Cerita Rakyat

Dibalik Mitos Watu Numpuk di Taman Nasional Baluran

Taman Nasional (TN) Baluran di Situbondo, Jawa Timur dikenal sebagai salah satu kawasan konservasi dengan pemandangan savana yang menyerupai Afrika. Selain keindahan alamnya, terdapat lokasi unik yang menyimpan kisah menarik, yaitu Watu Numpuk. Lokasi ini kini menjadi nama pos penjagaan di pintu masuk Baluran dan memiliki sejarah serta mitos yang masih dipercaya sebagian masyarakat hingga […]

Oleh Achmad Aristyan

Dibalik Mitos Watu Numpuk di Taman Nasional Baluran
Watu Numpuk di Taman Nasional Baluran, Situbondo, Jawa Timur. Foto: jatimnet.com/Hozaini
Diterbitkan

Taman Nasional (TN) Baluran di Situbondo, Jawa Timur dikenal sebagai salah satu kawasan konservasi dengan pemandangan savana yang menyerupai Afrika.

Selain keindahan alamnya, terdapat lokasi unik yang menyimpan kisah menarik, yaitu Watu Numpuk. 

Lokasi ini kini menjadi nama pos penjagaan di pintu masuk Baluran dan memiliki sejarah serta mitos yang masih dipercaya sebagian masyarakat hingga kini.  

Asal Usul Nama Watu Numpuk

Mengutip dari media sosial resmi TN Baluran (Instagram/@ btn_baluran), sejarah Watu Numpuk bermula pada tahun 1920-an. Saat itu, seorang pria bernama Pak Dadap bersama pengikutnya sering memasuki kawasan hutan Baluran untuk mencari benda-benda gaib. 

Mereka mendongkel batu (watu) dengan harapan menemukan benda bertuah seperti cincin atau keris. Namun, setiap kali batu ini diambil, keesokan harinya batu itu kembali ke tempat semula. 

Fenomena ini terjadi berulang kali hingga akhirnya masyarakat setempat meyakini bahwa batu itu memiliki kekuatan gaib. Sejak saat itu, tumpukan batu di lokasi ini dikenal sebagai “Watu Numpuk,” yang dalam bahasa Jawa berarti batu yang menumpuk.  

Baca juga: Status TN Mutis-Timau, Masih Dipersoalkan Masyarakat Adat NTT

Mitos dan Kepercayaan Masyarakat

Melansir dari radarsitubondo.jawapos.com, hingga kini Watu Numpuk masih menjadi tempat yang dianggap memiliki aura mistis. Beberapa orang datang untuk bersemedi atau berdoa, berharap mendapatkan benda bertuah seperti gaman (senjata pusaka), cincin, atau keris. 

Selain itu, ada pula yang datang untuk meminta kelancaran rezeki, jodoh, pekerjaan, hingga keberkahan dalam hidup. Bahkan, di musim kemarau, beberapa orang menggelar sholat meminta hujan di tempat ini.  

Watu Numpuk sebagai Bagian dari TN Baluran

Saat ini, nama Watu Numpuk telah diabadikan sebagai nama Resort Pengelolaan Taman Nasional (RPTN) di Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Karangtekok, TN Baluran.

Keberadaan nama ini menegaskan pentingnya situs ini dalam sejarah dan budaya setempat.  

Watu Numpuk bukan hanya sekadar tumpukan batu di dalam hutan, tetapi juga bagian dari warisan budaya yang masih hidup di tengah masyarakat.

Kepercayaan terhadap mitos ini menjadi bukti bagaimana sejarah dan kepercayaan lokal dapat bertahan di tengah perkembangan zaman. (Dari berbagai sumber)

TopikCerita Rakyat
Cerita Rakyat17 FEB 2025

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Cerita Rakyat

Lihat semua →

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan