Joshua Michael Nainggolan, atau yang akrab disapa Jojo, meraih prestasi membanggakan dengan meraih medali emas Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) 2024 kategori Film Pendek.
Mengutip laman resmi Kemendikbudristek, Jojo merupakan adik dari Norman Jefferson Nainggolan, mahasiswa Royal Conservatoire of Scotland yang menempuh studi melalui Beasiswa Indonesia Maju.
Siswa SMAK BPK Penabur Bandar Lampung ini mengaku bercita-cita menjadi sutradara dan penulis skenario dengan harapan karya-karyanya dapat dikenal dan bermanfaat bagi banyak orang.
Perjalanan kreatif Joshua dimulai ketika ia mengikuti lomba video online saat pandemi dan berhasil meraih juara pertama. Berangkat dari situ, gurunya di sekolah menaruh perhatian dan turut mendorongnya berpartisipasi dalam berbagai kompetisi nasional.
Karya Joshua menjadi Nominee dalam Festival Video Edukasi 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), 15 November 2021.
Sejak saat itu, ia terus berkarya dan meraih banyak penghargaan, termasuk juara dalam berbagai kompetisi internasional dan nasional. Karya Jojo dinilai berhasil menarik perhatian juri pada berbagai tingkatan lomba, mulai dari tingkat kota, provinsi, hingga semifinal, dengan karya berjudul “Segara”.
Film itu mengangkat tema perjuangan seorang anak nelayan yang memiliki mimpi untuk menjadi pelukis terkenal namun terhalang faktor kesulitan ekonomi.
Baca juga: Nya Abbas Akup, Sutradara Legendaris Film Komedi
Pada tingkat nasional di FLS2N 2024, Jojo bersama Pranadipta Pandu Styawan dan Clarenssa Cavallera menampilkan film berjudul “Kaset Pita”. Tema yang diangkat kali ini ialah mengeksplorasi nilai seni dan budaya sebagai harta yang memberikan jati diri dan makna hidup.
Bagi Jojo, meskipun ia harus melalui proses panjang dan tantangan sulit, pengalaman itu menjadi berharga dan memicu para sineas di seluruh Indonesia terus berkolaborasi menghasilkan karya-karya terbaik yang mengharumkan nama bangsa di kancah dunia.
Jojo juga berpesan kepada generasi muda untuk menghabiskan waktu dengan banyak belajar dan terus berusaha menggapai cita-cita. “Meskipun proses syuting Final Film Pendek FLS2N kemarin menghadirkan tantangan dan rasa lelah, semangat dalam diri bahwa “It’s all gonna be worth it” mendorong tim untuk terus berjuang,” ujarnya.
Baca juga:Rizal Mantovani, Dari Musik Video ke Sutradara Horor
Saat ini, Joshua Nainggolan menekuni produksi film sebagai penulis, sutradara dan juga sinematografer. Jojo menyebut, sebagai pembuat film, hal yang paling sering dilakukanya adalah menonton film dan mempelajarinya, mulai dari sisi cerita (filosofi) hingga ke teknis visualnya.
Sebelum meraih emas di FLS2N, Joshua dan teman-temannya berhasil mendapatkan juara satu pada kompetisi video yang digelar BEM FEIS dan Humaniora Universitas Aisyiyah Yogyakarta sebagai Pembuat Script Terbaik. Sementara Directort of Photography Terbaik diraih dari Communication Short Film Competition 2024 SMA/SMK di Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Jatim.
Bagi yang ingin mengetahui lebih dekat profil Joshua Nainggolan dapat mengunjungi : www.joshuamichaelvisualarts.com. (Foto: Kemendikbudristek)