Berita

Fadli Zon Tegaskan Serangan di Gaza Adalah Genosida Budaya

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap kehancuran warisan budaya di Gaza, menyebutnya bukan hanya sebagai genosida terhadap manusia, melainkan juga sebagai genosida budaya. Hal ini ia sampaikan saat menghadiri Congress of Ministers of Culture of the Islamic World yang digelar di Kazan, Republik Tatarstan, Federasi Rusia, Kamis (15/5/2025). Dalam forum internasional yang merupakan […]

Oleh Achmad Aristyan

Fadli Zon Tegaskan Serangan di Gaza Adalah Genosida Budaya
Fadli Zon dalam Congress of Ministers of Culture of the Islamic World. Foto: Instagram/@fadlizon
Diterbitkan

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap kehancuran warisan budaya di Gaza, menyebutnya bukan hanya sebagai genosida terhadap manusia, melainkan juga sebagai genosida budaya.

Hal ini ia sampaikan saat menghadiri Congress of Ministers of Culture of the Islamic World yang digelar di Kazan, Republik Tatarstan, Federasi Rusia, Kamis (15/5/2025).

Dalam forum internasional yang merupakan bagian dari Kazan Forum bertema Russia and Islamic World, Fadli menegaskan pentingnya solidaritas budaya dunia Islam untuk merespons kejahatan perang yang terjadi, khususnya di wilayah konflik seperti Gaza.

“Apa yang terjadi di Gaza bukan hanya kejahatan kemanusiaan, genosida manusia, namun juga genosida budaya yang tak berperikemanusiaan. Penghancuran identitas suatu bangsa, peradabannya, dan juga warisan budayanya adalah bentuk kejahatan perang yang harus kita respons secara kolektif,” tegas Fadli dalam pernyataan tertulisnya.

Ia mengungkapkan, lebih dari 100 situs budaya di Gaza telah rusak akibat serangan sejak Oktober 2023, yang menurutnya menandakan adanya upaya sistematis untuk menghapus jejak peradaban Palestina.

Baca Juga: Fadli Zon Ajak HIPIIS Berperan dalam Kebijakan Publik

Lebih jauh, Fadli Zon menegaskan bahwa Indonesia akan terus menyuarakan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina, serta berkontribusi dalam menciptakan tatanan global yang lebih adil dan beradab melalui pendekatan diplomasi budaya.

Dalam sambutannya, ia juga menyampaikan apresiasi kepada Menteri Kebudayaan Federasi Rusia Olga Lyubimova atas penyelenggaraan kongres itu.

Menurutnya, pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama lintas negara Islam di bidang budaya, ekonomi, dan perdagangan.

“Pertemuan ini merupakan momentum penting memperkuat solidaritas budaya di antara negara-negara Islam dan memperjuangkan keadilan, martabat, dan perdamaian melalui jembatan diplomasi budaya,” ungkapnya.

Fadli turut membagikan pengalaman Indonesia sebagai negara dengan keragaman budaya, agama, dan etnis yang tetap bersatu dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika.

Ia menegaskan, nilai-nilai seperti gotong royong dan musyawarah menjadi fondasi kuat dalam menjaga harmoni dan membangun moderasi beragama.

Ia juga menyampaikan bahwa pembentukan Kementerian Kebudayaan merupakan bukti konkret dari komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam memajukan kebudayaan Indonesia dan memperkuat diplomasi antarbangsa melalui pendekatan kebudayaan.

Congress of Ministers of Culture of the Islamic World yang digelar di Kazan, Republik Tatarstan, Federasi Rusia. Foto: Instagram/@fadlizon

Dalam kesempatannya, Fadli mengundang seluruh peserta kongres untuk hadir dalam World Culture Forum 2025 yang akan digelar di Bali pada September mendatang.

Forum ini diharapkan menjadi wadah untuk memperkuat kolaborasi budaya global demi perdamaian dunia.

Baca Juga: Menbud Fadli Zon Sambut Delegasi PUIC dengan Resepsi Budaya

Menutup pidatonya, Fadli Zon menyerukan kepada seluruh negara untuk menjadikan budaya sebagai kekuatan utama dalam menciptakan dunia yang damai, adil, dan inklusif bagi generasi mendatang.

“Ketika budaya suatu bangsa diserang, maka identitas masyarakat juga ikut dilemahkan. Maka sudah saatnya kita bersama-sama menjadikan budaya sebagai alat pemersatu, bukan alat untuk memecah belah,” pungkasnya.

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Berita

Lihat semua →
Ikan arwana Super Red asal Kalimantan Barat yang dikenal dari kawasan Kapuas Hulu dan Danau Sentarum.

Kearifan Lokal Menjaga Arwana Super Red Kalbar

Arwana Super Red Kalimantan Barat dikenal di pasar ikan hias internasional. Di sekitar Danau Sentarum, pengetahuan dan keterlibatan masyarakat berperan menjaga kelestarian ikan kebanggaan daerah ini.

Ridwan

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan