Budaya

Mencoba Cita Rasa Momoh, Olahan Jeroan Sapi Khas Kendal 

Kabupaten Kendal, Jawa Tengah ternyata memiliki kuliner enak bernama unik yaitu Momoh. Sajian kuiner ini berbahan dasar daging sapi dan jeroan sapi. Makanan ini terkenal dengan teksturnya yang empuk serta cita rasa gurih, manis, dan sedikit pedas. Asal Usul Nama Kuliner Unik Terdapat beberapa versi mengenai asal usul nama “Momoh”. Salah satunya berasal dari kata […]

Oleh Anisa Kurniawati

Mencoba Cita Rasa Momoh, Olahan Jeroan Sapi Khas Kendal 
Momoh kuliner khas Kendal. Foto: sonora.id
Diterbitkan

Kabupaten Kendal, Jawa Tengah ternyata memiliki kuliner enak bernama unik yaitu Momoh. Sajian kuiner ini berbahan dasar daging sapi dan jeroan sapi.

Makanan ini terkenal dengan teksturnya yang empuk serta cita rasa gurih, manis, dan sedikit pedas. 

Asal Usul Nama Kuliner Unik

Terdapat beberapa versi mengenai asal usul nama “Momoh”. Salah satunya berasal dari kata “emoh” dalam bahasa Jawa yang berarti “tidak mau”.

Hal ini merujuk pada reaksi awal masyarakat yang menolak mencicipi momoh, karena aroma khas yang dikeluarkan dari proses perebusan jeroan. 

Versi lain menyebutkan bahwa “Momoh” berasal dari kata “amoh”, yang berarti empuk, mengacu pada tekstur jeroan yang dimasak hingga lembut.

Dahulu, momoh dibuat dari daging kerbau, kini mayoritas menggunakan daging sapi. 

Meskipun awalnya kurang diminati, kini justru banyak orang menyukai momoh. Sajian ini kini menjadi salah satu kuliner khas Kaliwungu yang patut dicoba.

Proses Pembuatannya Perlu Waktu Lama

Proses pembuatan sajian ini membutuhkan waktu hingga lima jam, sehingga rasanya menjadi empuk dan lezat. Dengan berbagai bumbu dan rempah membuat kuliner ini memiliki cita rasa gurih manis.

Pertama, bahan jeroan sapi atau kerbau dicuci bersih. Kemudian jeroan sapi itu direbus bersama dengan daun salam, jahe, ketumbar hingga empuk.

Siapkan juga bumbu halus yang terdiri dari bawang putih, kemiri, ketumbar, merica, jahe, kunyit serta cabai merah. Bumbu halus itu kemudian di tumis hingga harum.

Lalu, jeroan sapi yang sudah direbus di tumis, tambahkan juga daun salam, serai, lengkuas. Kemudian tambahkan kaldu bubuk, garam, gula merah, kecap manis serta koreksi rasa. 

Jeroan yang telah dicampur dengan bumbu rempah ini kemudian direbus lagi sekitar 1 jam. Menurut beberapa resep, setelah satu jam, jeroan ini didiamkan selama satu hari hingga bumbunya meresap. 

Momoh ini ada yang disajikan bersama kuah atau goreng. Momoh goreng bisa dimakan bersama pecel atau soto.

Salah satu tempat legendaris yang menjual kuliner ini yaitu warung makan Farhat yang berada di Jl. Raya Timur Kaliwungu, Pandean, Krajan Kulon, Kec. Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Warung ini buka setiap hari mulai dari jam 06:07 hingga 16.30.  (Dari berbagai sumber)

TopikBudaya
Budaya22 JAN 2025

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Budaya

Lihat semua →
Tradisi makan bajamba

Makan Bajamba di Meja Diplomasi

Makan bajamba bukan sekadar tradisi bersantap bersama, melainkan cerminan kebersamaan dan penghormatan yang dapat menginspirasi jamuan diplomatik.

Ridwan
ampilan gim Kenupi karya U-Lika Studio yang mengangkat budaya Dayak Kenyah melalui seni piksel.

Petualangan Dayak Kenyah di Kenupi

Kenupi menghadirkan budaya Dayak Kenyah melalui gim berbasis seni piksel yang dikembangkan U-Lika Studio sebagai bagian dari kampanye Jejak: Jelajah Dayak Kenyah

Ridwan

Lainnya dari Anisa Kurniawati

Lihat semua →
penulisan ulang sejarah Indonesia

DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027

Proyek penulisan ulang sejarah Indonesia resmi mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Persetujuan ini diumumkan dalam Rapat Kerja bersama Komisi X yang digelar di Gedung Nusantara I, mayoritas fraksi menyatakan dukungan terhadap langkah strategis Kementerian Kebudayaan tersebut. Langkah besar ini menandai akhir dari kevakuman penulisan sejarah bangsa selama lebih dari dua

Anisa Kurniawati
Festival Karawitan Putri Gunungkidul

Festival Karawitan Putri Gunungkidul 2025, Ruang Ekspresi Generasi Muda

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kembali menggelar Festival Karawitan Putri Tingkat Kabupaten Gunungkidul tahun 2025. Acara pembukaan berlangsung pada Selasa (27/5) di Taman Budaya Gunungkidul turut dihadiri Wakil Ketua I TP PKK DIY, GKBRAyA Paku Alam. Dalam sambutannya, Gusti Putri mengungkapkan apresiasi mendalam terhadap terselenggaranya festival tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam

Anisa Kurniawati
Pentas Seni Selasa Wagen

Pentas Seni Selasa Wagen DIY, unjukkan Komitmen Lestarikan Kearifan Lokal

Pentas Seni Selasa Wagen kembali digelar, Selasa (27/05) di Amphitheater Teras Malioboro 1, Yogyakarta. Acara menjadi wujud nyata pengabdian para pelaku budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam menghidupkan kembali nilai-nilai luhur tradisi. Dalam sambutan pembukaan yang dibacakan Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Hukum, Pemerintahan dan Politik, Sukamto, mewakili Sekretaris Daerah DIY, disampaikan bahwa kegiatan

Anisa Kurniawati