Gedung eks Asisten Residen atau Gedung Duwur di Indramayu, Jawa Barat, kini resmi menjadi Cagar Budaya. Hal itu dilakukan dalam rangka pelestarian sejarah dan bahan edukasi bagi masyarakat.
Bupati Indramayu, Nina Agustina, menegaskan bahwa pelestarian budaya dan penetapan bangunan bersejarah sebagai cagar budaya merupakan bagian dari komitmennya selama menjabat.
“Indramayu kaya akan khasanah budaya, dan penetapan bangunan bersejarah sebagai cagar budaya adalah bentuk warisan bagi generasi mendatang,” ujar Nina saat meresmikan Gedung Duwur, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Selasa (18/2/2025).
Pemkab Indramayu bersama Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) telah melakukan berbagai kajian dan penelitian terhadap bangunan-bangunan bersejarah di wilayah Indramayu untuk mendapatkan status cagar budaya.
Gedong Duwur, bangunan arsitektur Eropa yang sudah berdiri sejak tahun 1901, terletak di Desa Penganjang, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu. Bangunan ini dipakai sebagai asrama tentara saat agresi militer Belanda pertama.

Saat ini, Indramayu telah menetapkan enam bangunan sebagai Cagar Budaya, yaitu:
- Gedung Pendopo.
- Masjid Kuno Bondan.
- Menara PDAM (Waterleiding) Tirta Darma Ayu.
- Gedung Landraad.
- Gedung PLN Indramayu (Gebeo).
- Gedung Duwur.
Ketua TACB Kabupaten Indramayu, Dedi Musashi, mengungkapkan bahwa Indramayu menyimpan banyak peninggalan bersejarah dari berbagai zaman, mulai dari prasejarah hingga masa kolonial.
Beberapa temuan penting yang menandai sejarah panjang Indramayu meliputi:
- Prasejarah: Penemuan fosil gajah purba di Desa Cikawung, Kecamatan Terisi.
- Masa Perundagian: Ditemukannya batuan menhir di berbagai wilayah Indramayu.
- Masa Hindu-Buddha: Penemuan bangunan menyerupai candi di Desa Sambimaya dan berbagai gerabah kuno di Kecamatan Balongan.
- Masa Islam: Banyaknya makam-makam kuno yang menjadi peninggalan sejarah keislaman di Indramayu.
- Masa Kolonial: Keberadaan Gereja Kristen Indonesia (GKI) yang telah berdiri sejak abad ke-18.
“Terima kasih kepada Bupati Nina Agustina yang telah peduli dengan pelestarian cagar budaya di Indramayu. Ini akan menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang,” ujar Dedi Musashi.
Sebagai simbol peresmian, Bupati Indramayu melakukan pengguntingan pita di depan Gedung Duwur, yang dilanjutkan dengan peninjauan ke dalam gedung bersama para tamu undangan.
Dengan diresmikannya Gedung Duwur sebagai Cagar Budaya, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya melestarikan warisan sejarah dan menjadikannya sebagai bagian dari identitas budaya Indramayu.