Rujak soto, kuliner unik yang terdiri dari perpaduan rujak dengan soto. Meski terlihat tidak biasa, namun kuliner asal Banyuwangi, Jawa Timur ini menciptakan cita rasa yang luar biasa, sehingga banyak orang yang menyukainya.
Tentu masyarakat Indonesia lebih familier dengan makanan soto atau rujak saja. Ketika mendengar kata soto rujak mungkin akan terlihat aneh. Namun, tenang saja, rujak yang dimaksud disini bukan buah melainkan rujak sayur.
Perpaduan antara rujak petis dengan isian sayur dan soto babat berkuah kuning, menghasilkan cita rasa yang asin, gurih, pedas, dan segar, hingga memikat siapa saja yang mencobanya. Supaya terasa lebih lengkap, biasanya kuliner ini disajikan bersama es temulawak.
Asal-Usul
Tak ada sumber pasti mengenai sejarah kemunculan kuliner ini. Ada yang mengatakan bahwa makanan ini berasal dari keinginan masyarakat Banyuwangi yang ingin memadukan rujak cingur dan soto. Dilansir dari laman Kemdikbud, dipercayai kuliner ini muncul pada tahun 1980-an.
Namun, ada sumber yang menyebutkan bahwa rujak soto muncul berkat salah satu lagu tradisional Banyuwangi, yakni Rujak Singgul. Lirik lagu tersebut menyebutkan beberapa jenis rujak, seperti rujak uni, rujak locok, rujak lethok, rujak kecut, dan rujak cemplung.
Semua nama-nama ini mengacu pada bahan atau pengolahan rujak itu sendiri. Pada bagian akhir lagu, ada penggalan lirik yang berbunyi durung weruh rasane mageh arane, nganeh anehi, yang berarti “belum tahu rasanya, masih namanya saja sudah aneh. Setelah 1970-an, berkat keisengan penikmat rujak Banyuwangi yang terinspirasi oleh lirik lagu tersebut, munculah kreasi rujak tradisional ini.
Baca juga: Paket Wisata Banyuwangi-Bali Barat dan Utara Diluncurkan
Salah satu karakteristik kuliner yang berasal dari Banyuwangi ini adalah penggunaan petis dan pisang klutuk atau pisang batu untuk bumbunya. Petis sendiri merupakan produk olahan kepala udang yang memiliki tekstur seperti saus yang sangat kental, berwarna cokelat dan cenderung hitam. Rasanya ada yang manis, asin, dan gurih.
Membuat rujak khas ini sendiri cukup mudah. Bahan-bahan yang digunakan mudah ditemukan. Bumbu yang digunakan antara lain kacang tanah yang sudah digoreng, garam, gula merah, terasi, petis, pisang batu, dan cabai rawit.
Sementara itu, isian rujaknya terdiri atas tempe dan tahu goreng, taoge dan kangkung rebus, telur ayam rebus, mentimun, serta lontong. Bumbu sotonya terbuat dari bawang putih, kunyit, jahe, kemiri, merica, serai, daun bawang dan daun jeruk. Untuk dagingnya menggunakan daging sapi babat dan jeroan.
Kuliner yang satu ini memiliki cita rasa gurih, asin, segar, dan pedas. Selain itu memadukan dua makanan yang unik. Tidak heran, rujak soto banyak diminati oleh warga lokal maupun wisatawan yang datang berkunjung. (Anisa Kurniawati-Berbagai Sumber)