Ngertakeun Bumi Lamba, tradisi adat Sunda berupa ritual menyucikan gunung. Ada tiga gunung yang dititipkan, yaitu Gunung Gede Pangrango, Gunung Tangkuban Perahu, dan Gunung Wayang.
Diinisiasi pada 2008, tradisi ini telah digelar setiap tahun dan mengangkat tema berbeda-beda.
Tradisi adat sunda ini tertulis pada Sanghyang Siksa Kanda Ng Karesian (1440 Saka/1518 Masehi). Naskah yang ditulis pada masa pemerintahan Prabu Jayadewata atau Sri Baduga.
Sebelum ada tradisi ini, upacara pertama yang dilakukan di Gunung Tangkuban Parahu dikenal dengan nama Kuwera Bakti Dharma Wisundarah.
Upacara ini diadakan Kerajaan Pakuan Pajajaran setiap 8 tahun sekali. Arti dari upacara ini menyiratkan harapan untuk menuju puncak kerohanian Sunda.
Sedangkan ritual Ngertakeun Bumi Lamba digelar setiap bulan ke- 7 dalam hitungan kalender Sunda (Juli – pada kalender Masehi). Upacara ini merupakan manifestasi hubungan harmonis manusia, alam dan pencipta-Nya.
Prosesi Ngertakeun Bumi Lamba
Inti upacara Ngertakeun Bumi Lamba adalah menitipkan ketiga gunung itu sebagai paku alam (harus diperlakukan sebagai tempat suci).
Hal ini sebagai bentuk terima kasih dan pengingat pada setiap orang bahwa kesucian gunung adalah sumber utama kehidupan makhluk.
Tradisi ini turut dihadiri berbagai komunitas adat lokal. Beberapa diantaranya yaitu Kanekes (Badui), Banten, Dayak Sagandu, Nagara Banceuy – Subang.
Ada juga dari daerah lain seperti Kalimantan, Bali, Sulawesi, dan Sumatera.
Baca juga: Ritual Sedekah Kue, Simbol Guyub Rukun Masyarakat Sunda
Ngertakeun Bumi Lamba dimulai dari pengambilan air dari sumber mata air suci. Kemudian ada juga sajen hasil bumi yang disuguhkan sebagai media sembah kepada yang telah memberi kehidupan.
Maknanya adalah sastra, pujian, pemujaan, tentang bagaimana Tuhan menciptakan semua ajaran leluhur. Esensinya, ungkapan syukur kepada Yang Maha Kuasa.
Ritual menyucikan gunung juga dimeriahkan dengan beberapa rangkaian acara. Di antaranya adalah kirab sajen, mipit amit sabda pangbakti, mager mandala dan sirih pinang, rajah, sawer tirta suci, pemijaran Pataka Nusantara.
Misi Ngertakeun Bumi Lamba
Misi Ngertakeun Bumi Lamba sendiri terdiri dari penugasan untuk trigatra masyarakat Sunda:
Pertama, Gatra Ratu/Prabu atau pemerintah. Isinya mengenai memperkuat pertahanan dalam peperangan atau menjaga kedaulatan.
Kedua, Gatra Rama atau keluarga/ rakyat/ pahuma adalah memperoleh kejayaan dan kesejahteraan hidup di alam dunia. Ketiga, Gatra Reshi atau Pandhita adalah menjaga kebudayaan dan warisan leluhur yang berasal dari rahmat Tuhan.
Upacara Ngertakeun Bumi Lamba merupakan momentum perjumpaan antarsuku, ras, budaya, dan agama untuk bersama-sama mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan yang Maha Esa.
Perayaan ini juga menjadi ruang membangun sikap toleransi dan harmoni.