Budaya

Melestarikan Kesenian Randai, Pentas Teater Khas Minangkabau

Randai, salah satu kesenian tradisional khas Minangkabau yang memadukan unsur seni drama, tari, musik, dan suara. Dimainkan secara berkelompok, kesenian ini menyampaikan cerita melalui nyanyian secara bergantian. Istilah Randai berasal dari kata marandai atau malinka yang berarti membentuk lingkaran. Selain itu, Randai juga memiliki makna lain dari kata randai, yaitu ber(h)andai. Arti kata ini berarti […]

Oleh Anisa Kurniawati

Melestarikan Kesenian Randai, Pentas Teater Khas Minangkabau
Dalam pentas Randai, para pemain terkadang menggunakan dialog dalam bahasa Minang yang dikemas dalam bentuk prosa dan pantun. Foto: wikimedia commons
Diterbitkan

Randai, salah satu kesenian tradisional khas Minangkabau yang memadukan unsur seni drama, tari, musik, dan suara. Dimainkan secara berkelompok, kesenian ini menyampaikan cerita melalui nyanyian secara bergantian. 

Istilah Randai berasal dari kata marandai atau malinka yang berarti membentuk lingkaran. Selain itu, Randai juga memiliki makna lain dari kata randai, yaitu ber(h)andai.

Arti kata ini berarti bertutur menggunakan kalimat kiasan atau kata-kata samar.

Sejarah dan Asal-Usul Randai

Randai diyakini berasal dari masyarakat Periangan, Padang Panjang, Sumatera Barat. Konon, kesenian ini pertama kali dimainkan ketika masyarakat berhasil menangkap seekor rusa.

Seiring waktu, Randai berkembang menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat Minangkabau.

Mereka menjadikan kesenian ini sebagai sarana komunikasi serta hiburan rakyat. Pada masa penjajahan Jepang, kesenian ini sempat mengalami kemunduran, namun kembali bangkit setelah Indonesia merdeka.

Randai tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga memiliki fungsi sebagai media penyampai pesan moral dan sosial. Cerita yang dibawakan sering kali mengandung nilai-nilai kehidupan seperti keberanian, kejujuran, persaudaraan, dan keadilan. 

Dalam pertunjukan Randai, para pemain terkadang menggunakan dialog dalam bahasa Minang yang dikemas dalam bentuk prosa dan pantun.

Uniknya, perwatakan tokoh dalam Randai tidak diungkapkan melalui riasan atau kostum, melainkan melalui gurindam atau dendangan yang mereka bawakan. 

Pertunjukan Randai

Pertunjukan Randai biasanya diadakan di alam terbuka tanpa panggung, sehingga tidak ada batas antara pemain dan penonton. Cerita yang dimainkan dalam Randai berasal dari kaba, yaitu cerita rakyat Minangkabau.

Temanya beragam, mulai dari budi pekerti, susila, dan pendidikan. Beberapa cerita yang sering dibawakan antara lain Cindua Mato, Malin Deman, Anggun Nan Tongga, Sabai Nan Aluih dan sebagainya. Kesenian ini dimainkan secara kelompok antara 14 hingga 25 orang. 

Pemeran utama dalam Randai berkisar antara satu hingga tiga orang, tergantung pada cerita yang dibawakan. Dalam setiap pertunjukan, pemeran utama akan dikelilingi anggota Randai lainnya. Pertunjukkannya dipimpin tukang goreh.

Selain itu, ada pula janang yang bertugas memberikan aba-aba dalam permainan.

Dalam pertunjukannya, randai juga mengadaptasi seni bela diri tradisional Minangkabau, yakni silek. Iringannya menggunakan talempong (alat musik perkusi) dan saluang (seruling bambu). 

Hingga saat ini Randai masih dipertunjukkan meski mengalami kemunduran. Menurunnya minat generasi muda serta kurangnya wadah dan insentif pemberdayaan dinilai sebagai salah satu faktor penyebab. (Dari berbagai sumber)

TopikBudaya
Budaya13 FEB 2025

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Budaya

Lihat semua →
Tradisi makan bajamba

Makan Bajamba di Meja Diplomasi

Makan bajamba bukan sekadar tradisi bersantap bersama, melainkan cerminan kebersamaan dan penghormatan yang dapat menginspirasi jamuan diplomatik.

Ridwan
ampilan gim Kenupi karya U-Lika Studio yang mengangkat budaya Dayak Kenyah melalui seni piksel.

Petualangan Dayak Kenyah di Kenupi

Kenupi menghadirkan budaya Dayak Kenyah melalui gim berbasis seni piksel yang dikembangkan U-Lika Studio sebagai bagian dari kampanye Jejak: Jelajah Dayak Kenyah

Ridwan

Lainnya dari Anisa Kurniawati

Lihat semua →
penulisan ulang sejarah Indonesia

DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027

Proyek penulisan ulang sejarah Indonesia resmi mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Persetujuan ini diumumkan dalam Rapat Kerja bersama Komisi X yang digelar di Gedung Nusantara I, mayoritas fraksi menyatakan dukungan terhadap langkah strategis Kementerian Kebudayaan tersebut. Langkah besar ini menandai akhir dari kevakuman penulisan sejarah bangsa selama lebih dari dua

Anisa Kurniawati
Festival Karawitan Putri Gunungkidul

Festival Karawitan Putri Gunungkidul 2025, Ruang Ekspresi Generasi Muda

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kembali menggelar Festival Karawitan Putri Tingkat Kabupaten Gunungkidul tahun 2025. Acara pembukaan berlangsung pada Selasa (27/5) di Taman Budaya Gunungkidul turut dihadiri Wakil Ketua I TP PKK DIY, GKBRAyA Paku Alam. Dalam sambutannya, Gusti Putri mengungkapkan apresiasi mendalam terhadap terselenggaranya festival tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam

Anisa Kurniawati
Pentas Seni Selasa Wagen

Pentas Seni Selasa Wagen DIY, unjukkan Komitmen Lestarikan Kearifan Lokal

Pentas Seni Selasa Wagen kembali digelar, Selasa (27/05) di Amphitheater Teras Malioboro 1, Yogyakarta. Acara menjadi wujud nyata pengabdian para pelaku budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam menghidupkan kembali nilai-nilai luhur tradisi. Dalam sambutan pembukaan yang dibacakan Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Hukum, Pemerintahan dan Politik, Sukamto, mewakili Sekretaris Daerah DIY, disampaikan bahwa kegiatan

Anisa Kurniawati