Berita

Pemkab Wonosobo Gandeng PT Geo Dipa Energi Tangani Sampah di Kawasan Dieng

Guna mengatasi persoalan sampah yang kian kompleks di kawasan wisata Dieng, Pemerintah Kabupaten Wonosobo mengajukan proposal kerja sama kepada PT Geo Dipa Energi. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Pemkab dalam menjaga kelestarian lingkungan kawasan strategis itu, yang telah berstatus sebagai Geopark Nasional. Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, saat menyampaikan proposal kepada jajaran PT Geo Dipa […]

Oleh Achmad Aristyan

Pemkab Wonosobo Gandeng PT Geo Dipa Energi Tangani Sampah di Kawasan Dieng
Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, saat menyampaikan proposal penanganan sampah kepada PT Geo Dipa Energi, di Ruang Perundingan Rumah Dinas Bupati. Foto: website.wonosobokab.go.id
Diterbitkan

Guna mengatasi persoalan sampah yang kian kompleks di kawasan wisata Dieng, Pemerintah Kabupaten Wonosobo mengajukan proposal kerja sama kepada PT Geo Dipa Energi.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Pemkab dalam menjaga kelestarian lingkungan kawasan strategis itu, yang telah berstatus sebagai Geopark Nasional.

Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, saat menyampaikan proposal kepada jajaran PT Geo Dipa Energi dalam pertemuan di Ruang Perundingan Rumah Dinas Bupati, menegaskan pentingnya pengelolaan lingkungan secara kolaboratif.

Ia menyebut, kawasan Dieng adalah aset wisata unggulan sekaligus kebanggaan Wonosobo yang keberlanjutannya harus dijaga bersama.

“Kami mengajak PT Geo Dipa Energi untuk bersinergi, karena kami yakin kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan pengelolaan lingkungan berkelanjutan,” ujar Bupati Afif pada Selasa, (27/05/2025).

Baca Juga: Kloter 86 Calon Jamaah Haji Wonosobo Resmi Diberangkatkan ke Asrama Donohudan

Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari komunikasi intensif antara Bupati dan Direktur Utama PT Geo Dipa Energi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Wonosobo, Endang Lisdiyaningsih, menjelaskan bahwa dalam proposal pihaknya mengajukan dukungan pembangunan infrastruktur pengelolaan sampah dan pemberdayaan masyarakat.

“Dukungan ini bisa melalui program CSR PT Geo Dipa maupun pendanaan dari BPDLH (Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup) yang berada di bawah Kementerian Keuangan,” terang Endang.

DLH Wonosobo telah memetakan sejumlah kawasan prioritas dalam penanganan sampah, dengan wilayah Sikunang sebagai pusat pengelolaan utama.

Desa-desa pendukung seperti Sendangsari, serta wilayah perkotaan yang meliputi TPA Wonorejo, kecamatan Sapuran, Kertek, dan Wadaslintang juga masuk dalam skema prioritas, mengingat lokasinya yang berdekatan dengan aktivitas ekonomi dan pariwisata.

Dalam pertemuan itu, Pemkab turut memaparkan secara teknis kebutuhan pengelolaan sampah, termasuk desain bangunan pengolahan, peralatan yang diperlukan, serta skema operasional jangka panjang.

“Kami harap proposal ini bisa segera direalisasikan. Masih banyak titik-titik tersembunyi penghasil sampah yang belum tertangani optimal, padahal berpotensi mencemari lingkungan,” tambah Endang.

Ia juga menyebut bahwa beberapa desa seperti Dieng dan Tieng sudah memiliki TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle) dan melakukan pengelolaan sampah secara mandiri.

Baca Juga: Pentas Bundengan Sekaring Rasa Memukau di Atas Air Telaga Menjer

Namun demikian, pengelolaan sampah residu masih menjadi tantangan besar di lapangan.

Dengan melibatkan PT Geo Dipa Energi, BUMN yang juga beroperasi di sekitar wilayah Dieng, Pemkab Wonosobo berharap penanganan sampah di kawasan wisata ini dapat dilakukan secara maksimal dan berkelanjutan, terutama mengingat peningkatan jumlah wisatawan dari tahun ke tahun.

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

ADVERTISEMENT

Lainnya dari Berita

Lihat semua →
Ikan arwana Super Red asal Kalimantan Barat yang dikenal dari kawasan Kapuas Hulu dan Danau Sentarum.

Kearifan Lokal Menjaga Arwana Super Red Kalbar

Arwana Super Red Kalimantan Barat dikenal di pasar ikan hias internasional. Di sekitar Danau Sentarum, pengetahuan dan keterlibatan masyarakat berperan menjaga kelestarian ikan kebanggaan daerah ini.

Ridwan
Budaya Batang Menelusuri Jejak Mataram

Budaya Batang Menelusuri Jejak Mataram

Dialog budaya Batang dan DI Yogyakarta membuka kembali pembahasan hubungan sejarah pesisir utara Jawa dengan Mataram Islam yang menjadi bagian dari upaya penelitian serta pelestarian warisan sejarah.

Ridwan

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan