Istana Amantubillah adalah salah satu bangunan bersejarah di Mempawah, Kalimantan Barat. Bangunan yang dulunya keraton kerajaan Mempawah kini telah beralih fungsi menjadi museum. Tempat ini menyimpan berbagai peninggalan kerajaan Mempawah.
Nama Istana Amantubillah diambil dari Bahasa Arab. Artinya yaitu “aku beriman kepada Allah”. Ketika hendak memasuki areal itu, pengunjung akan menemukan tulisan “Mempawah Harus Maju, Maju dengan Adat” di gerbang istana.
Sejarah Istana Amantubillah
Kerajaan Mempawah dulunya bercorak agama Dayak Hindu yang kemudian beralih ke Islam.
Menurut Ema dan Nunik Esti Utami dalam Jurnal Sosioedukasi, Kerajaan Mempawah adalah kerajaan Dayak Bangkule Rajakng yang pemimpin terakhirnya Opu Daeng Manamboh.
Setelah menjadi kerajaan Islam, pada masa pemerintahan Gusti Jamiril, yang bergelar Panembahan Adi Wijaya Kesuma (1761-1787), didirikanlah Istana Amantubillah.
Istana ini menjadi pusat segala aktivitas sultan, baik yang bersifat pemerintahan maupun lainnya.
Tak hanya menjadi pusat pemerintahan, bangunan utama Istana Amantubillah juga tempat tinggal raja, permaisuri, dan keluarganya. Pada tahun 1880, Istana Amantubillah mengalami kebakaran hebat yang merusak bangunan.
Istana akhirnya kembali berdiri pada 2 November 1922, di bawah kepemimpinan Gusti Muhammad Taufik Akhamaddin (1902-1943). Hingga akhirnya kini beralih fungsi menjadi museum, bangunan ini masih berdiri kokoh.
Koleksi Museum
Setelah Indonesia menyatakan kemerdekaannya dan Kesultanan Mempawah menyatakan bergabung dengan NKRI. Kesultanan Mempawah tidak lagi memiliki kewenangan secara politik, dan masuk ke dalam wilayah administratif Provinsi Kalimantan Barat.
Namun, pihak kesultanan masih sering menghelat ritual/upacara yang dilakukan secara adat. Misalkan seperti upacara Robo-rob, ritual Naik Tojang, dan lain sebagainya.
Museum ini berisi koleksi peninggalan kerajaan Mempawah. Diantaranya yaitu singgasana raja, busana kebesaran, dan payung kerajaan.
Bangunan ini juga menyimpan foto-foto raja yang pernah berkuasa beserta para keluarganya. Sementara itu, bangunan sayap kanan saat ini memiliki fungsi sebagai pendopo istana.
Sementara bangunan sayap kiri, saat ini dijadikan tempat tinggal para kerabat Kerajaan Mempawah. Pengunjung juga dapat melihat kolam bekas pemandian sultan beserta keluarganya. Namun sudah tidak berfungsi lagi.
Jika hendak mengunjungi Kesultanan Mempawah, bisa dari utara Kota Pontianak. Jarak tempuh dari Kota Pontianak menuju Mempawah sekitar 76 kilometer (km), dengan waktu tempuh sekira dua jam.
Bila sudah sampai Mempawah, wisatawan pun dengan mudah menemukan ikon wisata kota itu, yakni Istana Amantubillah. Lokasi Istana Amantubillah berada di Terusan, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. (Dari berbagai sumber)