Berita

32 Sertifikat WBTb DIY Diserahkan, Tegaskan Pentingnya Pelestarian yang Berkelanjutan

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X secara resmi menyerahkan 32 sertifikat Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia yang telah ditetapkan Kementerian Kebudayaan RI tahun 2024. Penyerahan dilakukan pada Senin (26/5) di Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, kepada Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat dan pemerintah kabupaten/kota se-DIY. Sebagai Identitas DIY Dalam sambutannya, Sri Sultan menyampaikan […]

Oleh Anisa Kurniawati

sertifikat WBTb DIY
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X secara resmi menyerahkan 32 sertifikat Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia yang telah ditetapkan Kementerian Kebudayaan RI tahun 2024, Senin (26/5) di Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta. Foto: jogjaprov.go.id.
Diterbitkan

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X secara resmi menyerahkan 32 sertifikat Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia yang telah ditetapkan Kementerian Kebudayaan RI tahun 2024.

Penyerahan dilakukan pada Senin (26/5) di Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, kepada Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat dan pemerintah kabupaten/kota se-DIY.

Sebagai Identitas DIY

Dalam sambutannya, Sri Sultan menyampaikan bahwa penetapan 32 karya budaya sebagai WBTb merupakan bentuk penghargaan atas nilai-nilai budaya yang membentuk identitas DIY.

Menurutnya, pelestarian WBTb bukan sekadar menjaga tradisi, tetapi juga menjaga nilai-nilai, makna, dan fungsi sosial budaya, agar tetap hidup dan terintegrasi dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

“Sertifikat WBTb DIY yang hari ini diserahkan, tentu saja merupakan hal yang patut kita apresiasi bersama. Ini adalah salah satu wujud pengakuan tertinggi atas values yang menjadi jati diri DIY,” ujar Sri Sultan dilansir dari jogjaprov.go.id.

Baca juga: Griya Batik Jogja Kota Batik Dunia Diresmikan, Jadi Pusat Pengembangan Seni dan Edukasi Batik DIY

Tantangan Modernisasi

Ia juga menyoroti tantangan nyata yang dihadapi tradisi budaya saat ini akibat arus modernisasi, urbanisasi, dan komersialisasi pariwisata. Banyak tradisi yang kehilangan konteks dan makna, bahkan berisiko menjadi sekadar tontonan wisata.

Oleh karena itu, Sultan menekankan pentingnya pelestarian yang bersifat transformatif dan partisipatif serta perlunya keterlibatan aktif komunitas dan generasi muda sebagai penjaga tradisi.

Sultan mengajak seluruh pihak untuk sepakat atas tiga hal penting: pertama, DIY tidak boleh hanya menjadi “etalase budaya” tanpa merawat makna yang terkandung di dalamnya. Kedua, pelestarian WBTb harus terintegrasi dalam strategi pembangunan berbasis nilai lokal.

Ketiga, perlu penguatan pendekatan lintas sektor, seperti pendidikan, ekonomi, dan tata ruang, agar warisan budaya tetap hidup dan berkembang.

“Begitu pula, penting bagi seluruh elemen untuk paham, bahwa pelestarian yang sejati tidak mungkin tercapai tanpa keterlibatan aktif komunitas dan generasi muda sebagai pemilik dan penjaga tradisi,” sebut Sri Sultan.

Baca juga: Jogja City Museum, Pusat Budaya Dorong Ekonomi Lokal

Daftar Penerima WBTb DIY

sertifikat WBTb DIY
Penyerahan 32 sertifikat Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia kepada Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat dan pemerintah kabupaten/kota se-DIY, Senin (26/5) di Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta. Foto: jogjaprov.go.id.

Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY, Dian Lakshmi Pratiwi, menjelaskan bahwa penyerahan sertifikat ini menjadi pembuka rangkaian Perayaan WBTb DIY Tahun 2025 yang berlangsung selama tiga hari, 26–28 Mei 2025 di Hotel Royal Brongto, Yogyakarta.

