Tradisi

Keunikan Toki Pintu, Tradisi Ketuk Pintu di Pernikahan Manado

Masyarakat Minahasa, Sulawesi Utara memiliki salah satu rangkaian upacara pernikahan adat yang penuh makna yaitu Toki Pintu. Upacara ini melambangkan pembukaan pintu gerbang pernikahan bagi pasangan baru. Tahapan upacara ini dilakukan dengan mengetuk pintu tiga kali oleh wali pihak pengantin pria. Dalam bahasa Minahasa, Toki Pintu secara harfiah memiliki arti “membuka pintu”. Upacara ini merupakan bagian […]

Oleh Anisa Kurniawati

Keunikan Toki Pintu, Tradisi Ketuk Pintu di Pernikahan Manado
TradisI Toki Pintu. Foto: Istimewa
Diterbitkan

Masyarakat Minahasa, Sulawesi Utara memiliki salah satu rangkaian upacara pernikahan adat yang penuh makna yaitu Toki Pintu. Upacara ini melambangkan pembukaan pintu gerbang pernikahan bagi pasangan baru.

Tahapan upacara ini dilakukan dengan mengetuk pintu tiga kali oleh wali pihak pengantin pria. 

Dalam bahasa Minahasa, Toki Pintu secara harfiah memiliki arti “membuka pintu”. Upacara ini merupakan bagian dari Upacara Maso Minta. 

Toki Pintu dilakukan setelah syarat terpenuhi yakni lokasi upacara yaitu rumah atau pintu gerbang.

Selain itu pasangan dan keluarga mempersiapkan pengadaan hewan kurban (biasanya babi), pakaian adat, makanan, minuman, serta segala perlengkapan dan persembahan untuk upacara. 

Tak hanya itu, pasangan juga harus menyepakati dengan tukang pintu. Peran tukang pintu ini nantinya yang akan membuka pintu gerbang pernikahan.

Selain itu, dalam budaya Minahasa, pernikahan seringkali melibatkan persetujuan dan dukungan dari keluarga dan komunitas.

Prosesi Upacara Toki Pintu

Upacara Toki Pintu diawali dengan memastikan bahwa kediaman pengantin wanita dalam keadaan sunyi. Semua jendela dan pintu harus tertutup dan lampu dimatikan.

Lalu, rombongan pengantin pria menghampiri kediaman mempelai wanita yang dilakukan wali. 

Dipimpin wali dari pihak pria sambil membawa seserahan, mengetuk pintu tiga kali. Diketukan yang pertama dan kedua, pintu tidak akan dibuka. Baru pada ketukan ketiga pintu akan dibuka, dan disambut wali pengantin wanita.

Setelah itu diadakan dialog dalam bahasa daerah Minahasa. Kemudian pengantin pria mengetuk pintu kamar pengantin wanita, namun yang keluar perempuan lain. Pada permintaan ketiga, baru pengantin wanita keluar dari kamar. 

Proses selanjutnya yaitu penyerahan mas kawin. Dalam tradisi Maso, semua mas kawin tidak diserahkan namun terdapat tawar menawar antar kedua belah pihak.

Simbol Kebersamaan dalam Keluarga

Kemudian dilanjutkan dengan prosesi “Pepeko’an” yaitu menghitung jumlah hantaran apakah sudah sesuai keinginan pihak pengantin wanita atau belum. 

Upacara Toki Pintu memiliki makna yang mendalam. Pintu gerbang atau pintu kamar menggambarkan peralihan pasangan dari kehidupan lajang ke  kehidupan berumah tangga. Disisi lain, upacara ini menyimbolkan kebersamaan dalam keluarga. 

Toki Pintu adalah suatu perpaduan unik dari antara adat, budaya dan tradisi Minahasa. Upacara ini telah mengakar dalam adat Minahasa selama berabad-abad dan telah menjadi bagian dari budaya dan identitas suku Minahasa. (Dari berbagai sumber)

TopikTradisi
Tradisi03 FEB 2025

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Tradisi

Lihat semua →

Lainnya dari Anisa Kurniawati

Lihat semua →
penulisan ulang sejarah Indonesia

DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027

Proyek penulisan ulang sejarah Indonesia resmi mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Persetujuan ini diumumkan dalam Rapat Kerja bersama Komisi X yang digelar di Gedung Nusantara I, mayoritas fraksi menyatakan dukungan terhadap langkah strategis Kementerian Kebudayaan tersebut. Langkah besar ini menandai akhir dari kevakuman penulisan sejarah bangsa selama lebih dari dua

Anisa Kurniawati
Festival Karawitan Putri Gunungkidul

Festival Karawitan Putri Gunungkidul 2025, Ruang Ekspresi Generasi Muda

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kembali menggelar Festival Karawitan Putri Tingkat Kabupaten Gunungkidul tahun 2025. Acara pembukaan berlangsung pada Selasa (27/5) di Taman Budaya Gunungkidul turut dihadiri Wakil Ketua I TP PKK DIY, GKBRAyA Paku Alam. Dalam sambutannya, Gusti Putri mengungkapkan apresiasi mendalam terhadap terselenggaranya festival tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam

Anisa Kurniawati
Pentas Seni Selasa Wagen

Pentas Seni Selasa Wagen DIY, unjukkan Komitmen Lestarikan Kearifan Lokal

Pentas Seni Selasa Wagen kembali digelar, Selasa (27/05) di Amphitheater Teras Malioboro 1, Yogyakarta. Acara menjadi wujud nyata pengabdian para pelaku budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam menghidupkan kembali nilai-nilai luhur tradisi. Dalam sambutan pembukaan yang dibacakan Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Hukum, Pemerintahan dan Politik, Sukamto, mewakili Sekretaris Daerah DIY, disampaikan bahwa kegiatan

Anisa Kurniawati