Si Parkit Raja Parakeet adalah salah satu cerita rakyat dari Nanggroe Aceh Darussalam. Kisah ini dikenal dengan berbagai nama, seperti “Raja Burung Parkit yang Cerdik” atau “Sangkar Emas”.
Melansir dari id.wikibooks.org, cerita ini mengisahkan perjalanan hidup seekor burung parakeet yang menjadi pemimpin bagi kawanan burung di hutan Aceh.
Kehidupan di Hutan Nanggroe Aceh Darussalam
Di tengah hutan Nanggroe Aceh Darussalam, hidup sekelompok burung parakeet yang dipimpin seekor burung bernama Parkit. Burung-burung ini dikenal karena suara merdu mereka yang sering mereka perdengarkan saat berkumpul bersama.
Setiap hari, mereka bernyanyi dengan riang, menikmati kebersamaan di alam bebas. Namun, kebahagiaan mereka tidak berlangsung lama.
Terperangkap dan Cerdiknya Si Parkit
Suatu hari, burung-burung parakeet terperangkap dalam perekat yang dipasang seorang pemburu. Mereka mulai panik, berusaha keras untuk melepaskan diri, namun semua usaha itu sia-sia.
Di tengah kekacauan itu, si Parkit, sebagai pemimpin yang bijaksana, meminta agar para burung tetap tenang. Ia sudah mengetahui niat jahat pemburu yang memasang perekat dan segera memikirkan cara untuk membebaskan mereka.
Dengan cerdik, Parkit memberi perintah kepada para burung untuk berpura-pura mati. Burung-burung pun mengikuti perintah itu, dan tak lama kemudian, pemburu datang dan menemukan mereka.
Melihat burung-burung yang tampak mati, pemburu merasa kecewa dan melepaskan mereka dari perekat, tanpa mengetahui bahwa mereka masih hidup.
Namun, saat pemburu hendak pergi, ia tersandung dan terjatuh, menyebabkan burung-burung itu terbang dan melarikan diri.
Sayangnya, si Parkit tetap tertinggal dan terperangkap. Pemburu yang merasa tertipu pun berniat untuk membunuhnya, tetapi Parkit memohon belas kasihan. Ia berjanji akan bernyanyi setiap hari sebagai imbalan jika ia dibebaskan.
Pemburu pun setuju dan membawanya ke istana untuk menjadi peliharaan raja. Sang raja pun terkesan dengan suara merdu Parkit dan membuatkan sangkar emas bagi burung itu.
Namun, meski hidup dalam kemewahan, Parkit merindukan kebebasan di hutan. Ia pun merencanakan pelarian. Suatu hari, ketika raja datang untuk mendengar suara Parkit, burung itu berpura-pura mati.
Raja yang sedih kemudian memerintahkan untuk menguburnya. Begitu keluar dari sangkar emas, Parkit segera terbang menuju kebebasannya dan kembali ke hutan.
Para burung menyambut kembalinya sang raja dengan suara merdu mereka, senang karena pemimpin mereka telah kembali ke alam bebas.
Pesan yang Terkandung
Kisah Si Parkit Raja Parakeet mengandung pesan moral yang mendalam tentang kepemimpinan dan penghargaan terhadap kebebasan.
Pertama, kisah ini mengajarkan, seorang pemimpin harus bersikap baik dan bijaksana, seperti Parkit yang dicintai rakyatnya. Pemimpin bijaksana selalu dihormati dan disayangi rakyatnya.
Kedua, seorang pemimpin harus sabar dan penuh akal dalam menghadapi masalah. Parkit yang sabar dan cerdik berhasil menyelamatkan kawanan burungnya dari bahaya. Pemimpin yang memiliki kebijaksanaan dan kesabaran akan mampu menemukan solusi di tengah kesulitan.
Ketiga, cerita ini mengingatkan kita untuk menghargai kebebasan sebagai anugerah dari Tuhan. Kebebasan hidup jauh lebih berharga daripada kekayaan atau harta benda.
Sama seperti Parkit yang memilih kebebasan di alam liar, kita seharusnya menghargai kebebasan dan hidup dengan penuh rasa syukur.