Pariwisata

Candi Bima, Warisan Purbakala Dieng dengan Sentuhan Arsitektur India

Candi Bima yang terletak di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, menjadi salah satu peninggalan purbakala paling menonjol di kawasan Dataran Tinggi Dieng. Letaknya berada di bagian paling selatan dari kompleks percandian Dieng, sekitar 900 meter dari Candi Arjuna. Bangunan ini memiliki ukuran denah 4,55 x 4,55 meter dan dikenal sebagai candi terbesar di […]

Oleh Achmad Aristyan

Candi Bima, Warisan Purbakala Dieng dengan Sentuhan Arsitektur India
Candi Bima sebagai salah satu situs bersejarah yang ada di Dataran Tinggi Dieng. Foto: Aristyan
Diterbitkan

Candi Bima yang terletak di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, menjadi salah satu peninggalan purbakala paling menonjol di kawasan Dataran Tinggi Dieng.

Letaknya berada di bagian paling selatan dari kompleks percandian Dieng, sekitar 900 meter dari Candi Arjuna.

Bangunan ini memiliki ukuran denah 4,55 x 4,55 meter dan dikenal sebagai candi terbesar di kawasan Dieng.

Keunikan arsitekturnya menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan dan peneliti sejarah.

Pemandu wisata Dieng, Dhimas, menjelaskan bahwa bentuk arsitektur Candi Bima sangat berbeda dibanding candi-candi lain di Indonesia.

“Candi Bima ini punya bentuk atap yang khas, mirip shikara dari India. Arsitekturnya menggabungkan gaya India Utara dan Selatan, yang tidak banyak ditemukan di Nusantara,” ujar Dhimas.

Baca Juga: Candi Gatotkaca, Peninggalan Hindu Kuno di Dieng

Ia juga menyebutkan bahwa bangunan candi ini menonjol karena bentuknya yang segi delapan, dengan pintu menghadap ke timur dan tiga relung di sisi lainnya yang dulunya berisi arca.

“Sayangnya, beberapa arca sudah hilang karena kasus pencurian,” tambahnya.

Di bagian atap, pengunjung bisa melihat relief kepala yang disebut kudu.

Relief ini menjadi bagian yang cukup istimewa namun rentan rusak akibat faktor alam dan tangan manusia.

Menurut catatan, kondisi Candi Bima sempat mengalami kerusakan cukup parah.

Beberapa kerusakan disebabkan pencurian arca dan efek dari gas solfatara Kawah Sikidang yang berdekatan.

Upaya pemugaran dilakukan Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Tengah pada tahun 2012.

Pemugaran ini bertujuan memperbaiki struktur batu yang lapuk dan mengantisipasi amblesnya bangunan akibat rongga dalam candi.

“Pemeliharaan sangat penting agar warisan ini tetap lestari. Banyak wisatawan datang bukan hanya karena keindahannya, tapi juga untuk belajar sejarah,” tutur Dhimas.

Untuk bisa menikmati keindahan dan nilai sejarah Candi Bima, pengunjung cukup membayar tiket masuk seharga Rp15.000.

Kawasan ini dibuka untuk umum mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB setiap harinya.

Selain nilai sejarah dan arsitektur yang menarik, kawasan sekitar Candi Bima juga memiliki suasana yang sejuk khas dataran tinggi.

Dengan udara yang segar dan pemandangan alam yang tenang, tempat ini sangat cocok untuk bersantai setelah menjelajahi kawasan Dieng.

Banyak wisatawan menikmati waktu duduk santai sambil menikmati lanskap pegunungan dan udara dingin yang menyegarkan.

Baca Juga: Candi Dwarawati, Jejak Sejarah di Tengah Ladang Kentang Dieng

Salah satu pengunjung, Edi, datang dari Wonosobo bersama teman-temannya.

Ia mengaku sengaja mampir ke Candi Bima karena ingin memperdalam pengetahuannya tentang sejarah dan kebudayaan lokal.

“Saya ke sini karena penasaran dengan cerita dan bentuk bangunannya. Saya suka sejarah, dan Dieng ini ternyata punya banyak peninggalan unik yang belum banyak diketahui orang,” kata Edi.

Candi Bima menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki ragam kekayaan budaya dan sejarah yang mendalam.

Di balik tiap pahatan batu, tersimpan kisah masa lalu yang terus menginspirasi generasi masa kini.

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

ADVERTISEMENT

Lainnya dari Pariwisata

Lihat semua →

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan