Tradisi

Bundokanduang Padang Hidupkan Lagi Tradisi Mancucuak Suntiang

Demi melestarikan adat dan budaya Minangkabau, Perkumpulan Bundokanduang Minangkabau Kota Padang menggelar tradisi mancucuak suntiang di Palanta Rumah Dinas Wali Kota Padang, Kota Padang, Provinsi Sumatra Barat, Senin (2/11/2024). Selain itu, digelar juga lomba hymne Bundokanduang dan baca puisi. Dikutip dari Infopublik, acara dibuka Asisten I Setdako Padang, Edi Hasymi, yang memberikan apresiasi atas inisiatif […]

Oleh Ridwan

Bundokanduang Padang Hidupkan Lagi Tradisi Mancucuak Suntiang
Diterbitkan

Demi melestarikan adat dan budaya Minangkabau, Perkumpulan Bundokanduang Minangkabau Kota Padang menggelar tradisi mancucuak suntiang di Palanta Rumah Dinas Wali Kota Padang, Kota Padang, Provinsi Sumatra Barat, Senin (2/11/2024).

Selain itu, digelar juga lomba hymne Bundokanduang dan baca puisi.

Dikutip dari Infopublik, acara dibuka Asisten I Setdako Padang, Edi Hasymi, yang memberikan apresiasi atas inisiatif melestarikan seni dan budaya Minangkabau melalui kegiatan ini.

Ketua Perkumpulan Bundokanduang Minangkabau Kota Padang, Fauziah Zainin, menjelaskan bahwa lomba mancucuak suntiang digelar untuk menghidupkan kembali tradisi yang mulai terlupakan.

“Masyarakat sudah jarang memakai pakaian suntiang. Karena itu, kami ingin menggali dan melestarikan kembali nilai-nilai adat Minangkabau agar generasi mendatang tetap mengenalnya,” ujar Fauziah.

Fauziah berharap masyarakat Kota Padang dapat menggunakan suntiang asli dalam acara pernikahan, sumandan, dan kegiatan adat lainnya. Menurutnya, adat dan budaya Minangkabau harus tetap terjaga meski zaman terus berkembang.

“Lomba ini merupakan salah satu cara Bundokanduang Kota Padang untuk melestarikan adat Minangkabau sekaligus memeriahkan HUT Bundokanduang ke-50 dan Hari Ibu ke-96,” tambahnya.

Selain lomba mancucuak suntiang, digelar pula Lomba Hymne Bundokanduang dan Lomba Baca Puisi karya Puti Raudhah Taib, sebagai bagian dari rangkaian acara.

Fauziah menekankan bahwa kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi dan evaluasi program kerja Bundokanduang Kota Padang.

Asisten I Setdako Padang, Edi Hasymi, menyampaikan apresiasi atas kegiatan tersebut. Ia berharap lomba ini dapat mengingatkan masyarakat, terutama generasi muda, untuk kembali mengenal dan menggunakan suntiang asli dalam acara adat.

“Semoga adat, seni, dan budaya Minangkabau kita tetap terjaga dan lestari di tengah masyarakat,” ujar Edi.

TopikTradisi
Tradisi07 DES 2024

Tentang Penulis

Ridwan

Ridwan

Mengawali kariernya sebagai wartawan surat kabar, lalu melintasi media online, tabloid, majalah, hingga menjadi produser televisi. Berbekal pengalaman jurnalistik tersebut, ia kini aktif menulis isu-isu budaya, pariwisata, sejarah, hingga politik.

Lihat semua tulisan

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Tradisi

Lihat semua →
Pranatacara menggunakan bahasa Jawa dalam kegiatan pelestarian tradisi bertutur di Sleman.

Bahasa Krama dan Masa Depan Tradisi Jawa

Paguyuban pranatacara di Sleman merawat bahasa Jawa krama melalui seni bertutur dan tata krama, sekaligus mendorong generasi muda memperoleh ruang untuk belajar dan mempraktikkannya.

Ridwan

Lainnya dari Ridwan

Lihat semua →