Event

Festival Blora Berkebaya 2024 Ajang Desainer Lokal Unjuk Karya

Festival Blora Berkebaya 2024 digelar kali kedua oleh Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil Menengah (Dindagkop UKM) Kabupaten Blora, Jawa Tengah bekerja sama dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Blora dalam rangka dalam Hari Jadi ke-275 Kabupaten Blora. Diikuti 5.000 perempuan dan berlangsung meriah Kegiatan Blora Berkebaya 2024 berlangsung meriah. Apalagi, saat penampilan peserta perwakilan […]

Oleh Anisa Kurniawati

Festival Blora Berkebaya 2024 Ajang Desainer Lokal Unjuk Karya
Peserta parade Blora Berkebaya 2024 di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Foto: Infopublik.id
Diterbitkan

Festival Blora Berkebaya 2024 digelar kali kedua oleh Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil  Menengah  (Dindagkop UKM) Kabupaten  Blora, Jawa Tengah  bekerja sama  dengan  Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Blora dalam rangka dalam Hari Jadi ke-275 Kabupaten Blora.

Diikuti 5.000 perempuan dan berlangsung meriah

Kegiatan Blora Berkebaya 2024  berlangsung meriah. Apalagi, saat penampilan peserta perwakilan dari Kabupaten Blora, Kabupaten Grobogan, dan Kabupaten Rembang berlenggak–lenggok di atas catwalk.

Diikuti seluruh pegawai perempuan dari OPD, BUMD, BUMN dan Organisasi Wanita, dengan jumlah sekitar 5.000 perempuan. Termasuk Wakil Bupati Blora Tri Yuli Setyowati, juga nampak anggun mengenakan kebaya dan berjalan kaki bersama istri Forkopimda dan pejabat Blora.

Festival Blora Berkebaya 2024 diikuti sedikitnya 5.000 perempuan berkebaya. Foto: Blorakab.go.id

Sebagian dari peserta mengenakan kebaya adat Jawa, berbaris mulai Simpang Empat Grojogan jalan Pemuda hingga Alun-Alun Blora, mereka melakukan aksi tari tayub secara kolosal. Parade Blora Berkebaya ditandai dengan pelepasan balon udara oleh Ketua Dekranasda Kabupaten Blora Ainia Sholichah Arief Rohman.

Pentas Tayub Kolosal

Bupati Blora Arief Rohman mengatakan Festival Blora Berkebaya 2024 menjadi salah satu ajang yang baik bagi para desainer lokal untuk menghasilkan karya dan kreasi.

“Melalui giat ini diharapkan dapat menimbulkan ketertarikan masyarakat, terutama generasi muda untuk menggunakan kebaya di berbagai kesempatan, tentunya dengan rasa bangga,” kata Bupati Blora pada pembukaan parade Festival Blora Berkebaya 2024, di sebelah timur Alun-Alun Blora, Minggu (29/12/2024) dikutip dari Infopublik.id.

Peserta berjalan kaki sepanjang 1 kilometer di sepanjang Jalan Pemuda menuju Alun-Alun Blora dengan mengenakan kebaya lengkap. “Ini juga sekaligus dalam rangka memeringati Hari Ibu dan Hari Jadi ke-275 Kabupaten Blora,” ujarnya.

Arief berharap melalui kegiatan Blora Berkebaya ini dapat menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap budaya tradisional. Seperti diketahui 24 Juli ditetapkan sebagai Hari Berkebaya Nasional, berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 19 Tahun 2023. Acara tersebut kata Arief, juga merupakan tindak lanjut Keppres tersebut.

“Saya menyampaikan apresiasi kepada Dindagkop UKM, Dinas Pendidikan, Dinas Porabudpar, Dekranasda Kabupaten Blora, sponsor, seluruh pihak-pihak yang telah guyub rukun nyawiji, bekerja keras mendukung dan mempersiapkan Festival Blora Berkebaya 2024,” ujarnya.

Bupati Blora berharap, semoga dapat menambah wawasan dan kecintaan pada warisan leluhur serta selalu berupaya untuk melestarikan dan mempertahankan warisan budaya, sehingga identitas bangsa Indonesia tetap terjaga.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para pendidik di Kabupaten Blora yang telah berkontribusi menampilkan tari tayub kolosal. “Sungguh luar biasa, apresiasi kepada panjenengan yang telah menyisihkan waktu untuk berlatih demi suksesnya acara ini, di luar waktu mendidik putra putri kami,” kata Bupati Blora.

Dijelaskannya, kebaya melambangkan karakter masyarakat Indonesia yang sabar, anggun, lemah lembut, sopan, dan bersahaja. Secara filosofis lanjut Arief, potongan kebaya selalu mengikuti bentuk tubuh. Artinya, perempuan diharuskan bisa menyesuaikan diri di mana pun mereka berada.

TopikEvent
Event02 JAN 2025

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Event

Lihat semua →
Pameran topeng tradisional Indonesia dan Korea Selatan bertajuk Dua Wajah, Satu Jiwa di Museum Nasional Indonesia.

Dua Wajah, Satu Jiwa Indonesia-Korea

Pameran topeng tradisional Indonesia dan Korea Selatan di Museum Nasional mempertemukan dua tradisi melalui kemiripan karakter, kisah kehidupan, dan nilai budaya.

Ridwan

Lainnya dari Anisa Kurniawati

Lihat semua →
penulisan ulang sejarah Indonesia

DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027

Proyek penulisan ulang sejarah Indonesia resmi mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Persetujuan ini diumumkan dalam Rapat Kerja bersama Komisi X yang digelar di Gedung Nusantara I, mayoritas fraksi menyatakan dukungan terhadap langkah strategis Kementerian Kebudayaan tersebut. Langkah besar ini menandai akhir dari kevakuman penulisan sejarah bangsa selama lebih dari dua

Anisa Kurniawati
Festival Karawitan Putri Gunungkidul

Festival Karawitan Putri Gunungkidul 2025, Ruang Ekspresi Generasi Muda

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kembali menggelar Festival Karawitan Putri Tingkat Kabupaten Gunungkidul tahun 2025. Acara pembukaan berlangsung pada Selasa (27/5) di Taman Budaya Gunungkidul turut dihadiri Wakil Ketua I TP PKK DIY, GKBRAyA Paku Alam. Dalam sambutannya, Gusti Putri mengungkapkan apresiasi mendalam terhadap terselenggaranya festival tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam

Anisa Kurniawati
Pentas Seni Selasa Wagen

Pentas Seni Selasa Wagen DIY, unjukkan Komitmen Lestarikan Kearifan Lokal

Pentas Seni Selasa Wagen kembali digelar, Selasa (27/05) di Amphitheater Teras Malioboro 1, Yogyakarta. Acara menjadi wujud nyata pengabdian para pelaku budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam menghidupkan kembali nilai-nilai luhur tradisi. Dalam sambutan pembukaan yang dibacakan Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Hukum, Pemerintahan dan Politik, Sukamto, mewakili Sekretaris Daerah DIY, disampaikan bahwa kegiatan

Anisa Kurniawati