Pariwisata

Wisata Rekreasi dan Edukasi Perkebunan Teh di Tanjungsari Land

Di tengah sejuknya udara pegunungan Wonosobo, terdapat sebuah destinasi wisata yang menawarkan lebih dari sekadar hiburan. Tanjungsari Land, yang dulunya dikenal sebagai Wisata Tanjungsari, kini hadir dengan wajah baru yang lebih modern serta berbagai fasilitas menarik. Tempat ini tidak hanya menjadi tujuan rekreasi keluarga, tetapi juga menghadirkan pengalaman edukatif yang bermanfaat bagi pengunjung dari berbagai […]

Oleh Achmad Aristyan

Wisata Rekreasi dan Edukasi Perkebunan Teh di Tanjungsari Land
Tanjungsari Land jadi salah satu rekomendasi wisata di Wonosobo. Foto: Aristyan
Diterbitkan

Di tengah sejuknya udara pegunungan Wonosobo, terdapat sebuah destinasi wisata yang menawarkan lebih dari sekadar hiburan.

Tanjungsari Land, yang dulunya dikenal sebagai Wisata Tanjungsari, kini hadir dengan wajah baru yang lebih modern serta berbagai fasilitas menarik.

Tempat ini tidak hanya menjadi tujuan rekreasi keluarga, tetapi juga menghadirkan pengalaman edukatif yang bermanfaat bagi pengunjung dari berbagai kalangan.

Tak heran jika tempat ini menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal maupun luar daerah.

Seiring dengan perkembangannya, manajemen Tanjungsari Land terus berupaya meningkatkan layanan dan fasilitas agar semakin menarik bagi pengunjung.

Awal Mula dan Perkembangan Tanjungsari Land

Tanjungsari Land telah mengalami berbagai perkembangan sejak pertama kali beroperasi.

Awalnya, tempat ini dibuka pada tahun 2014 dengan nama Agrowisata Tanjungsari.

Setelah mengalami renovasi dan penambahan fasilitas, kawasan ini kini lebih dikenal sebagai Tanjungsari Land.

Baca Juga: Bambu Rengkol, Peninggalan Bersejarah Ki Ageng Empu Supo

Menurut Dhoni Hertoko, Manajer Tanjungsari Land, kawasan ini juga mulai dikembangkan sebagai area perumahan sejak tahun 2023, menandai babak baru dalam transformasi tempat ini.

“Kami terus melakukan perbaikan dan pengembangan untuk memberikan pengalaman terbaik bagi pengunjung,” ungkap Dhoni.

Beragam Fasilitas untuk Pengunjung

Sebagai tempat wisata yang cocok untuk berbagai kalangan, Tanjungsari Land menyediakan fasilitas menarik bagi mahasiswa, anak-anak, hingga keluarga.

Beberapa fasilitas yang tersedia di antaranya:

  • Restoran dan area UMKM yang menawarkan berbagai pilihan kuliner.
  • Mini market untuk memenuhi kebutuhan pengunjung.
  • Perkebunan teh dengan suasana asri dan udara segar.
  • Wahana permainan, seperti fun game dan playing park.
  • Area terbuka yang dapat dimanfaatkan pelajar maupun instansi untuk kegiatan edukatif.
  • Kolam renang dengan fasilitas kantin di dalamnya.
  • Area camping bagi pengunjung yang ingin merasakan suasana berkemah di alam terbuka.
Pemandangan perkebunan teh di Tanjungsari Land. Foto: Aristyan

Harga Tiket dan Program Edukasi

Tanjungsari Land menawarkan harga tiket yang terjangkau yaitu Rp20.000 per orang (anak-anak maupun dewasa).

Destinasi wisata ini juga memiliki paket edukasi wisata untuk sekolah dengan harga khusus dan diskon tambahan.

Dalam program edukasi ini, peserta diajak berkeliling kebun, mempelajari proses produksi teh berkualitas, hingga mengunjungi pabrik sebelum menikmati waktu bebas, seperti berenang.

Baca Juga: Sensasi Unik Pemandian Air Hangat Banyu Alam Dieng

“Kami ingin memberikan pengalaman yang lebih dari sekadar rekreasi. Anak-anak bisa belajar tentang perkebunan, memahami proses produksi teh, dan menikmati wisata alam dalam satu paket lengkap,” jelas Dhoni Hertoko.

Untuk jam operasional, Tanjungsari Land buka setiap hari mulai pukul 07.30 hingga 17.00.

Kepemilikan dan Pengelolaan

Tanjungsari Land berada di bawah kepemilikan PT Tambi (50%) dan pihak swasta (50%).

Pengelolaannya dilakukan Maju Bersama Tambi, perusahaan yang mengurus sektor wisata di kawasan perkebunan PT Tambi.

Selain itu, Tambi Resort juga masih berada dalam satu grup yang sama.

Fasilitas waterpark untuk anak-anak di Tanjungsari Land. Foto: Aristyan

Masa Depan Tanjungsari Land: Terus Berkembang untuk Wisata yang Lebih Baik

Sebagai destinasi wisata yang terus berinovasi, Tanjungsari Land tidak hanya berfokus pada hiburan, tetapi juga edukasi dan dukungan terhadap pengembangan usaha lokal.

Menurut Dhoni Hertoko, ke depan Tanjungsari Land diharapkan semakin berkembang, mampu menarik lebih banyak pengunjung, serta memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

Baca Juga: Tur Abdi Dalem Experience Kembali Ajak Wisatawan Berwisata

Selain menambah berbagai fasilitas baru, tempat ini juga ingin terus mendukung kreativitas para pelaku usaha lokal agar dapat berkolaborasi dalam pengembangan wisata.

“Kami siap memfasilitasi pelaku usaha swasta yang ingin berkolaborasi dengan kami demi kemajuan bersama,” tutur Dhoni.

Dengan berbagai fasilitas yang ditawarkan serta rencana ekspansi yang terus berjalan, Tanjungsari Land menjadi pilihan menarik untuk berwisata.

Pariwisata14 MAR 2025

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Pariwisata

Lihat semua →

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan