Tradisi

Tradisi Mekiwuka, Parade Perayaan Sambut Tahun Baru

Mekiwuka adalah tradisi untuk menyambut tahun baru di Manado, Sulawesi Utara. Maknanya sebagai ungkapan rasa syukur atas sepanjang tahun yang telah dilewati. Tradisi ini merupakan gabungan dari dua budaya yaitu Minahasa dan Borgo. Salah satu acaranya dengan parade tengah malam, masuk keluar rumah warga, yang diiringi alat musik tradisional. Beberapa daerah di Sulawesi Utara memiliki […]

Oleh Anisa Kurniawati

Tradisi Mekiwuka, Parade Perayaan Sambut Tahun Baru
Demi melestarikan buday, setiap tahun Pemprov Sulut melalui Dinas Pariwisata menggelar Festival adat Mekiwuka. Foto: travel.okezone.com
Diterbitkan

Mekiwuka adalah tradisi untuk menyambut tahun baru di Manado, Sulawesi Utara. Maknanya sebagai ungkapan rasa syukur atas sepanjang tahun yang telah dilewati.

Tradisi ini merupakan gabungan dari dua budaya yaitu Minahasa dan Borgo. Salah satu acaranya dengan parade tengah malam, masuk keluar rumah warga, yang diiringi alat musik tradisional. 

Beberapa daerah di Sulawesi Utara memiliki nama yang berbeda dari tradisi Mekiwuka. Di Kakas Minahasa tradisi ini disebut Kawukaan, sedangkan di Tondano disebut Sakaiba.

Tradisi Figura

Tradisi Mekiwuka diyakini berkembang di lingkungan komunitas orang Minahasa dan Borgo yang ada di Manado. Tradisi ini sendiri merupakan penggabungan antara budaya Minahasa dan Borgo.

Orang Borgo sendiri adalah keturunan campuran antara suku Minahasa asli dan orang-orang Eropa, Spanyol, dan Portugis yang datang berdagang di Kota Manado.

Keturunan Borgo telah lama menjadi bagian dari tanah Minahasa. Sebagian besar mereka tersebar mulai dari Malalayang, Bahu, Pondol, Mahakeret, Tikala, Sindulang, dan Tuminting.

Salah satu pengaruh masyarakat keturunan Borgo terhadap seni tradisional di Minahasa, Manado adalah tarian Katrili dan Figura. Tradisi figura inilah yang menjadi cikal bakal lahirnya mekiwuka.

Baca juga:Suku Kaili Dan Sejarah Masa Lalu Kota Palu

Parade Tengah Malam

Figura sendiri hampir sama dengan mekiwuka yaitu sama-sama tradisi yang dilakukan untuk menyambut tahun baru. Perbedaanya adalah figura dilaksanakan seminggu sesudah tahun baru.

Selain itu jika Mekiwuka menggunakan tambor, terompet dan violin, naik turun rumah sambil bernyanyi dengan kostum seadanya, sedangkan figura memakai kostum yang aneh-aneh. 

Tradisi Mekiwuka dilaksanakan dengan parade saat tengah malam menjelang pergantian tahun. Diiringi dengan alat musik tradisional, para warga akan saling silaturhami antar rumah dan saling mengucap syukur menyambut tahun yang baru.

Sayangnya, tradisi ini mulai hilang seiring perkembangan zaman. Untuk melestarikan budaya ini setiap tahunnya, pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut melalui Dinas Pariwisata menggelar Festival adat Mekiwuka yang dirangkaikan dengan festival Figura.  (Dari berbagai sumber)

TopikTradisi
Tradisi15 DES 2024

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Tradisi

Lihat semua →

Lainnya dari Anisa Kurniawati

Lihat semua →
penulisan ulang sejarah Indonesia

DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027

Proyek penulisan ulang sejarah Indonesia resmi mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Persetujuan ini diumumkan dalam Rapat Kerja bersama Komisi X yang digelar di Gedung Nusantara I, mayoritas fraksi menyatakan dukungan terhadap langkah strategis Kementerian Kebudayaan tersebut. Langkah besar ini menandai akhir dari kevakuman penulisan sejarah bangsa selama lebih dari dua

Anisa Kurniawati
Festival Karawitan Putri Gunungkidul

Festival Karawitan Putri Gunungkidul 2025, Ruang Ekspresi Generasi Muda

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kembali menggelar Festival Karawitan Putri Tingkat Kabupaten Gunungkidul tahun 2025. Acara pembukaan berlangsung pada Selasa (27/5) di Taman Budaya Gunungkidul turut dihadiri Wakil Ketua I TP PKK DIY, GKBRAyA Paku Alam. Dalam sambutannya, Gusti Putri mengungkapkan apresiasi mendalam terhadap terselenggaranya festival tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam

Anisa Kurniawati
Pentas Seni Selasa Wagen

Pentas Seni Selasa Wagen DIY, unjukkan Komitmen Lestarikan Kearifan Lokal

Pentas Seni Selasa Wagen kembali digelar, Selasa (27/05) di Amphitheater Teras Malioboro 1, Yogyakarta. Acara menjadi wujud nyata pengabdian para pelaku budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam menghidupkan kembali nilai-nilai luhur tradisi. Dalam sambutan pembukaan yang dibacakan Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Hukum, Pemerintahan dan Politik, Sukamto, mewakili Sekretaris Daerah DIY, disampaikan bahwa kegiatan

Anisa Kurniawati