Tradisi

Kembang Dharmo dan Tradisi Ider Bumi, Simbol Pelancar Jodoh

Tepat tujuh hari usai ritual adat Seblang di Desa Olehsari, digelar, ada satu proses bermakna lainnya yaitu pembagian kembang dharmo dan ider bumi. Prosesi ini menjadi penanda berakhirnya tradisi adat suku Osing itu. Ritual seblang sendiri adalah tradisi tarian mistis yang dilakukan di Desa Olehsari, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur sebagai bentuk syukur, bersih desa, dan […]

Oleh Anisa Kurniawati

Kembang Dharmo dan Tradisi Ider Bumi, Simbol Pelancar Jodoh
Rangkaian adat Seblang Olehsari ini, sekarang telah masuk dalam jadwal Banyuwangi Festival. Foto: banyuwangikab.go.id
Diterbitkan

Tepat tujuh hari usai ritual adat Seblang di Desa Olehsari, digelar, ada satu proses bermakna lainnya yaitu pembagian kembang dharmo dan ider bumi. Prosesi ini menjadi penanda berakhirnya tradisi adat suku Osing itu.

Ritual seblang sendiri adalah tradisi tarian mistis yang dilakukan di Desa Olehsari, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur sebagai bentuk syukur, bersih desa, dan tolak bala.

Biasanya digelar selama tujuh hari berturut-turut setelah Hari Raya Idul Fitri. Salah satu ciri khas dari ritual ini adalah adanya penari seblang yang dipilih tetua adat.

Tarian penari seblang melibatkan kegiatan mistis karena si penari akan dirasuki roh halus agar bisa menari. Kembang dharmo merupakan salah satu properti yang digunakan penari seblang.

Pembagian Kembang Dharmo 

Setelah ritual adat Seblang berakhir, penonton akan mengitari pentas yang di tengahnya terdapat payung besar dari kain putih. Mereka semua menunggu pembagian kembang dharmo yang digunakan penari Seblang. 

Kembang dharmo adalah untaian bunga yang terdiri dari bunga Kemuning, Melati dan beberapa bunga lainnya. Untaian bunga ini dikaitkan dengan tangkai dari bambu.

Bunga itu kemudian dijual ke penonton dengan harga mulai 2 ribu rupiah hingga 10 ribu rupiah. Terserah penonton yang menghendakinya. Bunga yang telah melalui proses ritual adat Seblang, dipercaya dapat menjadi perantara untuk melancarkan jodoh.

Namun menurut sesepuh kampung, kembang itu hanya sebagai perantara. Keyakinan untuk dapat jodoh tetap disadarkan pada Allah. 

Ider Bumi

Setelah proses pembagian kembang dharmo, penari Seblang akan melakukan ider bumi. Diiringi dengan gending-gending dan tetabuhan, penari Seblang menari berkeliling ke sudut-sudut desa. 

Menurut tetua adat, proses ini sebagian upaya ungkapan rasa syukur atas keselamatan masyarakat desa yang juga bisa disebut sebagai Ritual Pengusir bahaya (Tolak Bala). Selain itu untuk meminta keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa. 

Dengan selesainya prosesi itu, maka pagelaran Seblang berakhir. Seblang telah menjadi adat yang turun temurun bagi masyarakat Osing di Desa Olehsari. Rangkaian adat Seblang Olehsari ini, sekarang telah masuk dalam jadwal Banyuwangi Festival.

TopikTradisi
Tradisi02 JAN 2025

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Tradisi

Lihat semua →

Lainnya dari Anisa Kurniawati

Lihat semua →
penulisan ulang sejarah Indonesia

DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027

Proyek penulisan ulang sejarah Indonesia resmi mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Persetujuan ini diumumkan dalam Rapat Kerja bersama Komisi X yang digelar di Gedung Nusantara I, mayoritas fraksi menyatakan dukungan terhadap langkah strategis Kementerian Kebudayaan tersebut. Langkah besar ini menandai akhir dari kevakuman penulisan sejarah bangsa selama lebih dari dua

Anisa Kurniawati
Festival Karawitan Putri Gunungkidul

Festival Karawitan Putri Gunungkidul 2025, Ruang Ekspresi Generasi Muda

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kembali menggelar Festival Karawitan Putri Tingkat Kabupaten Gunungkidul tahun 2025. Acara pembukaan berlangsung pada Selasa (27/5) di Taman Budaya Gunungkidul turut dihadiri Wakil Ketua I TP PKK DIY, GKBRAyA Paku Alam. Dalam sambutannya, Gusti Putri mengungkapkan apresiasi mendalam terhadap terselenggaranya festival tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam

Anisa Kurniawati
Pentas Seni Selasa Wagen

Pentas Seni Selasa Wagen DIY, unjukkan Komitmen Lestarikan Kearifan Lokal

Pentas Seni Selasa Wagen kembali digelar, Selasa (27/05) di Amphitheater Teras Malioboro 1, Yogyakarta. Acara menjadi wujud nyata pengabdian para pelaku budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam menghidupkan kembali nilai-nilai luhur tradisi. Dalam sambutan pembukaan yang dibacakan Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Hukum, Pemerintahan dan Politik, Sukamto, mewakili Sekretaris Daerah DIY, disampaikan bahwa kegiatan

Anisa Kurniawati