Hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Wonosobo pada Senin (3/3/2025) sore memicu dua peristiwa tanah longsor di Kecamatan Kaliwiro dan Kecamatan Leksono.
Insiden pertama terjadi sekitar pukul 16.00 WIB di Dusun Mandalika, Desa Tanjung Anom, Kecamatan Kaliwiro.
Sebuah tebing setinggi 7 meter longsor, menyebabkan material tanah menghantam teras rumah milik Darto, sementara rumah milik Ny. Minem yang berada di atasnya turut terdampak.
Tak berselang lama, sekitar pukul 17.45 WIB, longsor juga terjadi di Jl. Provinsi ruas Sawangan – Kaliwiro, Kecamatan Leksono.
Tebing setinggi 8 meter dengan panjang 12 meter runtuh, menutupi badan jalan dan mengakibatkan arus lalu lintas terhenti total.
Baca Juga: Pemkab Wonosobo Pastikan Ketersediaan Bahan Pokok Jelang Ramadan
Aparat Bergerak Cepat
Menanggapi kejadian ini, personel TNI dari Koramil Kaliwiro dan Koramil Leksono bersama aparat kepolisian, BPBD, Dinas Bina Marga, serta relawan segera turun ke lokasi untuk melakukan penanganan.
Sekitar pukul 20.30 WIB, alat berat dikerahkan guna membersihkan material longsor yang terdiri dari tanah dan bebatuan.
Berkat koordinasi yang solid antara aparat dan masyarakat, akses jalan akhirnya dapat kembali dibuka sekitar pukul 21.30 WIB.
Salah satu warga, Andi (34), yang menyaksikan kejadian ini mengatakan bahwa hujan deras telah turun sejak siang. “Tiba-tiba tanah di tebing ambrol ke jalan. Kami langsung melapor ke aparat agar segera ditangani,” ungkapnya.

Baca Juga: Afif Nurhidayat Tegaskan Komitmen Membangun Wonosobo Usai Retreat di Magelang
Imbauan Dandim untuk Kewaspadaan
Di tempat terpisah, Dandim 0707/Wonosobo Letkol Inf Helmy menginstruksikan kepada para Danramil untuk terus memantau kondisi wilayah mereka, terutama daerah rawan bencana.
“Hujan dengan intensitas tinggi masih sering terjadi. Kami telah meminta anggota untuk memonitor wilayahnya masing-masing, dan jika terjadi bencana, segera berkoordinasi serta memberikan bantuan cepat,” tegasnya.
Selain penanganan bencana, Dandim juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan saat terjadi bencana.
“Jika masyarakat memahami potensi bahaya dan cara menghadapinya, maka risiko kerugian dapat diminimalkan. Selain itu, kami juga mengajak warga untuk lebih peduli terhadap lingkungan agar dapat mengurangi risiko bencana di masa mendatang,” pungkasnya.
Baca Juga: Harga BBM di SPBU Krasak Stabil, Penjualan Pertamax Menurun