Berita

Fadli Zon Ingin Borobudur Jadi Pusat Ziarah Buddha Dunia

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan harapannya agar Candi Borobudur dapat dikembangkan sebagai pusat destinasi ziarah internasional bagi umat Buddha dari seluruh dunia. Hal itu diungkapkan saat ia menghadiri Perayaan Hari Raya Tri Suci Waisak 2569 BE di kompleks Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Senin (12/5/2025). Dalam sambutannya, Fadli Zon menekankan pentingnya peran Borobudur sebagai warisan […]

Oleh Achmad Aristyan

Fadli Zon Ingin Borobudur Jadi Pusat Ziarah Buddha Dunia
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menghadiri Perayaan Hari Raya Tri Suci Waisak 2569 BE. Foto: Instagram/@fadlizon
Diterbitkan

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan harapannya agar Candi Borobudur dapat dikembangkan sebagai pusat destinasi ziarah internasional bagi umat Buddha dari seluruh dunia.

Hal itu diungkapkan saat ia menghadiri Perayaan Hari Raya Tri Suci Waisak 2569 BE di kompleks Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Senin (12/5/2025).

Dalam sambutannya, Fadli Zon menekankan pentingnya peran Borobudur sebagai warisan budaya dunia yang bukan hanya menjadi kebanggaan nasional, tetapi juga lambang toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Indonesia.

“Borobudur sebagai warisan budaya kebanggaan bangsa Indonesia ketika awal ditemukannya merupakan sebuah death monument, namun demikian seiring waktu, Borobudur memiliki wajah barunya sebagai living monument,” ujarnya dalam pernyataan tertulis, Selasa (13/5/2025).

Baca Juga: Fadli Zon Ajak HIPIIS Berperan dalam Kebijakan Publik

Ia meyakini, nilai-nilai luhur yang terkandung dalam kemegahan Candi Borobudur dapat memberikan dampak positif yang luas.

“Saya sangat meyakini, nilai-nilai agung yang terkandung dalam kemegahan candi ini dapat memberikan dampak positif bagi bangsa dan negara yang kita cintai ini. Sehingga, kita dapat mendorong aktivasinya menjadi tempat destinasi ziarah bagi umat Buddha di seluruh dunia,” sambungnya.

Perayaan Hari Raya Tri Suci Waisak 2569 BE. Foto: Kemenbud

Fadli juga menegaskan bahwa Borobudur tidak hanya menjadi tempat peribadatan umat Buddha, melainkan juga bisa menjadi ruang spiritual universal.

“Saya berkomitmen untuk terus mempromosikan Borobudur sebagai tempat yang membawa kedamaian, inspirasi, dan pencerahan bagi siapa pun yang mengunjunginya,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) turut menyampaikan kebahagiaannya bisa hadir secara langsung dalam perayaan puncak Waisak ini, yang merupakan pengalaman pertamanya.

“Kita berharap Indonesia di bawah kepemimpinan presiden Prabowo Subianto dapat semakin maju dan sejahtera rakyatnya. Landasan pembangunan adalah Indonesia yang aman dan damai. Kita harap umat Buddha semakin sejahtera, damai harus diperjuangkan dan Indonesia harus menjaga perdamaian,” ucap AHY.

Menteri Agama Nasaruddin Umar juga hadir dan menekankan bahwa inti dari perayaan Waisak adalah kontemplasi.

“Kontemplasi ini penting di tengah kehidupan yang penuh godaan seperti sekarang ini. Kita semua diminta mencontoh orang-orang yang berkepribadian luhur seperti guru,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Umum DPP WALUBI sekaligus Ketua Panitia Waisak Nasional, Hartati Murdaya, menambahkan bahwa perayaan Waisak tahun ini tidak hanya berfokus pada prosesi keagamaan, tetapi juga aksi kemanusiaan.

“Dengan semangat kasih sayang dan kepedulian, kita dapat menjadi pelita bagi sesama dan menciptakan dunia yang lebih baik,” ujarnya.

Sebagai bagian dari rangkaian perayaan, tepat pada pukul 23.55.29 WIB dilakukan penyambutan detik-detik Waisak.

Prosesi ini dilanjutkan dengan Pradaksina, yaitu mengelilingi Candi Borobudur sebanyak tiga kali bersama para bhikkhu dan umat Buddha.

Acara ditutup dengan pelepasan 2.569 lampion, sejumlah tahun Buddhis Era 2569 yang berlangsung di Lapangan Marga Utama, Zona 2 Candi Borobudur.

Baca Juga: Menbud Fadli Zon Sambut Delegasi PUIC dengan Resepsi Budaya

Momen pelepasan lampion ini turut diikuti para menteri dan tamu undangan lainnya, menciptakan suasana khidmat dan penuh harapan.

Perayaan Waisak 2025 kali ini mengangkat tema nasional “Tingkatkan Pengendalian Diri dan Kebijaksanaan Mewujudkan Perdamaian Dunia”, dengan subtema “Bersatu Mewujudkan Damai Waisak untuk Kebahagiaan Semua Makhluk”.

Tema itu dinilai sangat relevan dengan situasi global saat ini, di tengah konflik dan peperangan yang masih terjadi di berbagai belahan dunia.

Perayaan Hari Raya Tri Suci Waisak 2569 BE. Foto: Kemenbud

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Berita

Lihat semua →
Ikan arwana Super Red asal Kalimantan Barat yang dikenal dari kawasan Kapuas Hulu dan Danau Sentarum.

Kearifan Lokal Menjaga Arwana Super Red Kalbar

Arwana Super Red Kalimantan Barat dikenal di pasar ikan hias internasional. Di sekitar Danau Sentarum, pengetahuan dan keterlibatan masyarakat berperan menjaga kelestarian ikan kebanggaan daerah ini.

Ridwan

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan