Event

Festival Sego Takir, Merawat Gotong Royong dan Tradisi Lumajang

Pendopo Arya Wiraraja menjadi saksi kemeriahan Festival Sego Takir yang menutup rangkaian peringatan Hari Jadi ke-769 Kabuaten Lumajang, Jawa Timr, Senin (30/12/2024). Sebuah perayaan yang bukan hanya menampilkan keindahan budaya, tetapi juga memperkuat jati diri masyarakat Lumajang dalam semangat gotong royong dan rasa syukur. “Sego Takir adalah simbol kebersamaan, kesederhanaan, dan rasa syukur yang telah […]

Oleh Anisa Kurniawati

Festival Sego Takir, Merawat Gotong Royong dan Tradisi Lumajang
Festival Sego Takir berlangsung meriah di Pendopo Arya Wiraraja untuk menutup rangkaian peringatan Hari Jadi Lumajang ke-769, Senin (30/12/2024). Foto: Infopublik.id
Diterbitkan

Pendopo Arya Wiraraja menjadi saksi kemeriahan Festival Sego Takir yang menutup rangkaian peringatan Hari Jadi ke-769 Kabuaten Lumajang, Jawa Timr, Senin (30/12/2024).

Sebuah perayaan yang bukan hanya menampilkan keindahan budaya, tetapi juga memperkuat jati diri masyarakat Lumajang dalam semangat gotong royong dan rasa syukur.

“Sego Takir adalah simbol kebersamaan, kesederhanaan, dan rasa syukur yang telah menjadi bagian dari identitas masyarakat Lumajang. Semangat ini harus terus kita pelihara untuk membangun Kabupaten Lumajang yang lebih bermartabat dan berdaya saing,” ujar Pj. Bupati Lumajang, Indah Wahyuni (Bunda Yuyun), saat membuka acara.

Makna Filosofis di Balik Sego Takir

“Sego Takir” berasal dari jargon Kelurahan Ditotrunan, yang berarti Semangat Gotong Royong Nata lan Mikir (menata dan berpikir bersama).

Hidangan ini disajikan dalam wadah tradisional berbahan daun pisang, menggambarkan kesederhanaan, kebersahajaan, dan harmoni dengan alam.

Hidangan Sego Takir disajikan dalam wadah tradisional berbahan daun pisang. Foto: Tangkapan layar Youtube/ Kabupaten Lumajang

Tema tahun ini, Festival Sego Takir Sabdo Roso, mengingatkan pada pentingnya tindakan yang dilandasi ketulusan hati dan komitmen untuk kebersamaan.

Bunda Yuyun menekankan bahwa acara ini bukan sekadar tradisi, tetapi juga pesan moral untuk terus mempererat silaturahmi, menjaga harmoni, dan membangun kebersamaan demi Lumajang yang aman dan sejahtera.

Menghadirkan Sejarah dan Kebersamaan

Dilansir dari Infopublik.id, acara ini menjadi istimewa dengan kehadiran para lurah yang pernah memimpin Kelurahan Ditotrunan serta sejumlah tokoh penting seperti KH. As’at Malik, Bupati Lumajang periode 2015-2018, dan Indah Amperawati, Wakil Bupati Lumajang periode 2018-2023.

Kehadiran mereka menjadi simbol penghormatan terhadap sejarah dan kontribusi para pemimpin dalam perjalanan Lumajang.

Tradisi Kembul Bujono 

Rangkaian acara ditutup dengan kembul bujono—tradisi makan bersama—dimana 1000 porsi Sego Takir disajikan oleh warga Kelurahan Ditotrunan.

Sambil menikmati hidangan, masyarakat disuguhkan pertunjukan spektakuler 1000 kembang api yang menghiasi langit malam, menciptakan suasana hangat dan penuh syukur menyambut tahun baru.

Festival Sego Takir bukan hanya perayaan, tetapi juga tentang merawat tradisi dan menyatukan masyarakat. Acara ini juga  menjadi pengingat bahwa kebersamaan adalah kunci membangun Lumajang yang lebih baik, lebih harmonis, dan lebih bermartabat.

TopikEvent
Event03 JAN 2025

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Event

Lihat semua →
Pameran topeng tradisional Indonesia dan Korea Selatan bertajuk Dua Wajah, Satu Jiwa di Museum Nasional Indonesia.

Dua Wajah, Satu Jiwa Indonesia-Korea

Pameran topeng tradisional Indonesia dan Korea Selatan di Museum Nasional mempertemukan dua tradisi melalui kemiripan karakter, kisah kehidupan, dan nilai budaya.

Ridwan

Lainnya dari Anisa Kurniawati

Lihat semua →
penulisan ulang sejarah Indonesia

DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027

Proyek penulisan ulang sejarah Indonesia resmi mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Persetujuan ini diumumkan dalam Rapat Kerja bersama Komisi X yang digelar di Gedung Nusantara I, mayoritas fraksi menyatakan dukungan terhadap langkah strategis Kementerian Kebudayaan tersebut. Langkah besar ini menandai akhir dari kevakuman penulisan sejarah bangsa selama lebih dari dua

Anisa Kurniawati
Festival Karawitan Putri Gunungkidul

Festival Karawitan Putri Gunungkidul 2025, Ruang Ekspresi Generasi Muda

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kembali menggelar Festival Karawitan Putri Tingkat Kabupaten Gunungkidul tahun 2025. Acara pembukaan berlangsung pada Selasa (27/5) di Taman Budaya Gunungkidul turut dihadiri Wakil Ketua I TP PKK DIY, GKBRAyA Paku Alam. Dalam sambutannya, Gusti Putri mengungkapkan apresiasi mendalam terhadap terselenggaranya festival tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam

Anisa Kurniawati
Pentas Seni Selasa Wagen

Pentas Seni Selasa Wagen DIY, unjukkan Komitmen Lestarikan Kearifan Lokal

Pentas Seni Selasa Wagen kembali digelar, Selasa (27/05) di Amphitheater Teras Malioboro 1, Yogyakarta. Acara menjadi wujud nyata pengabdian para pelaku budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam menghidupkan kembali nilai-nilai luhur tradisi. Dalam sambutan pembukaan yang dibacakan Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Hukum, Pemerintahan dan Politik, Sukamto, mewakili Sekretaris Daerah DIY, disampaikan bahwa kegiatan

Anisa Kurniawati