Berita

EIGER Nature, Wisata Alam dan Budaya di Bogor

Destinasi ekowisata di Megamendung ini memadukan petualangan alam, eksplorasi budaya, rekreasi keluarga, dan peluang bagi talenta kreatif lokal.

Oleh Ridwan

EIGER Nature, Wisata Alam dan Budaya di Bogor
Lanskap hijau EIGER Nature di Megamendung, Kabupaten Bogor, menjadi bagian dari pengembangan destinasi ekowisata yang memadukan pengalaman menjelajahi alam dengan upaya pelestarian lingkungan. Foto: Dok. Eiger Nature
Diterbitkan

Kabupaten Bogor memiliki destinasi ekowisata baru bernama EIGER Nature yang dikembangkan dengan menghubungkan aktivitas wisata alam, pengenalan budaya, dan pelestarian lingkungan. 

Berlokasi di Megamendung, destinasi ini juga diarahkan menjadi tempat kolaborasi bagi pelaku ekonomi kreatif lokal.

EIGER Nature diresmikan pada 27 Oktober 2026 melalui kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan PT Eigerindo Multi Produk Industri. 

Pengembangannya menjadi bagian dari upaya mendorong ekonomi hijau sekaligus membuka peluang bagi talenta kreatif untuk mengolah potensi alam dan budaya Indonesia.

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyampaikan bahwa ekowisata dapat mendukung perkembangan sejumlah subsektor ekonomi kreatif, termasuk fesyen, kriya, arsitektur hijau, dan seni pertunjukan.

Menurut Teuku Riefky, pengembangan destinasi ini memperlihatkan peluang kolaborasi antara ekonomi kreatif dan desain lingkungan untuk mendukung perekonomian masyarakat.

Menjelajahi Alam dan Budaya Megamendung

EIGER Nature dikembangkan di atas lahan tahap pertama seluas 73,23 hektare yang memanfaatkan area PTPN. Pengembangan tersebut juga mengintegrasikan upaya pelestarian kawasan konservasi seluas 253,66 hektare di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

Kawasan ini menawarkan beberapa aktivitas yang dirancang untuk memberikan pengalaman berbeda kepada pengunjung. Aktivitas jelajah alam mencakup Nature Walk dan Forest Adventure. 

Pengunjung juga dapat menikmati jembatan gantung atau Suspension Bridge sebagai bagian dari pengalaman petualangan di kawasan tersebut.

Selain kegiatan di alam terbuka, EIGER Nature menghadirkan Cultural Walk untuk eksplorasi budaya. Tersedia pula fasilitas rekreasi keluarga, seperti Tree House, Net Adventure, dan Playscape.

Ragam aktivitas tersebut memperlihatkan konsep wisata yang tidak hanya berpusat pada rekreasi, tetapi juga mencakup pengalaman menjelajahi alam dan mengenal budaya. 

Meski demikian, masing-masing kegiatan memiliki karakter berbeda sehingga informasi mengenai fasilitas dan ketentuan kunjungan tetap penting bagi calon wisatawan.

Salah satu kolaborasi yang diusung EIGER Nature adalah menjadikan kawasan wisata sebagai tempat bagi pelaku ekonomi kreatif untuk mengembangkan karya. 

Talenta Kreatif Lokal dalam Pengembangan Wisata

Potensi kolaborasi yang disebutkan Kementerian Ekonomi Kreatif mencakup seni pertunjukan, kuliner, dan produk kriya berbasis kreativitas Nusantara.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menegaskan bahwa kawasan tersebut tidak hanya ditujukan sebagai tempat rekreasi, tetapi juga sebagai wadah inkubasi bagi kreator lokal. 

Pengembangan kapasitas pelaku ekonomi kreatif diharapkan dapat membantu mereka bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Ide ini menempatkan kreativitas lokal sebagai bagian dari pengembangan destinasi. 

Seni pertunjukan, kuliner, dan kriya memiliki karakter yang dapat memperkaya pengalaman wisata sekaligus memperkenalkan karya para pelaku kreatif kepada pengunjung.

Pelestarian Alam Bagian Pengembangan Wisata 

Peresmian EIGER Nature diawali dengan prosesi kebudayaan bertajuk Memuliakan Bumi. 

Kegiatan tersebut diisi dengan penanaman pohon dan lantunan lagu-lagu perjuangan sebagai simbol rasa syukur atas kekayaan alam Nusantara sekaligus komitmen untuk merawatnya.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menekankan pentingnya pengembangan destinasi berbasis konservasi dan daya tarik budaya untuk memperkuat pariwisata nasional. 

Pengembangan wisata alam, menurut arah kebijakan yang disampaikannya dalam peresmian tersebut, perlu memperhatikan edukasi, konservasi, dan pemberdayaan masyarakat.

Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan juga mengapresiasi kehadiran EIGER Nature di Kabupaten Bogor. Pemerintah daerah berharap destinasi ini dapat mendukung pariwisata serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Founder dan Chairman EIGER Group Ronny Lukito menekankan bahwa pelestarian alam membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. 

Upaya merawat lingkungan tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga untuk memastikan generasi mendatang tetap dapat mengenal dan menikmati kekayaan alam Indonesia.

EIGER Nature juga menyatakan komitmen terhadap keberlanjutan melalui pengembangan wisata yang menghubungkan alam, budaya, dan manusia.

Dalam konsep yang diperkenalkan melalui situs resminya, pengelola menempatkan konservasi dan pembelajaran lintas generasi sebagai bagian dari pengembangan destinasi.

Kehadiran EIGER Nature menambah pilihan wisata alam di Kabupaten Bogor sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan pelaku ekonomi kreatif. 

Pelaksanaan program konservasi dan keterlibatan masyarakat akan menjadi bagian penting dalam melihat bagaimana gagasan tersebut diwujudkan dalam pengelolaan destinasi.

Tentang Penulis

Ridwan

Ridwan

Mengawali kariernya sebagai wartawan surat kabar, lalu melintasi media online, tabloid, majalah, hingga menjadi produser televisi. Berbekal pengalaman jurnalistik tersebut, ia kini aktif menulis isu-isu budaya, pariwisata, sejarah, hingga politik.

Lihat semua tulisan

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Berita

Lihat semua →
Ikan arwana Super Red asal Kalimantan Barat yang dikenal dari kawasan Kapuas Hulu dan Danau Sentarum.

Kearifan Lokal Menjaga Arwana Super Red Kalbar

Arwana Super Red Kalimantan Barat dikenal di pasar ikan hias internasional. Di sekitar Danau Sentarum, pengetahuan dan keterlibatan masyarakat berperan menjaga kelestarian ikan kebanggaan daerah ini.

Ridwan

Lainnya dari Ridwan

Lihat semua →
Pemandangan kawasan pusat Kota Bandung yang merepresentasikan perkembangan sejarah kota.

Evolusi Bandung Menjadi Kota Modern

Dari pemindahan pusat pemerintahan pada 1810 hingga perkembangan kota kolonial, Bandung tumbuh melalui perubahan kekuasaan, transportasi, dan kehidupan masyarakat.

Ridwan