Pariwisata

10 Larangan yang Wajib Dipatuhi Wisatawan di Kawasan TNBTS

Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) merupakan salah satu destinasi wisata alam yang sangat populer di Indonesia, tepatanya di Jawa Timur. Keindahan lanskapnya menarik banyak wisatawan, namun ada aturan ketat yang harus dipatuhi untuk menjaga kelestarian lingkungan dan keselamatan pengunjung. Belakangan ini, cuaca ekstrem menyebabkan penutupan sementara Ranu Regulo dan jalur pendakian Gunung Semeru. […]

Oleh Achmad Aristyan

10 Larangan yang Wajib Dipatuhi Wisatawan di Kawasan TNBTS
Danau di Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Foto: GoogleMaps/Mas Tulung
Diterbitkan

Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) merupakan salah satu destinasi wisata alam yang sangat populer di Indonesia, tepatanya di Jawa Timur.

Keindahan lanskapnya menarik banyak wisatawan, namun ada aturan ketat yang harus dipatuhi untuk menjaga kelestarian lingkungan dan keselamatan pengunjung.  

Belakangan ini, cuaca ekstrem menyebabkan penutupan sementara Ranu Regulo dan jalur pendakian Gunung Semeru. Ranu Regulo ditutup 6-21 Februari 2025, sementara pendakian Gunung Semeru ditutup tanpa batas waktu sejak 5 Februari 2025. 

Selama penutupan ini, wisatawan hanya dapat beraktivitas di kawasan Gunung Bromo. Namun, masih banyak wisatawan yang belum mengetahui,bahkan melanggar aturan yang berlaku di TNBTS. 

Berikut 10 larangan yang harus dipatuhi saat berkunjung ke TNBTS dilansir dari tempo.co dan akun Instagram @bbtnbromotenggersemeru:  

  1. Dilarang Mandi dan Berenang

Aktivitas mandi dan berenang di Ranu Regulo dan Ranu Kumbolo dilarang karena dapat merusak ekosistem serta berbahaya bagi pengunjung.

Suhu air yang sangat dingin bisa menyebabkan kram mendadak, seperti yang pernah terjadi pada seorang mahasiswa asal Malang yang tenggelam di Ranu Regulo pada 2012.  

  1. Dilarang Memancing

Memancing di kawasan TNBTS tidak diperbolehkan untuk menjaga kelestarian fauna air.

Pengecualian diberikan kepada masyarakat suku Tengger yang tinggal di Desa Ranupani dan Desa Ngadas, yang merupakan desa enklave di kawasan TNBTS.  

  1. Dilarang Mencuci

Pengunjung tidak diperbolehkan mencuci peralatan makan atau memasak langsung di Ranu Regulo dan Ranu Kumbolo agar air tetap bersih.

Alternatifnya, wisatawan dapat mengambil air menggunakan wadah dan mencuci di tempat yang jauh dari perairan tanpa menggunakan sabun.  

  1. Dilarang Menebang Pohon dan Tumbuhan

Menebang pohon dan merusak vegetasi di dalam kawasan TNBTS sangat dilarang.

Larangan ini kabarnya pernah dilanggar kru film 5 Cm pada 2012 saat syuting di Ranu Kumbolo, di mana mereka menebang pohon dan bahkan masuk ke dalam danau.  

  1. Dilarang Berkemah Saat Badai

Saat badai melanda, wisatawan dilarang mendirikan tenda demi menghindari risiko tertimpa pohon tumbang atau terkena angin kencang. Disarankan mencari perlindungan di tempat yang lebih aman.  

  1. Dilarang Membuang Sampah Sembarangan

Sampah harus dibawa kembali dan dibuang di tempat sampah yang telah disediakan.

Bagi pendaki Gunung Semeru dan pengunjung Ranu Regulo, sampah wajib dikumpulkan dan diserahkan ke pos pengelola di kawasan Ranupani.  

  1. Dilarang Mencoret-coret dan Menempel Stiker

Vandalisme seperti mencoret batu, papan informasi, atau menempelkan stiker dilarang keras di kawasan TNBTS. Pelanggaran ini dapat merusak keindahan dan fasilitas wisata.  

  1. Dilarang Membuat Api Unggun

Api unggun berpotensi menyebabkan kebakaran hutan, sehingga dilarang di seluruh kawasan TNBTS. Pendaki dianjurkan membawa peralatan memasak portable sebagai alternatif.  

  1. Dilarang Berbuat Asusila

Segala bentuk tindakan asusila dilarang di TNBTS demi menjaga kesopanan dan norma sosial.  

  1. Dilarang Menggunakan Drone Tanpa Izin

Penggunaan drone untuk keperluan komersial memerlukan Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (Simaksi) dan pembayaran sesuai aturan PP Nomor 36 Tahun 2024.

Drone hanya diizinkan untuk riset atau pencarian dan penyelamatan dengan izin resmi.  

Sanksi Bagi Pelanggar

Pelanggaran terhadap larangan ini dapat dikenakan sanksi tegas sesuai peraturan yang berlaku.

Karena itu, wisatawan diimbau untuk selalu mematuhi aturan demi menjaga kelestarian Taman Nasional Bromo Tengger Semeru agar tetap indah dan nyaman bagi semua.

TopikPariwisata
Pariwisata11 FEB 2025

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Pariwisata

Lihat semua →

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan