Berita

DIY Raih Penghargaan Revitalisasi Bahasa Daerah dalam FTBIN 2025

Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menerima penghargaan Revitalisasi Bahasa Daerah Kategori Provinsi, sekaligus mendapat gelar simbolik “Ksatria Bahasa”bergengsi dalam ajang Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional (FTBIN) 2025. Penghargaan ini diberikan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu’ti, kepada Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, di Gedung Merah Putih PPSDM […]

Oleh Anisa Kurniawati

FTBIN 2025
Daerah Istimewa Yogyakarta raih penghargaan Revitalisasi Bahasa Daerah dalam FTBNI 2025. Foto: antara
Diterbitkan

Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menerima penghargaan Revitalisasi Bahasa Daerah Kategori Provinsi, sekaligus mendapat gelar simbolik “Ksatria Bahasa”bergengsi dalam ajang Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional (FTBIN) 2025.

Penghargaan ini diberikan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu’ti, kepada Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, di Gedung Merah Putih PPSDM Kemendikdasmen, Depok, Jawa Barat, pada Senin (27/05).

DIY dinilai berhasil menggerakkan masyarakat dalam penggunaan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari serta mengintegrasikannya dengan konteks budaya lokal.

Di Yogyakarta, nilai-nilai lokal diwariskan kepada generasi muda. Upaya ini diperkuat melalui kebijakan daerah yang mendukung penggunaan bahasa daerah dalam kegiatan sekolah, sekaligus menegaskan bahwa identitas kedaerahan juga merupakan bagian dari Indonesia,” ujar Mu’ti dilansir dari jogjaprov.go.id.

Baca juga: Dusun Ngabean Disiapkan Jadi Desa Budaya Bundengan di Wonosobo

Ia menekankan bahwa pelestarian bahasa ibu merupakan bagian dari memperkuat identitas nasional. Dalam sambutannya, ia kembali mengingatkan prinsip Trigatra Bahasa: “Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah, Kuasai Bahasa Asing”.

“Kita tidak anti terhadap bahasa asing. Namun, komitmen untuk melestarikan bahasa daerah juga memiliki makna penting dalam menjaga identitas kebangsaan kita,” ungkapnya.

Menteri Mu’ti juga menyoroti kekayaan linguistik Indonesia yang memiliki 718 bahasa daerah. Ia menilai, bahasa adalah puncak dari peradaban dan kebudayaan yang tumbuh dari kearifan lokal.

Oleh karena itu, pelestariannya tidak boleh dilakukan secara pasif, melainkan harus terus dikembangkan melalui ekspresi yang menyenangkan dan kontekstual—baik lewat kurikulum muatan lokal maupun kebiasaan sehari-hari di lingkungan sekolah.

Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, dalam laporannya mengingatkan bahwa banyak bahasa daerah di Indonesia kini berada di ambang kepunahan.

Rendahnya sikap positif penutur, terputusnya pewarisan antargenerasi, dan semakin jarangnya penggunaan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari menjadi faktor penyebab utama.

“Ancaman tersebut harus dihadapi secara arif dan bijaksana, salah satunya melalui program aplikasi revitalisasi bahasa daerah.” ujarnya.

Baca juga: 32 Sertifikat WBTb DIY Diserahkan, Tegaskan Pentingnya Pelestarian yang Berkelanjutan

FTBIN 2025 sendiri digelar pada 25–28 Mei 2025 mengangkat tema “Bahasa Daerah Mendukung Pendidikan Bermutu untuk Semua”. Acara ini menjadi panggung bagi anak-anak dari berbagai provinsi untuk saling mengenal dan berkolaborasi lintas budaya.

Sebanyak 44 kepala daerah dari seluruh Indonesia juga menerima penghargaan atas dedikasi mereka dalam menjaga dan mengembangkan bahasa daerah. Pemerintah berharap ajang ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk terus mencintai dan melestarikan bahasa ibu sebagai bagian dari kekayaan budaya nasional.

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

ADVERTISEMENT

Lainnya dari Berita

Lihat semua →
Ikan arwana Super Red asal Kalimantan Barat yang dikenal dari kawasan Kapuas Hulu dan Danau Sentarum.

Kearifan Lokal Menjaga Arwana Super Red Kalbar

Arwana Super Red Kalimantan Barat dikenal di pasar ikan hias internasional. Di sekitar Danau Sentarum, pengetahuan dan keterlibatan masyarakat berperan menjaga kelestarian ikan kebanggaan daerah ini.

Ridwan
Budaya Batang Menelusuri Jejak Mataram

Budaya Batang Menelusuri Jejak Mataram

Dialog budaya Batang dan DI Yogyakarta membuka kembali pembahasan hubungan sejarah pesisir utara Jawa dengan Mataram Islam yang menjadi bagian dari upaya penelitian serta pelestarian warisan sejarah.

Ridwan

Lainnya dari Anisa Kurniawati

Lihat semua →
penulisan ulang sejarah Indonesia

DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027

Proyek penulisan ulang sejarah Indonesia resmi mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Persetujuan ini diumumkan dalam Rapat Kerja bersama Komisi X yang digelar di Gedung Nusantara I, mayoritas fraksi menyatakan dukungan terhadap langkah strategis Kementerian Kebudayaan tersebut. Langkah besar ini menandai akhir dari kevakuman penulisan sejarah bangsa selama lebih dari dua

Anisa Kurniawati
Festival Karawitan Putri Gunungkidul

Festival Karawitan Putri Gunungkidul 2025, Ruang Ekspresi Generasi Muda

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kembali menggelar Festival Karawitan Putri Tingkat Kabupaten Gunungkidul tahun 2025. Acara pembukaan berlangsung pada Selasa (27/5) di Taman Budaya Gunungkidul turut dihadiri Wakil Ketua I TP PKK DIY, GKBRAyA Paku Alam. Dalam sambutannya, Gusti Putri mengungkapkan apresiasi mendalam terhadap terselenggaranya festival tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam

Anisa Kurniawati
Pentas Seni Selasa Wagen

Pentas Seni Selasa Wagen DIY, unjukkan Komitmen Lestarikan Kearifan Lokal

Pentas Seni Selasa Wagen kembali digelar, Selasa (27/05) di Amphitheater Teras Malioboro 1, Yogyakarta. Acara menjadi wujud nyata pengabdian para pelaku budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam menghidupkan kembali nilai-nilai luhur tradisi. Dalam sambutan pembukaan yang dibacakan Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Hukum, Pemerintahan dan Politik, Sukamto, mewakili Sekretaris Daerah DIY, disampaikan bahwa kegiatan

Anisa Kurniawati