Budaya

Kuliner Sie Itek, Kuah Bebek Berselimut Rempah Khas Aceh

Wilayah di ujung barat Indonesia yang terkenal dengan tradisi dan budaya Islamnya yakni Aceh, menyimpan berbagai kekayaan kuliner yang menggugah selera. Sie Itek, adalah salah satu hidangan khas Aceh yang unik dan penuh cita rasa. Secara harfiah, Sie Itek berarti kuah bebek. Masakan ini memili ciri khas kuah rasa kari. Hampir semua keude bu (kedai […]

Oleh Anisa Kurniawati

Kuliner Sie Itek, Kuah Bebek Berselimut Rempah Khas Aceh
Kuliner Sie Itek khas Aceh ini memiliki rasa yang lezat dan guri. Foto: food.detik.com
Diterbitkan

Wilayah di ujung barat Indonesia yang terkenal dengan tradisi dan budaya Islamnya yakni Aceh, menyimpan berbagai kekayaan kuliner yang menggugah selera. Sie Itek, adalah salah satu hidangan khas Aceh yang unik dan penuh cita rasa. 

Secara harfiah, Sie Itek berarti kuah bebek. Masakan ini memili ciri khas kuah rasa kari. Hampir semua keude bu (kedai nasi) di Aceh menyediakan masakan ini. Selain sie itek juga ada sie kemeng (kambing) dan sie manok (ayam).

Mirip Opor Ayam

Sie Itek terdapat dua varian yaitu, masak meurah dan masak puteh (muebleng). Sie itek masak meurah memiliki kuah yang berwarna merah dari cabai merah. Nama makanan ini mirip dengan masakan khas Banjarmasin, yakni itek masak habang.

Sedangkan itek masak puteh mirip opor di Jawa, berwarna putih, rasanya gurih, dan tidak pedas.

Sebagian orang menyebut sie itek masak puteh dengan sebutan masak kurma, meski masakan ini tidak memakai kurma, baik sebagai bahan maupun bumbunya.

Kuliner dengan Puluhan Rempah

Kuliner khas Aceh ini memiliki rasa yang lezat dan gurih. Hal ini dikarenakan memerlukan antara 12-20 jenis rempah untuk memasaknya.

Bahan utamanya, bebek muda yang telah dilumuri perasan jeruk nipis untuk menghilangkan bau. 

Kemudian ada juga bumbu halus untuk memarinasi bebek yang terdiri dari cabai merah, bawang merah dan putih, kunyit, jahe, bunga lawang, kapulaga, kemiri, kacang tanah, pala, jintan, lada, ketumbar, dan cengkeh. 

Setelah dimarinasi, bebek kemudian tumis irisan bawang merah dan putih hingga harum. Lalu masukkan bumbu utuh yang terdiri dari, daun koja, daun pandan ikat simpul, kapulaga, bunga lawang, batang serai geprek, dan lengkuas geprek.

Setelah harum, masukkan bebek beserta semua bumbu halus, tuang air secukupnya, lanjutkan mengungkep bebek dengan bumbu hingga dagingnya empuk. Selanjutnya, tuang santan dan koreksi rasa. Masak hingga kuah mengental dan meresap. 

Ciri khas dari kuliner ini adalah aromanya yang menonjol. Aroma ini dihasilkan dari daun temurui (daun kari atau salam koja) dan daun pandanuntuk mengikat setiap potong bebek yang dimasak. Bersama sepiring nasi hangat, kuliner ini dapat menambah selera makan Anda berlipat ganda. (Dari berbagai sumber)

TopikBudaya
Budaya24 JAN 2025

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Budaya

Lihat semua →
Tradisi makan bajamba

Makan Bajamba di Meja Diplomasi

Makan bajamba bukan sekadar tradisi bersantap bersama, melainkan cerminan kebersamaan dan penghormatan yang dapat menginspirasi jamuan diplomatik.

Ridwan
ampilan gim Kenupi karya U-Lika Studio yang mengangkat budaya Dayak Kenyah melalui seni piksel.

Petualangan Dayak Kenyah di Kenupi

Kenupi menghadirkan budaya Dayak Kenyah melalui gim berbasis seni piksel yang dikembangkan U-Lika Studio sebagai bagian dari kampanye Jejak: Jelajah Dayak Kenyah

Ridwan

Lainnya dari Anisa Kurniawati

Lihat semua →
penulisan ulang sejarah Indonesia

DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027

Proyek penulisan ulang sejarah Indonesia resmi mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Persetujuan ini diumumkan dalam Rapat Kerja bersama Komisi X yang digelar di Gedung Nusantara I, mayoritas fraksi menyatakan dukungan terhadap langkah strategis Kementerian Kebudayaan tersebut. Langkah besar ini menandai akhir dari kevakuman penulisan sejarah bangsa selama lebih dari dua

Anisa Kurniawati
Festival Karawitan Putri Gunungkidul

Festival Karawitan Putri Gunungkidul 2025, Ruang Ekspresi Generasi Muda

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kembali menggelar Festival Karawitan Putri Tingkat Kabupaten Gunungkidul tahun 2025. Acara pembukaan berlangsung pada Selasa (27/5) di Taman Budaya Gunungkidul turut dihadiri Wakil Ketua I TP PKK DIY, GKBRAyA Paku Alam. Dalam sambutannya, Gusti Putri mengungkapkan apresiasi mendalam terhadap terselenggaranya festival tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam

Anisa Kurniawati
Pentas Seni Selasa Wagen

Pentas Seni Selasa Wagen DIY, unjukkan Komitmen Lestarikan Kearifan Lokal

Pentas Seni Selasa Wagen kembali digelar, Selasa (27/05) di Amphitheater Teras Malioboro 1, Yogyakarta. Acara menjadi wujud nyata pengabdian para pelaku budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam menghidupkan kembali nilai-nilai luhur tradisi. Dalam sambutan pembukaan yang dibacakan Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Hukum, Pemerintahan dan Politik, Sukamto, mewakili Sekretaris Daerah DIY, disampaikan bahwa kegiatan

Anisa Kurniawati