Tradisi

Perayaan Syukur Petani Lombok Melalui Tradisi Malean Sampi

Malean Sampi merupakan salah satu tradisi yang dilakukan para petani di Lombok, Nusa Tenggar Barat. Tradisi sebagai wujud syukur petani ini digelar dengan cara balapan sapi. Namun, acara ini lebih difokuskan pada kemampuan seseorang dalam mengendalikan sapi. Budaya Malean Sampi di Lombok biasanya digelar di areal persawahan di Kecamatan Lingsar dan Kecamatan Narmada. Dalam bahasa […]

Oleh Anisa Kurniawati

Perayaan Syukur Petani Lombok Melalui Tradisi Malean Sampi
Atraksi tradisi Malean Sampi, di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Foto: Tangkapan layar Youtube/CeRia(CeritaRia)
Diterbitkan

Malean Sampi merupakan salah satu tradisi yang dilakukan para petani di Lombok, Nusa Tenggar Barat. Tradisi sebagai wujud syukur petani ini digelar dengan cara balapan sapi. Namun, acara ini lebih difokuskan pada kemampuan seseorang dalam mengendalikan sapi. 

Budaya Malean Sampi di Lombok biasanya digelar di areal persawahan di Kecamatan Lingsar dan Kecamatan Narmada. Dalam bahasa Sasak-Lombok Malean Sampi berarti mengejar sapi. 

Dalam bahasa Sasak, Malean Sampi terdiri dari kata Malean yang artinya mengejar dan sampi yang artinya sapi. Malean Sampi mengedepankan skill mengendalikan sapi yang dilengkapi gau, ayuga, samet, dan serumpungan atau kerotok.

Beda dengan karapan sapi di Madura yang bertujuan untuk lomba. Balap sapi di Lombok merupakan wujud rasa syukur para petani atas hasil panen dan persiapan menyambut musim tanam. 

Prosesi Malean Sampi

Sebelum perlombaan, sapi terlebih dahulu dihias dan dipercantik dengan ornamen warna-warni. Hiasan bisa berupa bendera, stiker atau umbul-umbul kecil dan piranti pelengkap.

Sapi yang dikonteskan dipilih dari pejantan yang tanduknya sudah kelihatan keras. Itu dilakukan untuk memudahkan pemilik sapi mengajarkan cara bertanding. Sepasang sapi ditunggangi joki yang tangguh dan berpengalaman. 

Joki harus mampu mengendalikan sapi agar berlari secepat mungkin menuju garis finish. Selanjutnya, pasangan sapi ini dikonteskan dengan berlari melewati jalur lurus di lahan berlumpur. Panjang lintasan rata-rata sekitar 100-200 meter.

Tradisi Malean Sampi ini tidak mengenal istilah menang dan kalah. Namun sapi yang larinya bagus, tak berbelok, serta kemampuan joki dalam mengendalikan, otomatis menjadi incaran para saudagar sapi. Biasanya sapi bisa dibeli dengan harga tinggi sekitar Rp. 30-35 juta.

Malean Sampi dikenal sebagai budaya unik di Lombok. Tidak hanya balap sapi, namun di event Malean Sampi juga menampilkan sejumlah permainan khas lombok, seperti peresean. Sebelum di konteskan, pasangan sapi melakukan parade mengelilingi arena lomba.

Usai prosesi ini, tamu undangan dan wisatawan mengikuti acara makan bersama ala Sasak yakni Begibung. Tradisi ini bermakna kesetaraan, solidaritas, nilai sederhana, dan rendah hati. 

Tradisi Malean Sampi tidak hanya menjadi hiburan rakyat tetapi juga sarat makna budaya. Warisan budaya Sasak ini menggambarkan hubungan harmonis antara manusia, hewan, dan alam. (Diolah dari berbagai sumber)

TopikTradisi
Tradisi13 DES 2024

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Tradisi

Lihat semua →

Lainnya dari Anisa Kurniawati

Lihat semua →
penulisan ulang sejarah Indonesia

DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027

Proyek penulisan ulang sejarah Indonesia resmi mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Persetujuan ini diumumkan dalam Rapat Kerja bersama Komisi X yang digelar di Gedung Nusantara I, mayoritas fraksi menyatakan dukungan terhadap langkah strategis Kementerian Kebudayaan tersebut. Langkah besar ini menandai akhir dari kevakuman penulisan sejarah bangsa selama lebih dari dua

Anisa Kurniawati
Festival Karawitan Putri Gunungkidul

Festival Karawitan Putri Gunungkidul 2025, Ruang Ekspresi Generasi Muda

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kembali menggelar Festival Karawitan Putri Tingkat Kabupaten Gunungkidul tahun 2025. Acara pembukaan berlangsung pada Selasa (27/5) di Taman Budaya Gunungkidul turut dihadiri Wakil Ketua I TP PKK DIY, GKBRAyA Paku Alam. Dalam sambutannya, Gusti Putri mengungkapkan apresiasi mendalam terhadap terselenggaranya festival tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam

Anisa Kurniawati
Pentas Seni Selasa Wagen

Pentas Seni Selasa Wagen DIY, unjukkan Komitmen Lestarikan Kearifan Lokal

Pentas Seni Selasa Wagen kembali digelar, Selasa (27/05) di Amphitheater Teras Malioboro 1, Yogyakarta. Acara menjadi wujud nyata pengabdian para pelaku budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam menghidupkan kembali nilai-nilai luhur tradisi. Dalam sambutan pembukaan yang dibacakan Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Hukum, Pemerintahan dan Politik, Sukamto, mewakili Sekretaris Daerah DIY, disampaikan bahwa kegiatan

Anisa Kurniawati