Pariwisata

Vihara Patung Seribu: Destinasi Wisata Spiritual di Tanjungpinang

Vihara Ksitigarbha Bodhisattva atau Patung Seribu adalah salah satu tujuan wisata yang populer di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Lokasinya berada di Taman Merdeka, di Jl. Asia Afrika. Berada sekira 10 km atau membutuhkan waktu sekitar 21 menit dengan mengendarai kendaran roda empat dari pusat kota Tanjungpinang. Wisata Patung Seribu dibangun tahun 2003, selesai tahun 2014 […]

Oleh Anisa Kurniawati

Vihara Patung Seribu: Destinasi Wisata Spiritual di Tanjungpinang
Foto: djkn.kemenkeu.go.id
Diterbitkan

Vihara Ksitigarbha Bodhisattva atau Patung Seribu adalah salah satu tujuan wisata yang populer di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau.

Lokasinya berada di Taman Merdeka, di Jl. Asia Afrika. Berada sekira 10 km atau membutuhkan waktu sekitar 21 menit dengan mengendarai kendaran roda empat dari pusat kota Tanjungpinang.

Wisata Patung Seribu dibangun tahun 2003, selesai tahun 2014 dan dibuka Februari 2017.

Destinasi ini tidak hanya sebagai tempat ibadah umat Buddha, tetapi juga objek wisata bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Daya Tarik Patung Seribu

Memasuki kompleks vihara, pengunjung akan disuguhI gapura yang dihiasi ukiran.

Gapura ini ditopang dengan pilar-pilar besar. Kemudian di bagian belakang patung besar terdapat bangunan besar yang tersusun dari batu dan di atasnya berhias patung naga. 

Daya tarik dari bangunan ini terletak di patung yang berjejer dalam jumlah banyak. Meski disebut sebagai patung seribu, ternyata patung yang berjejer di belakang vihara hanya 580 patung. 

Uniknya lagi semua patung ini memiliki ekspresi yang berbeda-beda. Ekspresi mereka melambangkan perjalanan spiritual dan sifat manusia yang universal.

Patung ini terdiri dari 500 patung Lohan dan lebih dari 40 patung dewa-dewa dalam kepercayaan Buddha. Patung ini menggambarkan seribu orang masyarakat dari berbagai suku dan agama yang hidup harmonis bersama di kota ini.

Setiap patung individu diukir dengan cermat dan berbeda, menggambarkan keunikan dan kekayaan budaya masyarakat Tanjungpinang.

Sebagian besar material dari patung didatangkan langsung dari Tiongkok. Seniman dari Tiongkok juga berperan penting dalam menciptakan patung-patung ini. 

Destinasi Unik dengan Pemandangan Menarik

Patung Seribu Tanjungpinang juga menyajikan pemandangan indah, terutama saat matahari terbenam. Pengunjung dapat mengabadikan momen menakjubkan berlatar belakang langit indah.  

Vihara Ksitigarbha Bodhisattva atau yang lebih dikenal dengan julukan vihara seribu wajah sendiri masuk nominasi Anugerah Pesona Indonesia (API) 2019 dari Kementrian Pariwisata RI. Patung seribu ini masuk kategori destinasi unik.

Mengunjungi Vihara Patung Seribu memberikan pengalaman yang mendalam, baik bagi mereka yang mencari ketenangan spiritual maupun yang ingin mengeksplorasi budaya. Pengunjung bisa berkeliling vihara, mengambil foto, dan menikmati suasana yang damai. (Dari berbagai sumber)

TopikPariwisata
Pariwisata25 JAN 2025

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Pariwisata

Lihat semua →

Lainnya dari Anisa Kurniawati

Lihat semua →
penulisan ulang sejarah Indonesia

DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027

Proyek penulisan ulang sejarah Indonesia resmi mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Persetujuan ini diumumkan dalam Rapat Kerja bersama Komisi X yang digelar di Gedung Nusantara I, mayoritas fraksi menyatakan dukungan terhadap langkah strategis Kementerian Kebudayaan tersebut. Langkah besar ini menandai akhir dari kevakuman penulisan sejarah bangsa selama lebih dari dua

Anisa Kurniawati
Festival Karawitan Putri Gunungkidul

Festival Karawitan Putri Gunungkidul 2025, Ruang Ekspresi Generasi Muda

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kembali menggelar Festival Karawitan Putri Tingkat Kabupaten Gunungkidul tahun 2025. Acara pembukaan berlangsung pada Selasa (27/5) di Taman Budaya Gunungkidul turut dihadiri Wakil Ketua I TP PKK DIY, GKBRAyA Paku Alam. Dalam sambutannya, Gusti Putri mengungkapkan apresiasi mendalam terhadap terselenggaranya festival tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam

Anisa Kurniawati
Pentas Seni Selasa Wagen

Pentas Seni Selasa Wagen DIY, unjukkan Komitmen Lestarikan Kearifan Lokal

Pentas Seni Selasa Wagen kembali digelar, Selasa (27/05) di Amphitheater Teras Malioboro 1, Yogyakarta. Acara menjadi wujud nyata pengabdian para pelaku budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam menghidupkan kembali nilai-nilai luhur tradisi. Dalam sambutan pembukaan yang dibacakan Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Hukum, Pemerintahan dan Politik, Sukamto, mewakili Sekretaris Daerah DIY, disampaikan bahwa kegiatan

Anisa Kurniawati