Pariwisata

Histori Benteng Karangbolong: Dari Kolonial Hingga Masa Kini

Benteng Karangbolong, salah satu bangunan peninggalan masa kolonial Belanda. Benteng ini terletak di bagian timur pulau, tepatnya di Desa Tambakreja, Kecamatan Cilacap Selatan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Mengutip dari laman resmi Kemdikbud, Benteng Karangbolong dibangun Belanda pada abad ke-19 sebagai bagian dari sistem pertahanan pantai. Benteng ini dibangun Belanda yang bertujuan untuk melindungi pelabuhan Cilacap […]

Oleh Anisa Kurniawati

Histori Benteng Karangbolong: Dari Kolonial Hingga Masa Kini
Foto: pinterest/ dangdude03
Diterbitkan

Benteng Karangbolong, salah satu bangunan peninggalan masa kolonial Belanda. Benteng ini terletak di bagian timur pulau, tepatnya di Desa Tambakreja, Kecamatan Cilacap Selatan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Mengutip dari laman resmi Kemdikbud, Benteng Karangbolong dibangun Belanda pada abad ke-19 sebagai bagian dari sistem pertahanan pantai.

Benteng ini dibangun Belanda yang bertujuan untuk melindungi pelabuhan Cilacap dari ancaman serangan musuh yang datang nmenyerang dari laut. 

Napoleon Tower

Keberadaan benteng ini mengindikasikan bahwa pelabuhan Cilacap dahulu memiliki peran yang sangat penting bagi Belanda. Area benteng yang luas, sekitar 12 hektare, menunjukkan betapa strategisnya lokasi ini.

Benteng yang dibangun pada 1716 ini merupakan bentuk dari strategi militer pada masanya.

Uniknya, benteng Karangbolong dibangun dengan jenis benteng 1811 Model-Tower atau lebih dikenal dengan nama Napoleon Tower. Karena teknologi benteng itu dikembangkan Napoleon Bonaparte, sang penakluk dari Prancis.

Arsitektur Benteng 

Benteng Karangbolong memiliki gerbang benteng, yang menjadi satu-satunya akses masuk. Gerbang ini dibangun dari bata berlepa dan memiliki dimensi 15 x 9,6 meter dengan tinggi 14,3 meter.

Kemudian benteng ini dikelilingi parit selebar 18 meter dan sedalam 3 meter. Fungsi benteng adalah untuk menghambat serangan musuh.

Di dalam kompleks Benteng Karangbolong, terdapat beberapa struktur penting, seperti gerbang benteng, tembok keliling, bangunan utama, sisa-sisa rumah Belanda, dan benteng Jepang. 

Bangunan utama benteng memiliki empat lantai dengan fungsi berbeda.

Lantai pertama digunakan sebagai penjara. Lantai kedua memiliki ruang komandan, ruang meriam, ruang absen, ruang aula, ruang pengintai, dan pos jaga. Lantai ketiga digunakan  komandan. Lantai keempat difungsikan untuk menempatkan senjata berat.

Benteng ini juga berdekatan dengan area Benteng Klingker, yang terletak hanya sekitar 1,6 kilometer dari Benteng Karangbolong.

Konon, benteng ini menjadi saksi bisu atas sejarah kelam, termasuk pembantaian terhadap pekerja paksa yang tidak lagi mampu bekerja karena sakit atau usia tua.

Saat ini, Benteng Karangbolong tidak lagi utuh. Banyak bagian dinding yang telah runtuh dan ditumbuhi oleh akar pohon serta tanaman merambat.

Namun, sisa-sisa eksistenis bangunan pertahanan perang ini masih dapat dilihat dan memberikan gambaran tentang pentingnya peran benteng ini di masa lalu. 

TopikPariwisata
Pariwisata11 JAN 2025

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Pariwisata

Lihat semua →

Lainnya dari Anisa Kurniawati

Lihat semua →
penulisan ulang sejarah Indonesia

DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027

Proyek penulisan ulang sejarah Indonesia resmi mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Persetujuan ini diumumkan dalam Rapat Kerja bersama Komisi X yang digelar di Gedung Nusantara I, mayoritas fraksi menyatakan dukungan terhadap langkah strategis Kementerian Kebudayaan tersebut. Langkah besar ini menandai akhir dari kevakuman penulisan sejarah bangsa selama lebih dari dua

Anisa Kurniawati
Festival Karawitan Putri Gunungkidul

Festival Karawitan Putri Gunungkidul 2025, Ruang Ekspresi Generasi Muda

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kembali menggelar Festival Karawitan Putri Tingkat Kabupaten Gunungkidul tahun 2025. Acara pembukaan berlangsung pada Selasa (27/5) di Taman Budaya Gunungkidul turut dihadiri Wakil Ketua I TP PKK DIY, GKBRAyA Paku Alam. Dalam sambutannya, Gusti Putri mengungkapkan apresiasi mendalam terhadap terselenggaranya festival tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam

Anisa Kurniawati
Pentas Seni Selasa Wagen

Pentas Seni Selasa Wagen DIY, unjukkan Komitmen Lestarikan Kearifan Lokal

Pentas Seni Selasa Wagen kembali digelar, Selasa (27/05) di Amphitheater Teras Malioboro 1, Yogyakarta. Acara menjadi wujud nyata pengabdian para pelaku budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam menghidupkan kembali nilai-nilai luhur tradisi. Dalam sambutan pembukaan yang dibacakan Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Hukum, Pemerintahan dan Politik, Sukamto, mewakili Sekretaris Daerah DIY, disampaikan bahwa kegiatan

Anisa Kurniawati