Berita

Musisi Parapat Didorong Mengakses Industri Musik

Program AKTIF Musik menghubungkan musisi lokal dengan pengetahuan distribusi digital, pengelolaan hak cipta, dan jaringan industri musik.

Oleh Ridwan

Kegiatan aktivasi Creative Hub Parapat melalui program AKTIF Musik yang melibatkan musisi lokal di Kabupaten Simalungun.
Program AKTIF Musik membuka ruang bagi 50 musisi Parapat untuk memperkuat kapasitas dan memperluas jaringan industri musik. Foto: Kemenekraf/Badan Ekonomi Kreatif.
Diterbitkan

Berkarya di dunia musik membutuhkan lebih dari kemampuan menciptakan lagu dan tampil di panggung. Musisi juga perlu mengenal jalur distribusi, pengelolaan hak cipta, dan jaringan industri agar karya mereka dapat menjangkau pendengar yang lebih luas. 

Kebutuhan inilah yang menjadi salah satu fokus program Akselerasi Kreatif (AKTIF) Musik di Parapat, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Melalui program tersebut, Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif mengaktivasi Creative Hub Parapat di Grand Tamaro Sopo Parapat pada Selasa, 27 Oktober 2026. 

Kegiatan ini melibatkan 50 musisi lokal dan komunitas Pondok Kreatif Parapat untuk memperkuat kapasitas serta membuka peluang komersialisasi karya musik

Program tersebut menjadi bagian dari upaya pengembangan subsektor musik di kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas Danau Toba.

Kementerian Ekonomi Kreatif menempatkan Creative Hub Parapat sebagai ruang pengembangan bagi pelaku musik daerah, termasuk untuk memperluas jaringan dan mengenalkan karya kepada pasar yang lebih luas.

Sekretaris Deputi Bidang Kreativitas Media Kementerian Ekonomi Kreatif, Selliane Halia Ishak, menjelaskan bahwa kegiatan ini berfokus pada pemetaan peluang dan persoalan musik lokal di Simalungun, distribusi karya melalui platform streaming digital, serta pemanfaatan jaringan radio nasional sebagai sarana promosi.

“Kita mengajak para peserta berdiskusi untuk berbagi pengalaman dan memanfaatkan kesempatan ini guna memperluas wawasan serta jejaring di industri musik,” ujar Selliane dalam keterangan resmi Kementerian Ekonomi Kreatif.

Membuka Jalur Distribusi Musik Lokal

Pengembangan musik daerah tidak hanya berkaitan dengan penciptaan lagu dan pertunjukan. Musisi juga perlu memahami cara mendistribusikan karya, mengelola hak cipta, serta membangun hubungan dengan mitra industri.

Melalui program AKTIF Musik, peserta memperoleh ruang diskusi mengenai strategi pengembangan karya, distribusi digital, dan peluang kemitraan. 

Pemanfaatan platform streaming menjadi salah satu fokus untuk memperluas jangkauan pendengar, sedangkan jaringan radio dapat digunakan sebagai saluran promosi tambahan.

Diskusi menghadirkan tiga narasumber, yakni Ando P. Sipayung dari Pondok Kreatif Parapat, Jeffry Feriyanto selaku Manager Indie & OTT Music Partnership Commercial Nuon/Langitku, serta Yonas Markus Tuhuleruw, Direktur Layanan dan Pengembangan Usaha Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI).

Kehadiran narasumber dari komunitas musik, industri distribusi digital, dan lembaga penyiaran mempertemukan peserta dengan sejumlah jalur yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan karya. 

Pembahasan tersebut juga membuka ruang pertukaran pengalaman antara musisi lokal dan pihak yang terlibat dalam ekosistem industri musik.

Creative Hub dan Panggung Musisi Parapat

Selain diskusi, kegiatan ini menghadirkan showcase yang menampilkan Pondok Kreatif Parapat, Benny Tambak & Friends Band, dan Aidokustik Band. 

Pertunjukan tersebut menjadi ruang bagi musisi lokal untuk memperkenalkan karya sekaligus menunjukkan potensi musik yang berkembang di kawasan Danau Toba.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Simalungun, Frengky F. Purba, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan program tersebut. 

Pemerintah daerah berharap kolaborasi dengan Kementerian Ekonomi Kreatif dapat mendukung pengembangan potensi kreatif di Simalungun.

Aktivasi Creative Hub Parapat mempertemukan pemerintah pusat, pemerintah daerah, komunitas, lembaga penyiaran, dan pelaku industri.

Melalui program ini, pengembangan musik lokal diarahkan tidak hanya pada kegiatan pertunjukan, tetapi juga pada penguatan kapasitas dan perluasan akses ke industri.

Bagi musisi Parapat, pengenalan karya kepada pendengar yang lebih luas menjadi salah satu jalur untuk mengembangkan aktivitas bermusik. 

Dukungan pengetahuan, jaringan, dan ruang pertunjukan menjadi bagian dari ekosistem yang diperlukan agar karya daerah memiliki kesempatan menjangkau pasar di luar lingkungan asalnya.

TopikBerita
Berita02 NOV 2026

Tentang Penulis

Ridwan

Ridwan

Mengawali kariernya sebagai wartawan surat kabar, lalu melintasi media online, tabloid, majalah, hingga menjadi produser televisi. Berbekal pengalaman jurnalistik tersebut, ia kini aktif menulis isu-isu budaya, pariwisata, sejarah, hingga politik.

Lihat semua tulisan

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Berita

Lihat semua →

Lainnya dari Ridwan

Lihat semua →