Berita

Bupati Wonosobo Soroti Efisiensi Anggaran dan Pendidikan untuk Tekan Kemiskinan

Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, menegaskan pentingnya efisiensi anggaran dan peningkatan pendidikan sebagai langkah strategis pemerintah daerah dalam menekan angka kemiskinan. Hal ini disampaikan dalam acara Serah Terima Jabatan dan Pengantar Tugas Bupati dan Wakil Bupati Wonosobo untuk masa jabatan 2025-2030. Dalam pernyataannya, Afif menyoroti berbagai kebijakan efisiensi yang saat ini menjadi perhatian pemerintah pusat. Ia […]

Oleh Achmad Aristyan

Bupati Wonosobo Soroti Efisiensi Anggaran dan Pendidikan untuk Tekan Kemiskinan
Afif Nurhidayat memberikan sambutan dalam Serah Terima Jabatan dan Pengantar Tugas Bupati dan Wakil Bupati Wonosobo untuk masa jabatan 2025-2030. Foto: Aristyan
Diterbitkan

Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, menegaskan pentingnya efisiensi anggaran dan peningkatan pendidikan sebagai langkah strategis pemerintah daerah dalam menekan angka kemiskinan.

Hal ini disampaikan dalam acara Serah Terima Jabatan dan Pengantar Tugas Bupati dan Wakil Bupati Wonosobo untuk masa jabatan 2025-2030.

Dalam pernyataannya, Afif menyoroti berbagai kebijakan efisiensi yang saat ini menjadi perhatian pemerintah pusat.

Ia menegaskan bahwa setiap kebijakan harus berdampak langsung kepada masyarakat, termasuk melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas tumbuh kembang anak-anak di Wonosobo.

“Program MBG ini sudah berjalan di luar negeri selama lebih dari tujuh tahun, sedangkan Indonesia baru memulainya. Implementasinya tentu memerlukan energi yang besar, namun ini menjadi upaya penting agar anak-anak kita mendapatkan gizi yang cukup dan pendidikan yang layak,” ujar Afif (3/3/2025).

Baca Juga: Ratusan Bonsai Bersaing di Kontes Piala Bupati Wonosobo

Soroti Efisiensi Anggaran dan Pendidikan

Salah satu isu yang tengah hangat dibicarakan adalah kebijakan efisiensi anggaran yang harus dilakukan pemerintah daerah sesuai dengan arahan Presiden.

Afif mengungkapkan bahwa dalam minggu ini pihaknya harus segera menyusun pemangkasan anggaran, termasuk menentukan sektor mana yang harus dikurangi dan mana yang tetap mendapatkan prioritas.

Saat ini, anggaran untuk pembangunan fisik yang dialokasikan sebesar Rp29 miliar telah habis, sementara sektor lainnya mengalami pemangkasan hingga total Rp65,5 miliar.

Karena itu, pemerintah daerah akan lebih selektif dalam menentukan program kerja ke depan agar tetap berjalan efektif.

Selain itu, kebijakan efisiensi juga diterapkan pada perjalanan dinas, di mana anggarannya telah dipangkas 50%.

Para pejabat diminta untuk tetap fokus bekerja di daerah masing-masing, kecuali dalam kondisi tertentu yang mengharuskan kehadiran di luar daerah, seperti rapat yang tidak bisa diwakilkan.

“Kami harus memastikan anggaran digunakan seefektif mungkin. Jika tidak dikelola dengan baik, program kerja tahun 2025 bisa terhambat. Karena itu, efisiensi menjadi kunci agar setiap kebijakan tetap berdampak bagi masyarakat,” tegasnya.

Dalam bidang pendidikan, Afif menyoroti masih tingginya angka anak putus sekolah di Wonosobo, yang menjadi salah satu faktor utama penyebab kemiskinan.

Ia menyampaikan bahwa pemerintah telah memiliki data lengkap mengenai jumlah dan lokasi anak-anak yang putus sekolah, termasuk faktor penyebabnya.

“Kami ingin menuntaskan masalah anak putus sekolah ini. Jika angka putus sekolah bisa ditekan dan rata-rata lama sekolah meningkat, saya optimistis tingkat kemiskinan juga bisa berkurang secara signifikan,” katanya.

Afif Nurhidayat bersama Muhammad Albar (kiri) dan Amir Husein (kanan). Foto: Aristyan

Baca Juga: Afif Nurhidayat Tegaskan Komitmen Membangun Wonosobo Usai Retreat di Magelang

Fokus Program Pasca Pelantikan

Setelah serah terima jabatan, agenda terdekat Bupati Wonosobo adalah melaksanakan Tarawih Keliling (Tarling) di bulan Ramadan serta menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna DPRD.

Selain itu, pemerintah daerah akan segera menyusun langkah konkret dalam rangka efisiensi anggaran sesuai dengan arahan Kementerian Dalam Negeri.

Dengan berbagai langkah yang telah dirancang, Afif berharap Wonosobo dapat keluar dari daftar kabupaten dengan tingkat kemiskinan tinggi.

Meskipun ada kemajuan dalam beberapa tahun terakhir, ia mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan agar kesejahteraan masyarakat meningkat secara nyata.

“Kami akan terus berupaya agar setiap kebijakan membawa manfaat langsung bagi rakyat. Dengan kolaborasi semua pihak, saya optimistis Wonosobo akan berkembang lebih baik di masa mendatang,” tutupnya.

Baca Juga: DLH Wonosobo Gelar Ceremony HPSN 2025

TopikBerita
Berita03 MAR 2025

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Berita

Lihat semua →
Ikan arwana Super Red asal Kalimantan Barat yang dikenal dari kawasan Kapuas Hulu dan Danau Sentarum.

Kearifan Lokal Menjaga Arwana Super Red Kalbar

Arwana Super Red Kalimantan Barat dikenal di pasar ikan hias internasional. Di sekitar Danau Sentarum, pengetahuan dan keterlibatan masyarakat berperan menjaga kelestarian ikan kebanggaan daerah ini.

Ridwan
Budaya Batang Menelusuri Jejak Mataram

Budaya Batang Menelusuri Jejak Mataram

Dialog budaya Batang dan DI Yogyakarta membuka kembali pembahasan hubungan sejarah pesisir utara Jawa dengan Mataram Islam yang menjadi bagian dari upaya penelitian serta pelestarian warisan sejarah.

Ridwan

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan