Ujungan adalah sebuah tradisi khas dari masyarakat Banjarnegara yang dipraktikkan sebagai bentuk permohonan hujan, sekaligus sebagai lambang semangat kebersamaan. Dalam tradisi ini, dua petarung beradu kekuatan menggunakan rotan, sebagai simbol doa dan harapan mereka untuk mendatangkan hujan yang sangat dinanti. Dihiasi oleh alunan musik tradisional dan sorakan dari penonton, Ujungan lebih dari sekadar pertarungan; ia merepresentasikan rasa syukur, harapan, dan persatuan komunitas dalam menghadapi musim kering.
Prosesi Ujungan dimulai dengan upacara adat yang sakral, di mana tokoh-tokoh masyarakat memberikan restu dan memimpin doa. Dua petarung, biasanya pria dewasa yang terpilih dengan hati-hati, akan bersiap untuk bertanding di arena yang telah dipersiapkan. Dengan penuh semangat dan keterampilan, mereka beradu rotan mengikuti irama yang diatur oleh tabuhan gendang dan musik tradisional. Setiap serangan rotan yang mengenai tubuh lawan bukan hanya sekadar adu fisik, melainkan juga simbol harapan mereka kepada Sang Pencipta agar mengabulkan permohonan hujan.
Kehadiran penonton, yang terdiri dari warga lokal dan wisatawan dari luar daerah, menambah suasana meriah dengan sorakan dan tepuk tangan. Momen puncak setiap pertarungan menciptakan suasana yang hangat dan penuh kebersamaan. Ujungan bukan hanya sekadar tontonan menarik, tetapi juga mencerminkan bagaimana tradisi dapat menyatukan masyarakat dalam mencapai tujuan bersama.
Di balik pertarungan fisik yang ditampilkan, terdapat nilai-nilai kearifan lokal yang dijunjung tinggi. Ujungan mengajarkan arti keberanian, ketabahan, dan kerjasama dalam menghadapi tantangan alam. Selain itu, tradisi ini juga menjadi sarana bagi generasi muda untuk memahami dan menghargai warisan budaya mereka, serta menjalin hubungan harmonis dengan alam.
Bagi para wisatawan, menyaksikan Ujungan adalah pengalaman berkesan yang memberikan wawasan mendalam tentang kekayaan budaya Indonesia. Keunikan dan orisinalitas tradisi ini menjadikannya salah satu daya tarik utama Banjarnegara, menunjukkan bahwa di tengah arus modernisasi, masyarakat tetap berkomitmen untuk merayakan dan menjaga warisan leluhur mereka dengan penuh kebanggaan.
Lebih dari sekadar tradisi permohonan hujan, Ujungan merupakan cerminan identitas dan jiwa masyarakat Banjarnegara, yang mengajarkan tentang keteguhan hati, persatuan, dan keseimbangan dengan alam. Tradisi ini sangat layak untuk diapresiasi dan dilestarikan sebagai bagian dari warisan budaya yang memperkaya keberagaman Indonesia.(Achmad Aristyan- Sumber: budparbanjarnegara.com)