Cerita Rakyat

Cerita Rakyat Roro Kuning, Kisah Putri Raja Kerajaan Kediri 

Roro Kuning sebenarnya adalah destinasi wisata air terjun di Nganjuk, Jawa Timur. Air terjun ini memiliki ketinggian 10-15 meter yang mengalir dari tiga dari Gunung Willis. Air terjun yang membentuk trisula ini konon berasal dari cerita rakyat Roro Kuning. Cerita rakyat Roro Kuning merupakan cerita populer di masyarakat Nganjuk dan Kediri. Cerita ini berkisah tentang […]

Oleh Anisa Kurniawati

Cerita Rakyat Roro Kuning, Kisah Putri Raja Kerajaan Kediri 
Ilustrasi Kawasan wisata air terjun Roro Kuning, Desa Bajulan, Kec. Loceret, Nganjuk, Jatim. Foto: GoogleMaps/ Roman Sumawe#28
Diterbitkan

Roro Kuning sebenarnya adalah destinasi wisata air terjun di Nganjuk, Jawa Timur.  Air terjun ini memiliki ketinggian 10-15 meter  yang mengalir dari tiga dari Gunung Willis. Air terjun yang membentuk trisula ini konon berasal dari cerita rakyat Roro Kuning. 

Cerita rakyat Roro Kuning merupakan cerita populer di masyarakat Nganjuk dan Kediri. Cerita ini berkisah tentang putri raja dari Kerajaan Kediri atau Kerajaan Daha yang terserang penyakit. 

Berdasarkan salah satu versi cerita, Kerajaan Kediri atau Daha berkuasa sekitar abad ke-11 atau abad ke-12. Pada saat itu, raja Kediri, Lembu Asmino, memiliki putri bernama Ruting yang aslinya memiliki nama Dewi Kilisuci dan Roro Kuning bernama asli Dewi Sekartaji.

Obat Ajaib

Suatu ketika, Ruting mengalami sakit kuning dan Roro Kuning sakit gondok serta kulit. Akan tetapi tidak ada satu orang pun di kerajaan yang bisa menyembuhkannya. Keduanya punmengembara masuk ke dalam hutan belantara untuk mencari obat guna menyembuhkan penyakitnya. 

Akhirnya, mereka sampai di lereng Gunung Willis, tepatnya di Desa Bajulan, Nganjuk. Ketika sedang beristirahat, Ruting dan Roro Kuning bertemu dengan Resi Darmo dari Padepokan Ringin Putih di Desa Bajulan. Di sinilah kemudian mereka dirawat dan diberi obat tradisional.

Ajaibnya, setelah meminum obat yang diberikan Resi Darmo, Ruting dan Roro Kuning sembuh dari penyakitnya. Dalam proses penyembuhannya, Ruting dan Roro Kuning kerap mandi di air terjun yang kemudian dikenal sebagai air terjun Roro Kuning. 

Mata Air Merambat

Disamping legenda Roro Kuning, Air terjun inu juga dipenuhi cerita misteri dari berbagai sumber. Roro Kuning sendiri adalah tokoh mitologi di Nganjuk.

Ia digambarkan sebagai sosok cantik dan dikenal dengan nama Dewi Sekartaji. Dia menjadi ikon kota Nganjuk. Sosoknya memberikan energi positif bagi pemerintahan dan masyarakat Nganjuk. 

Salah satu misteri seputar Roro Kuning yaitu cerita mengenai misteri air yang merambat. Jadi, di sekitar patung roro kuning terdapat sebuah mata air yang disebut mata air merambat.

Menurut cerita yang beredar, secara misterius air itu memercik ke jalanan, mengalir, seolah-olah sedang hujan. Padahal tidak ada hujan sama sekali. 

Banyak beredar cerita misteri lainnya, misalkan seperti jalan menuju patung roro kuning terkenal angker dan kadang terjadi kecelakaan. Jejak gaib Roro Kuning juga konon sering ditemukan. Misalnya seperti kemunculan selendang kuning hingga bayangan wanita cantik di sekitar patung Roro Kuning, dan masih ada banyak cerita mistis lainnya. (Dari berbagai sumber)

TopikCerita Rakyat
Cerita Rakyat15 DES 2024

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Cerita Rakyat

Lihat semua →

Lainnya dari Anisa Kurniawati

Lihat semua →
penulisan ulang sejarah Indonesia

DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027

Proyek penulisan ulang sejarah Indonesia resmi mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Persetujuan ini diumumkan dalam Rapat Kerja bersama Komisi X yang digelar di Gedung Nusantara I, mayoritas fraksi menyatakan dukungan terhadap langkah strategis Kementerian Kebudayaan tersebut. Langkah besar ini menandai akhir dari kevakuman penulisan sejarah bangsa selama lebih dari dua

Anisa Kurniawati
Festival Karawitan Putri Gunungkidul

Festival Karawitan Putri Gunungkidul 2025, Ruang Ekspresi Generasi Muda

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kembali menggelar Festival Karawitan Putri Tingkat Kabupaten Gunungkidul tahun 2025. Acara pembukaan berlangsung pada Selasa (27/5) di Taman Budaya Gunungkidul turut dihadiri Wakil Ketua I TP PKK DIY, GKBRAyA Paku Alam. Dalam sambutannya, Gusti Putri mengungkapkan apresiasi mendalam terhadap terselenggaranya festival tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam

Anisa Kurniawati
Pentas Seni Selasa Wagen

Pentas Seni Selasa Wagen DIY, unjukkan Komitmen Lestarikan Kearifan Lokal

Pentas Seni Selasa Wagen kembali digelar, Selasa (27/05) di Amphitheater Teras Malioboro 1, Yogyakarta. Acara menjadi wujud nyata pengabdian para pelaku budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam menghidupkan kembali nilai-nilai luhur tradisi. Dalam sambutan pembukaan yang dibacakan Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Hukum, Pemerintahan dan Politik, Sukamto, mewakili Sekretaris Daerah DIY, disampaikan bahwa kegiatan

Anisa Kurniawati