Berita

Brasil Temukan CBD dalam Gulma Liar, Harapan Baru Dunia Medis

Penemuan mencengangkan datang dari Brasil, ketika para ilmuwan berhasil menemukan senyawa cannabidiol (CBD), yang selama ini dikenal sebagai komponen utama ganja di tanaman liar yang sama sekali tidak terkait dengan tanaman ganja. Temuan ini berpotensi membuka jalan baru bagi pengembangan obat-obatan berbasis CBD yang lebih legal dan terjangkau. Tanaman itu adalah Trema micrantha blume, semak […]

Oleh Achmad Aristyan

Brasil Temukan CBD dalam Gulma Liar, Harapan Baru Dunia Medis
Tanaman Trema micrantha blume yang banyak ditemukan di Brasil. Foto: Wikipedia/João Medeiros – Trema micrantha
Diterbitkan

Penemuan mencengangkan datang dari Brasil, ketika para ilmuwan berhasil menemukan senyawa cannabidiol (CBD), yang selama ini dikenal sebagai komponen utama ganja di tanaman liar yang sama sekali tidak terkait dengan tanaman ganja.

Temuan ini berpotensi membuka jalan baru bagi pengembangan obat-obatan berbasis CBD yang lebih legal dan terjangkau.

Tanaman itu adalah Trema micrantha blume, semak liar yang lazim ditemukan di berbagai wilayah Brasil dan selama ini dianggap sebagai gulma biasa.

Temuan ini diumumkan Rodrigo Moura Neto, seorang ahli biologi molekuler dari Universitas Federal Rio de Janeiro.

“Ini adalah alternatif legal untuk menggunakan ganja,” kata Neto kepada AFP dalam wawancaranya pada 2023.

“Tanaman ini tumbuh di seluruh Brasil. Ini bisa menjadi sumber cannabidiol yang lebih sederhana dan murah.”

Baca Juga: Tanaman Kamper Al-Qur’an, Jejak Perdagangan Arab di Bumi Nusantara

Menurut laporan Science Alert, peneliti menemukan senyawa CBD pada bagian buah dan bunga Trema micrantha.

Lebih penting lagi, tanaman ini tidak mengandung THC (tetrahydrocannabinol), yaitu zat psikoaktif yang menyebabkan efek “high” pada pengguna ganja.

Hal ini menjadikan Trema micrantha sebagai kandidat potensial untuk produksi CBD tanpa risiko hukum, mengingat ganja masih tergolong ilegal di banyak negara, termasuk Brasil.

CBD dikenal luas karena manfaat terapinya, mulai dari membantu mengatasi epilepsi, nyeri kronis, hingga gangguan kecemasan.

Namun, karena asosiasinya dengan ganja, akses terhadap senyawa ini sering kali terganjal peraturan ketat.

“Kami berencana mengembangkan penelitian ini untuk memahami seberapa efektif ekstrak CBD dari Trema dalam menangani penyakit yang selama ini diobati dengan ganja medis,” ujar Neto, menegaskan rencana jangka panjang timnya.

Untuk mendalami potensi ini, pemerintah Brasil telah memberikan hibah senilai 500.000 real Brasil (sekitar Rp1,66 miliar) guna mendukung penelitian lanjutan.

Dana ini akan digunakan untuk mengembangkan metode ekstraksi CBD yang optimal serta uji klinis terhadap khasiatnya dalam pengobatan medis.

Pasar global CBD sendiri terus berkembang. Menurut data Vantage Market Research, nilai pasar global CBD diperkirakan melonjak dari hampir 5 miliar dolar AS menjadi lebih dari 47 miliar dolar AS pada tahun 2028, seiring meningkatnya minat terhadap produk kesehatan alami.

Baca Juga: Melati Asri, Toko Tanaman Hias Keluarga Sejak 1980-an

Sebelumnya, penemuan serupa juga dilaporkan di Thailand, di mana kerabat tanaman Trema ditemukan mengandung CBD.

Ini menandakan bahwa dunia botani masih menyimpan banyak potensi tersembunyi untuk kemajuan ilmu kedokteran.

Penemuan ini diyakini bisa menjadi langkah besar dalam menyediakan alternatif pengobatan yang lebih murah, legal, dan bebas dari stigma penggunaan ganja.

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Berita

Lihat semua →
Ikan arwana Super Red asal Kalimantan Barat yang dikenal dari kawasan Kapuas Hulu dan Danau Sentarum.

Kearifan Lokal Menjaga Arwana Super Red Kalbar

Arwana Super Red Kalimantan Barat dikenal di pasar ikan hias internasional. Di sekitar Danau Sentarum, pengetahuan dan keterlibatan masyarakat berperan menjaga kelestarian ikan kebanggaan daerah ini.

Ridwan
Budaya Batang Menelusuri Jejak Mataram

Budaya Batang Menelusuri Jejak Mataram

Dialog budaya Batang dan DI Yogyakarta membuka kembali pembahasan hubungan sejarah pesisir utara Jawa dengan Mataram Islam yang menjadi bagian dari upaya penelitian serta pelestarian warisan sejarah.

Ridwan

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan