Cerita Rakyat

Legenda Arjuna dan Asal Usul Gunung Arjuno di Jawa Timur

Gunung Arjuno merupakan salah satu gunung tertinggi di Jawa Timur yang terletak di perbatasan Kota Batu, Kabupaten Malang, dan Kabupaten Pasuruan. Gunung ini destinasi favorit para pendaki. Nama Gunung Arjuno diambil dari salah satu tokoh pewayangan dalam epos Mahabharata, yaitu Arjuna. Arti nama Arjuna adalah bersinar atau yang bercahaya. Arjuna adalah salah satu Pandawa Lima, […]

Oleh Anisa Kurniawati

Legenda Arjuna dan Asal Usul Gunung Arjuno di Jawa Timur
Ilustrasi Gunung Arjuna yang berdiri megah di sebelah utara Kota Batu, Malang. Foto: Pinterest/ Guidetrip Review
Diterbitkan

Gunung Arjuno merupakan salah satu gunung tertinggi di Jawa Timur yang terletak di perbatasan Kota Batu, Kabupaten Malang, dan Kabupaten Pasuruan. Gunung ini destinasi favorit para pendaki. 

Nama Gunung Arjuno diambil dari salah satu tokoh pewayangan dalam epos Mahabharata, yaitu Arjuna. Arti nama Arjuna adalah bersinar atau yang bercahaya.

Arjuna adalah salah satu Pandawa Lima, anak Prabu Pandu dari Kerajaan Hastinapura. 

Arjuna dikenal sebagai sosok yang memiliki ilmu kesaktian tinggi dan titisan Dewa Indra, Dewa Perang. Kemahirannya dalam seni memanah serta kesaktiannya diperoleh dari ketekunannya bertapa dan memperoleh anugerah dari para dewa.

Legenda Arjuna dan Pertapaannya

Dilansir dari ngalam.id, dikisahkan Arjuna melakukan pertapaan karena belum puas dengan kesaktian yang dimilikinya. Suatu saat Arjuna melakukan pertapaan di puncak gunung dengan sangat tekun hingga berbulan-bulan. 

Hasilnya, Arjuna mampu mengeluarkan sinar dahsyat dari tubuhnya, yang mengguncang kahyangan Suralaya. Kawah Candradimuka mendidih, lahar menyembur, dan petir menggelegar di siang hari.

Puncak gunung tempatnya bertapa terangkat hingga hampir menyentuh langit. 

Peristiwa ini membuat para dewa khawatir dan bersidang dipimpin Batara Guru. Para dewa sepakat mengutus Batara Narada agar membujuk Arjuna menghentikan pertapaannya. 

Namun, Arjuna menolak dan tetap betapa dengan harapan mendapatkan lebih banyak kesaktian.

Berbagai cara dilakukan para dewa, mulai dari mengirim bidadari untuk menggoda hingga mengutus dedemit untuk menakut-nakutinya, tetapi semuanya gagal.

Nama Gunung Arjuna dan Gunung Wukir

Akhirnya, Batara Guru memerintahkan Semar, pengasuh Pandawa, menyadarkan Arjuna. Semar dan adiknya Togog, menggunakan kesaktiannya memotong bagian bawah puncak gunung.

Puncak gunung kemudian dilemparkan ke tempat lain, menyebabkan suara gemuruh yang membangunkan Arjuna dari pertapaannya. Usai kejadian itu, Arjuna merasa malu dan menyadari kesalahannya setelah mendengar nasihat dari Semar. 

Ia pun berterima kasih karena telah diingatkan agar tidak terlalu angkuh dalam mengejar kesaktian. Sejak peristiwa itu, gunung tempat Arjuna bertapa diberi nama Gunung Arjuna. 

Sedangkan puncak yang dilemparkan Semar,dinamai Gunung Wukir. Gunung Arjuna kini berdiri megah di utara Kota Batu, sementara Gunung Wukir terletak di tenggara Kota Batu.

TopikCerita Rakyat
Cerita Rakyat03 FEB 2025

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Cerita Rakyat

Lihat semua →

Lainnya dari Anisa Kurniawati

Lihat semua →
penulisan ulang sejarah Indonesia

DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027

Proyek penulisan ulang sejarah Indonesia resmi mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Persetujuan ini diumumkan dalam Rapat Kerja bersama Komisi X yang digelar di Gedung Nusantara I, mayoritas fraksi menyatakan dukungan terhadap langkah strategis Kementerian Kebudayaan tersebut. Langkah besar ini menandai akhir dari kevakuman penulisan sejarah bangsa selama lebih dari dua

Anisa Kurniawati
Festival Karawitan Putri Gunungkidul

Festival Karawitan Putri Gunungkidul 2025, Ruang Ekspresi Generasi Muda

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kembali menggelar Festival Karawitan Putri Tingkat Kabupaten Gunungkidul tahun 2025. Acara pembukaan berlangsung pada Selasa (27/5) di Taman Budaya Gunungkidul turut dihadiri Wakil Ketua I TP PKK DIY, GKBRAyA Paku Alam. Dalam sambutannya, Gusti Putri mengungkapkan apresiasi mendalam terhadap terselenggaranya festival tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam

Anisa Kurniawati
Pentas Seni Selasa Wagen

Pentas Seni Selasa Wagen DIY, unjukkan Komitmen Lestarikan Kearifan Lokal

Pentas Seni Selasa Wagen kembali digelar, Selasa (27/05) di Amphitheater Teras Malioboro 1, Yogyakarta. Acara menjadi wujud nyata pengabdian para pelaku budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam menghidupkan kembali nilai-nilai luhur tradisi. Dalam sambutan pembukaan yang dibacakan Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Hukum, Pemerintahan dan Politik, Sukamto, mewakili Sekretaris Daerah DIY, disampaikan bahwa kegiatan

Anisa Kurniawati