Pariwisata

Coban Rondo, Wisata Air Terjun Legendaris di Malang

Air terjun Coban Rondo adalah wisata alam legendaris di Malang, Jawa Timur yang terkenal akan legenda dan mitosnya. Air terjun yang memiliki ketinggian 84 meter ini ternyata namanya berasal dari bahasa Jawa yang berarti “Air Terjun Janda”. Berlokasi di Pujon, Kabupaten Malang, air terjun ini mudah diakses dengan menggunakan kendaraan umum. Akses yang paling mudah […]

Oleh Anisa Kurniawati

Coban Rondo, Wisata Air Terjun Legendaris di Malang
Foto: wikimedia commons
Diterbitkan

Air terjun Coban Rondo adalah wisata alam legendaris di Malang, Jawa Timur yang terkenal akan legenda dan mitosnya.  Air terjun yang memiliki ketinggian 84 meter ini ternyata namanya berasal dari bahasa Jawa yang berarti “Air Terjun Janda”.

Berlokasi di Pujon, Kabupaten Malang, air terjun ini mudah diakses dengan menggunakan kendaraan umum. Akses yang paling mudah dengan melalui jalan raya dari Malang ke Batu, dari sebelah timur atau dari Kediri ke Pare menuju Malang dari arah barat.

Disamping menikmati keindahan air terjun, wisatawan juga dapat menikmati berbagai aktivitas. Mulai dari Fun Tubing, yaitu menelusuri sungai dengan arus deras menggunakan ban karet. Selain itu juga ada ATV, labirin, wisata berkuda, flying fox, dan masih banyak lagi.

Harga tiketnya cukup terjangkau, mulai dari Rp15.000, namun belum termasuk fasilitas wahana permainan lain. Fasilitanya juga cukup lengkap, yaitu terdapat spot kuliner, fasilitas toilet, mushola, dan pilihan penginapan yang nyaman. 

Baca juga: Embung Kleco Kulon Progo, Spot Sunset Terbaik

Legenda dan Mitos

Air terjun ini dikenal karena kaitanya dengan legenda yang beredar.  Konon legenda ini berkisah tentang sepasang pengantin bernama Dewi Anjarwati dari Gunung Kawi dan Raden Baron Kusuma dari Gunung Anjasmara.

Kedua pasangan tersebut mengunjungi Gunung Anjasmara. Di tengah perjalanan, mereka bertemu Joko Lelono yang terpesona kecantikan Dewi Anjarwati. Raden Baron Kusuma tidak terima dan kemudian keduanya beradu kekuatan. 

Namun akhirnya Raden Baron tewas dalam pertarungan. Dewi Anjarwati yang awalnya menunggu dibalik air terjun menjadi janda. Sejak saat itu konon dia terus menunggu suaminya di tempat itu. Sehingga air terjun diberi nama Coban Rondo. 

Di samping itu, wisata ini juga terkenal akan mitos. Beberapa diantaranya yaitu jika berkunjung sambil membawa pasangan yang belum menikah akan membawa kesialan. Hal ini dikarenakan Dewi Anjarwati tidak ingin orang bersenang-senang di atas penderitaannya. 

Baca juga: Geblek Kulon Progo, Kuliner Khas dengan Cita Rasa Unik

Selain itu, dilarang buang sampah sembarangan. Konon, bila dilanggar maka akan diikuti makhluk halus atau kena tulah. Mitosnya lagi, katanya Dewi Anjarwati masih berada di air terjundan akan mengajak perempuan yang berada di wisata untuk berbicara. 

Terlepas dari kebenaran mitos dan legenda yang beredar, wisata Air Terjun Coban Rondo layak wajib dikunjungi. Apalagi kawasan sekitarnya dipenuhi tebing-tebing hijau dan pepohonan pinus menawarkan pemandangan yang mempesona dan menyegarkan mata. (Dari Berbagai Sumber)

TopikPariwisata
Pariwisata28 OKT 2024

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Pariwisata

Lihat semua →

Lainnya dari Anisa Kurniawati

Lihat semua →
penulisan ulang sejarah Indonesia

DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027

Proyek penulisan ulang sejarah Indonesia resmi mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Persetujuan ini diumumkan dalam Rapat Kerja bersama Komisi X yang digelar di Gedung Nusantara I, mayoritas fraksi menyatakan dukungan terhadap langkah strategis Kementerian Kebudayaan tersebut. Langkah besar ini menandai akhir dari kevakuman penulisan sejarah bangsa selama lebih dari dua

Anisa Kurniawati
Festival Karawitan Putri Gunungkidul

Festival Karawitan Putri Gunungkidul 2025, Ruang Ekspresi Generasi Muda

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kembali menggelar Festival Karawitan Putri Tingkat Kabupaten Gunungkidul tahun 2025. Acara pembukaan berlangsung pada Selasa (27/5) di Taman Budaya Gunungkidul turut dihadiri Wakil Ketua I TP PKK DIY, GKBRAyA Paku Alam. Dalam sambutannya, Gusti Putri mengungkapkan apresiasi mendalam terhadap terselenggaranya festival tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam

Anisa Kurniawati
Pentas Seni Selasa Wagen

Pentas Seni Selasa Wagen DIY, unjukkan Komitmen Lestarikan Kearifan Lokal

Pentas Seni Selasa Wagen kembali digelar, Selasa (27/05) di Amphitheater Teras Malioboro 1, Yogyakarta. Acara menjadi wujud nyata pengabdian para pelaku budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam menghidupkan kembali nilai-nilai luhur tradisi. Dalam sambutan pembukaan yang dibacakan Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Hukum, Pemerintahan dan Politik, Sukamto, mewakili Sekretaris Daerah DIY, disampaikan bahwa kegiatan

Anisa Kurniawati