Video

Mengapa Reog Ponorogo Dianggap Memiliki Unsur Magis?

Reog Ponorogo merupakan kesenian tradisonal asli Indonesia. Menjadi salah satu kesenian tertua di Indonesia. Kesenian warisan budaya ini merupakan tarian tradisional yang digelar di dalam arena terbuka yang berfungsi sebagai hiburan rakyat, mengandung unsur magis. Penari utamanya adalah orang berkepala singa dengan hiasan bulu merak, dengan berat topeng mencapai 50–60 kg. Ditambah beberapa penari bertopeng […]

Oleh Ridwan

Mengapa Reog Ponorogo Dianggap Memiliki Unsur Magis?
Wikimedia Commons/Dedesudiana265
Diterbitkan

Reog Ponorogo merupakan kesenian tradisonal asli Indonesia. Menjadi salah satu kesenian tertua di Indonesia.

Kesenian warisan budaya ini merupakan tarian tradisional yang digelar di dalam arena terbuka yang berfungsi sebagai hiburan rakyat, mengandung unsur magis.

Penari utamanya adalah orang berkepala singa dengan hiasan bulu merak, dengan berat topeng mencapai 50–60 kg. Ditambah beberapa penari bertopeng dan berkuda lumping.

Hingga kini, masyarakat Ponorogo menjaga warisan leluhur tersebut hingga kesenian yang memadukan aksi teatrikal tari, musik dan nyanyian ini bisa melintasi waktu.

Baca juga: Monumen Reog Ponorogo dari Knalpot Brong Simbol Ketertiban

Seni tradisional Reog Ponorogo kini resmi masuk dalam Daftar Warisan Budaya Takbenda (WBTb) UNESCO, tepatnya dalam kategori In Need of Urgent Safeguarding. Penetapan itu terjadi dalam Sidang Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage Sesi ke-19 yang berlangsung di Asunción, Paraguay, pada Rabu (3/12/2024).

Reog Ponorogo adalah seni pertunjukan yang berasal dari Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, dan menggambarkan harmoni antara tari, musik, dan mitologi. Melalui topeng Dadak Merak yang ikonik, Reog ini menyampaikan pesan keberanian, solidaritas, serta dedikasi masyarakat Ponorogo yang telah diwariskan selama berabad-abad.

Sebagai simbol dari gotong royong, Reog juga mencerminkan kolaborasi antara seniman, pengrajin, dan komunitas lokal dalam menciptakan seni pertunjukan yang sarat makna. Pertunjukan ini kerap dipentaskan dalam berbagai acara adat dan ritual tradisional, yang menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sosial masyarakat Ponorogo.

Dimasukkannya Reog Ponorogo dalam daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO, Indonesia kini memiliki 14 Warisan Budaya Takbenda yang diakui oleh dunia. Sebelumnya, Indonesia juga telah mendapatkan pengakuan untuk berbagai warisan budaya lainnya, seperti Wayang, Keris, Batik, Angklung, Tari Saman, dan Gamelan.

Sulaiman Syarif, Duta Besar RI untuk Argentina, Uruguay, dan Paraguay, yang juga Wakil Ketua Delegasi RI dalam sidang, menambahkan, pengakuan ini akan memperkuat hubungan budaya Indonesia dengan negara-negara lain, tidak hanya di Amerika Latin tetapi juga di seluruh dunia.

Pengakuan UNESCO ini merupakan langkah besar dalam upaya Indonesia menjaga dan melestarikan warisan budaya yang kaya. Semoga melalui pengakuan ini, seni Reog Ponorogo terus berkembang dan menjadi kebanggaan bangsa Indonesia, serta menginspirasi generasi muda untuk melestarikan tradisi budaya yang penuh makna ini.

 

TopikVideo
Video08 NOV 2024

Tentang Penulis

Ridwan

Ridwan

Mengawali kariernya sebagai wartawan surat kabar, lalu melintasi media online, tabloid, majalah, hingga menjadi produser televisi. Berbekal pengalaman jurnalistik tersebut, ia kini aktif menulis isu-isu budaya, pariwisata, sejarah, hingga politik.

Lihat semua tulisan

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Video

Kodim Wonosobo Kawal Ketat Pemberangkatan 875 Calon Haji

Kodim Wonosobo Kawal Ketat Pemberangkatan 875 Calon Haji

Suasana haru dan khidmat menyelimuti Pendopo Bupati Wonosobo pada Minggu pagi (25/5/2025), saat ribuan warga berkumpul untuk melepas keberangkatan calon jemaah haji asal Kabupaten Wonosobo. Acara yang melibatkan massa dalam jumlah besar ini mendapat perhatian khusus dari unsur TNI, dengan Kodim 0707/Wonosobo turut mengerahkan personelnya untuk membantu pengamanan. Mewakili Komandan Kodim, Kapten Cke Sapta Wibawa

Achmad Aristyan
seleksi PPPK wonosobo

1.482 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap 2, Wabup Wonosobo Tekankan Pentingnya Optimisme dan Integritas

Sebanyak 1.482 peserta dari Kabupaten Wonosobo mengikuti seleksi Tahap 2 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang digelar di dua lokasi, yakni Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta dan Gedung PRPP Semarang. Pada hari pertama pelaksanaan seleksi, sebanyak 1.127 peserta mengikuti tes di ISI Yogyakarta. Wakil Bupati Wonosobo, Amir Husein, hadir langsung untuk memberikan semangat kepada

Anisa Kurniawati
Kirab Waisak

Kirab Waisak 2025 di Candi Borobudur Meriahkan Pariwisata Magelang

Perayaan Tri Suci Waisak 2569 BE tahun 2025 dengan Kirab Waisak yang digelar di Candi Borobudur, Jawa Tengah, kembali menjadi daya tarik utama, tak hanya bagi umat Buddha tetapi juga bagi sektor pariwisata di kawasan Magelang. Puncak prosesi perayaan berlangsung pada Senin (12/5/2025) dengan kirab sakral yang membawa Api Dharma dari Mrapen, Grobogan dan Air

Anisa Kurniawati

Lainnya dari Ridwan

Lihat semua →