Budaya

Mengintip Tari Sintren, Tarian Mistis Dari Dalam Kurungan

Tari Sintren Cirebon, Jawa Barat menjadi tarian yang – dianggap- bernuansa mistis atau magis yang tidak boleh sembarangan ditarikan. Kesenian ini biasanya dilakukan seorang penari wanita yang mengenakan kostum khusus dan berkacamata hitam dengan didamping seorang dalang. Sebelum menari, biasanya penari akan masuk ke dalam sebuah kurungan yang ditutup kain. Dikutip dari laman cirebonkota.go.id, tari […]

Oleh Anisa Kurniawati

Mengintip Tari Sintren, Tarian Mistis Dari Dalam Kurungan
Foto: wikimedia commons/Edwin0323
Diterbitkan

Tari Sintren Cirebon, Jawa Barat menjadi tarian yang – dianggap- bernuansa mistis atau magis yang tidak boleh sembarangan ditarikan. Kesenian ini biasanya dilakukan seorang penari wanita yang mengenakan kostum khusus dan berkacamata hitam dengan didamping seorang dalang. Sebelum menari, biasanya penari akan masuk ke dalam sebuah kurungan yang ditutup kain.

Dikutip dari laman cirebonkota.go.id, tari ini berasal dari gabungan kata“si” dan “tren”. Dalam bahasa Jawa, kata “si” memiliki arti ia atau dia, sedangkan kata “tren” memiliki arti si putri atau sang penari. 

Nama sintren sendiri berasa dari bahasa Indonesia “sindir” dan “tetaren”. Dalam hal ini maksudnya adalah menyindir dengan menggunakan sajak-sajak atau syair-syair. Sebelum terbentuk struktur sintren, kesenian ini dimulai dengan aktifitas berkumpulnya para pemuda yang saling bercerita. 

Pada tahun 1818, setelah peristiwa perang Besar Cirebon yaitu perjuangan ulama, santri, petani dan abdi keraton melawan penjajah berakhir, cerita itu bernama Seca Branti. Aktifitas menyanyikan sajak ini diketahui penjajah Belanda dan dilarang. Pada saat itu, Belanda hanya mengizinkan adanya sesuatu kegiatan yang diisi dengan pesta, wanita penghibur dan minuman keras.

Inilah latar belakang wanita menjadi penari sebagai kedok dalam pertunjukan Sintren. Namun, fokus utama seni ini tetap pada syair yang diucapkan dalang sintren untuk didengarkan para pemuda agar teap memiliki semangat perjuangan. Selain kisah perjuangan, kesenian sintren juga menampilkan lirik legenda romantisme antara Selasih dan Sulandana. 

Baca juga: Hasan Nawi, Maestro Pengrajin Legendaris Topeng Cirebon

Media Dakwah

Sintren juga dipergunakan para wali menyebarkan dakwah Islam. Setelah Islam masuk, di era Wali Songo, syair sintren diisi ajaran Islam. Selain itu, juga direpresentasikan dalam gerak tariannya. 

Pementasan tarian ini, dimulai dengan penari yang diikat dengan tali dan dimasukkan ke kurungan ditutupi kain. Setelah beberapa saat, penari keluar dalam keadaan tubuh sudah tidak terikat. 

Penari sintren akan menari mengikuti irama musik, ketika dilemparkan uang akan mengakibatkan penarinya jatuh dan tidak bisa berdiri sendiri sebelum didirikan dalang sintren. 

Menurut Ki Mamat, dalang sintren dari sanggar tari Sekar Pandan, nilai-nilai dakwah Islam yang dibawa seni sintren digambarkan melalui, Kurungan Ayam yang berbentuk lengkungan. Bentuk tersebut merupakan fase hidup manusia yang bisa berada di puncak ataupun di bawah. 

Uang yang dilempar ke penari sintren bermakna bahwa manusia jangan selalu mendahulukan duniawi. Karena terlalu serakah ke duniawi akan membuat manusia jatuh.

Dulunya, tari sintren dipentaskan pada saat malam bulan purnama. Hal ini dikarenakan pada saat itu kesenian tari ini berhubungan dengan roh halus yang masuk ke dalam sang penari. Seiring perkembangannya, tari sintren bisa dipentaskan kapan saja. 

Kesenian tari sintren merupakan kesenian tradisional yang hingga kini terus dijaga dan dilestarikan masyarakat di wilayah Cireon, Subang, Majalengka, Kuningan dan Indramayu. Keunikan dan daya tariknya tentu tidak terletak pada unsur mistisnya, namun nilai yang terkandung di dlaam seni tradisi ini.

TopikBudaya
Budaya13 NOV 2024

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Budaya

Lihat semua →
Tradisi makan bajamba

Makan Bajamba di Meja Diplomasi

Makan bajamba bukan sekadar tradisi bersantap bersama, melainkan cerminan kebersamaan dan penghormatan yang dapat menginspirasi jamuan diplomatik.

Ridwan
ampilan gim Kenupi karya U-Lika Studio yang mengangkat budaya Dayak Kenyah melalui seni piksel.

Petualangan Dayak Kenyah di Kenupi

Kenupi menghadirkan budaya Dayak Kenyah melalui gim berbasis seni piksel yang dikembangkan U-Lika Studio sebagai bagian dari kampanye Jejak: Jelajah Dayak Kenyah

Ridwan

Lainnya dari Anisa Kurniawati

Lihat semua →
penulisan ulang sejarah Indonesia

DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027

Proyek penulisan ulang sejarah Indonesia resmi mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Persetujuan ini diumumkan dalam Rapat Kerja bersama Komisi X yang digelar di Gedung Nusantara I, mayoritas fraksi menyatakan dukungan terhadap langkah strategis Kementerian Kebudayaan tersebut. Langkah besar ini menandai akhir dari kevakuman penulisan sejarah bangsa selama lebih dari dua

Anisa Kurniawati
Festival Karawitan Putri Gunungkidul

Festival Karawitan Putri Gunungkidul 2025, Ruang Ekspresi Generasi Muda

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kembali menggelar Festival Karawitan Putri Tingkat Kabupaten Gunungkidul tahun 2025. Acara pembukaan berlangsung pada Selasa (27/5) di Taman Budaya Gunungkidul turut dihadiri Wakil Ketua I TP PKK DIY, GKBRAyA Paku Alam. Dalam sambutannya, Gusti Putri mengungkapkan apresiasi mendalam terhadap terselenggaranya festival tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam

Anisa Kurniawati
Pentas Seni Selasa Wagen

Pentas Seni Selasa Wagen DIY, unjukkan Komitmen Lestarikan Kearifan Lokal

Pentas Seni Selasa Wagen kembali digelar, Selasa (27/05) di Amphitheater Teras Malioboro 1, Yogyakarta. Acara menjadi wujud nyata pengabdian para pelaku budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam menghidupkan kembali nilai-nilai luhur tradisi. Dalam sambutan pembukaan yang dibacakan Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Hukum, Pemerintahan dan Politik, Sukamto, mewakili Sekretaris Daerah DIY, disampaikan bahwa kegiatan

Anisa Kurniawati