Adapun penyerahan 32 sertifikat WBTb Indonesia dari DIY antara lain

  • Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat, 5 sertifikat atas karya budaya (Dialek Boso Bagongan, Srimpi Irim-Irim, Golek Jangkung Kuning, Bedhaya Durma Kina Gaya Yogyakarta, dan Tari Klana Raja).
  • Kabupaten Bantul, 5 sertifikat atas karya budaya (Ampo Imogiri, Bakda Mangiran, Labuhan Hondodento, Tradisi Emprak, dan Adrem).
  • Kabupaten Sleman, 8 sertifikat atas karya budaya (Jathilan Lancur, Mitos Gunung Merapi, Tambak Kali, Jadah Tempe, Apem Wonolelo Sleman, Cethil, Tempe Pondoh, dan Ayam Goreng Kalasan).
  • Kabupaten Kulon Progo, 4 sertifikat karya budaya (Nawu Sendang Kulon Progo, Kethak Kulon Progo, Jenang Lot, dan Gula Kelapa Kulon Progo).
  • Kota Yogyakarta, 6 sertifkat atas karya budaya (Cublak-Cublak Suweng Yogyakarta, Tari Wira Pertiwi, Tari Kuda-Kuda, Ketan Lupis Yogyakarta, Becak Yogyakarta, dan Kopi Joss).
  • Kabupaten Gunungkidul, 4 sertifikat atas karya budaya, yakni Tradisi Sambatan Gunungkidul, Upacara Adat Bersik Kali Gunungkidul, Upacara Adat Njaluk Udan Andongsari, dan Gudeg Bonggol Gedhang.

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

ADVERTISEMENT

Lainnya dari Berita

Lihat semua →
Ikan arwana Super Red asal Kalimantan Barat yang dikenal dari kawasan Kapuas Hulu dan Danau Sentarum.

Kearifan Lokal Menjaga Arwana Super Red Kalbar

Arwana Super Red Kalimantan Barat dikenal di pasar ikan hias internasional. Di sekitar Danau Sentarum, pengetahuan dan keterlibatan masyarakat berperan menjaga kelestarian ikan kebanggaan daerah ini.

Ridwan
Budaya Batang Menelusuri Jejak Mataram

Budaya Batang Menelusuri Jejak Mataram

Dialog budaya Batang dan DI Yogyakarta membuka kembali pembahasan hubungan sejarah pesisir utara Jawa dengan Mataram Islam yang menjadi bagian dari upaya penelitian serta pelestarian warisan sejarah.

Ridwan

Lainnya dari Anisa Kurniawati

Lihat semua →
penulisan ulang sejarah Indonesia

DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027

Proyek penulisan ulang sejarah Indonesia resmi mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Persetujuan ini diumumkan dalam Rapat Kerja bersama Komisi X yang digelar di Gedung Nusantara I, mayoritas fraksi menyatakan dukungan terhadap langkah strategis Kementerian Kebudayaan tersebut. Langkah besar ini menandai akhir dari kevakuman penulisan sejarah bangsa selama lebih dari dua

Anisa Kurniawati
Festival Karawitan Putri Gunungkidul

Festival Karawitan Putri Gunungkidul 2025, Ruang Ekspresi Generasi Muda

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kembali menggelar Festival Karawitan Putri Tingkat Kabupaten Gunungkidul tahun 2025. Acara pembukaan berlangsung pada Selasa (27/5) di Taman Budaya Gunungkidul turut dihadiri Wakil Ketua I TP PKK DIY, GKBRAyA Paku Alam. Dalam sambutannya, Gusti Putri mengungkapkan apresiasi mendalam terhadap terselenggaranya festival tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam

Anisa Kurniawati
Pentas Seni Selasa Wagen

Pentas Seni Selasa Wagen DIY, unjukkan Komitmen Lestarikan Kearifan Lokal

Pentas Seni Selasa Wagen kembali digelar, Selasa (27/05) di Amphitheater Teras Malioboro 1, Yogyakarta. Acara menjadi wujud nyata pengabdian para pelaku budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam menghidupkan kembali nilai-nilai luhur tradisi. Dalam sambutan pembukaan yang dibacakan Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Hukum, Pemerintahan dan Politik, Sukamto, mewakili Sekretaris Daerah DIY, disampaikan bahwa kegiatan

Anisa Kurniawati