Pembeli Dilarang Menawar

Ada tradisi yang unik di daerah Sragen, Jawa Tengah, khususnya dukuh Tambak, Desa Sribit yaitu Pasar Tambak. Dalam proses jual beli idi pasar ini pembeli tidak boleh menawar. Tradisi ini hanya digelar setiap tahun pada bulan Sura menurut kalender Jawa. Dikutip dari laman resmi Pemerintah Kabupaten Sragen, Pasar Tambak bermula ketika ada seorang bangsawan yang […]

Oleh Anisa Kurniawati

Tradisi Pasar Tambak di Sragen, Pembeli Dilarang Menawar
Foto: indonesiakini.go.id
Diterbitkan

Ada tradisi yang unik di daerah Sragen, Jawa Tengah, khususnya dukuh Tambak, Desa Sribit yaitu Pasar Tambak. Dalam proses jual beli idi pasar ini pembeli tidak boleh menawar. Tradisi ini hanya digelar setiap tahun pada bulan Sura menurut kalender Jawa.

Dikutip dari laman resmi Pemerintah Kabupaten Sragen, Pasar Tambak bermula ketika ada seorang bangsawan yang sedang melakukan perjalanan melintasi Sungai Bengawan Solo. Di sini, bangsawan itu  kekurangan persediaan. Saat itulah terjadi transaksi perdagangan antara bangsawan dengan warga setempat hingga saat ini.

Baca juga: Wisata Sangiran: Menelusuri Budaya dan Jejak Purbakala

Tidak Menawar

Menurut sumber lain, Pasar Tambak ada berdasarkan kisah Raden Giri Noto, Putra Raja Yogyakarta, yang mempunyai penyakit kulit. Karena tak kunjung sembuh, sesuai perintah Raja yang mendapat wangsit, Giri Noto disuruh melarung di sungai Bengawan Solo. 

Selang beberapa waktu menyusuri sungai Bengawan Solo, persediaan Giri Noto habis bertepatan dengan hari Jumat Wage Bulan Suro. Dia lalu melabuhkan perahunya di daerah dukuh tambak. Kemudian dia membeli bahan makanan tanpa menawar kepada pedagang. Dari situlah tradisi jual beli tanpa menawar dijalankan turun menurun hingga sekarang. 

Baca juga: Melihat Keunikan Pasar Terapung Lok Baitan Banjarmasin

Membawa Berkah

Biasanya tradisi ini dilakukan di lapangan pojok desa Dukuh Tambak, Desa Sribit. Barang yang dijual berupa kebutuhan pertanian yang semuanya terbuat dari gerabah atau bambu. Selain itu ada peralatan memasak, peralatan rumah tangga, dan barang peternakan.

Ketika sudah memilih barang, tidak sedikit pengunjung yang masuk ke lokasi patok untuk berdoa atas belanjaan yang telah mereka beli. Masyarakat setempat meyakini, barang yang dibeli dalam momen ini bisa membawa berkah. Keberuntungan yang didapat yaitu hasil pertanian yang melimpah atau kebahagiaan dan kesejahteraan lainnya.

Biasanya tradisi ini juga dilakukan atraksi kirab budaya dari siang hingga sore. Kemudian pada malam harinya ada pertunjukan wayang kulit. Setiap tahunnya, masyarakat setempat selalu antusias untuk ikut berpartisipasi. Tidak hanya warga lokal, masyarakat dari luar daerah juga banyak datang untuk ikut meramaikan Tradisi Pasar Tambak. 

TopikTradisi
Tradisi10 DES 2024

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Tradisi

Lihat semua →

Lainnya dari Anisa Kurniawati

Lihat semua →
penulisan ulang sejarah Indonesia

DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027

Proyek penulisan ulang sejarah Indonesia resmi mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Persetujuan ini diumumkan dalam Rapat Kerja bersama Komisi X yang digelar di Gedung Nusantara I, mayoritas fraksi menyatakan dukungan terhadap langkah strategis Kementerian Kebudayaan tersebut. Langkah besar ini menandai akhir dari kevakuman penulisan sejarah bangsa selama lebih dari dua

Anisa Kurniawati
Festival Karawitan Putri Gunungkidul

Festival Karawitan Putri Gunungkidul 2025, Ruang Ekspresi Generasi Muda

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kembali menggelar Festival Karawitan Putri Tingkat Kabupaten Gunungkidul tahun 2025. Acara pembukaan berlangsung pada Selasa (27/5) di Taman Budaya Gunungkidul turut dihadiri Wakil Ketua I TP PKK DIY, GKBRAyA Paku Alam. Dalam sambutannya, Gusti Putri mengungkapkan apresiasi mendalam terhadap terselenggaranya festival tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam

Anisa Kurniawati
Pentas Seni Selasa Wagen

Pentas Seni Selasa Wagen DIY, unjukkan Komitmen Lestarikan Kearifan Lokal

Pentas Seni Selasa Wagen kembali digelar, Selasa (27/05) di Amphitheater Teras Malioboro 1, Yogyakarta. Acara menjadi wujud nyata pengabdian para pelaku budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam menghidupkan kembali nilai-nilai luhur tradisi. Dalam sambutan pembukaan yang dibacakan Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Hukum, Pemerintahan dan Politik, Sukamto, mewakili Sekretaris Daerah DIY, disampaikan bahwa kegiatan

Anisa Kurniawati