Pariwisata

Ini Destinasi Sport Tourism dengan Sentuhan Nama Selebritis

Beberapa destinasi sport tourism di Indonesia memiliki keunikan tersendiri dengan menggunakan nama selebritis tanah air, sebuah penghormatan atas kontribusi mereka dalam mempromosikan keindahan alam negeri. Pemberian nama ini sering kali dimaksudkan sebagai bentuk apresiasi karena selebritis tersebut telah membantu mengangkat popularitas destinasi terkait. Berikut destinasi yang dinamai nama tokoh terkenal Indonesia dilansir dari Kemenparekraf.go.id: Mata […]

Oleh Ridwan

Ini Destinasi Sport Tourism dengan Sentuhan Nama Selebritis
Ilustrasi Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, memiliki spot diving yang diberi nama “Mata Nadine. Foto: Shutterstock/MZ Nasution
Diterbitkan

Beberapa destinasi sport tourism di Indonesia memiliki keunikan tersendiri dengan menggunakan nama selebritis tanah air, sebuah penghormatan atas kontribusi mereka dalam mempromosikan keindahan alam negeri.

Pemberian nama ini sering kali dimaksudkan sebagai bentuk apresiasi karena selebritis tersebut telah membantu mengangkat popularitas destinasi terkait.

Berikut destinasi yang dinamai nama tokoh terkenal Indonesia dilansir dari Kemenparekraf.go.id:

Mata Nadine

Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, memiliki spot diving yang diberi nama “Mata Nadine,” dinamai oleh Nadine Chandrawinata, Puteri Indonesia 2005.

Nama ini diambil karena menyelam di lokasi ini memerlukan penglihatan yang jeli untuk menikmati keindahan biota laut, termasuk Nudibranch, siput laut yang menjadi daya tarik utama. 

Ruang Nadine

Selain “Mata Nadine,” Nadine juga memberi nama spot diving lain di Kepulauan Sangihe, yaitu “Ruang Nadine.”

Nama ini terinspirasi dari kamar pribadinya yang meskipun tampak berantakan, tetap menyimpan keindahan tersembunyi. Begitu pula dengan terumbu karang di lokasi ini yang menampilkan pemandangan memukau.

Lincah Nadine

Di Boalemo, Gorontalo, Nadine Chandrawinata juga menamai spot diving “Lincah Nadine,” menggambarkan ketangkasannya saat menjelajah bawah laut.

Spot ini menawarkan terumbu karang dengan dinding yang memiliki tekstur unik, membuatnya menarik bagi penyelam yang gemar petualangan.

Batu Kaka “Slank”  

Halmahera Barat menyimpan spot diving yang dinamai “Batu Kaka,” terinspirasi dari vokalis band Slank, Kaka.

Dia menjadi penyelam pertama dari luar daerah yang menjelajahi tempat ini, sehingga nama Batu Kaka diresmikan oleh Bupati Halmahera Barat untuk menghormatinya.

Jalur Luna Maya

Berada di Nanggulan, Kulonprogo, “Jalur Luna Maya” adalah rute sepeda favorit yang diberi nama setelah aktris Luna Maya mencoba trek ini pada tahun 2020.

Jalur ini terkenal dengan pemandangan sawah yang asri serta udara yang sejuk, menjadikannya mirip dengan suasana di Ubud, Bali.

Tanjakan Luna Maya

Tanjakan yang terletak di desa Podorejo, Semarang, dinamai “Tanjakan Luna Maya” karena aktris tersebut kesulitan menaklukkan medan yang curam, hingga harus menuntun sepedanya.

Sejak saat itu, tanjakan ini menjadi populer di kalangan pesepeda dan sering dijadikan tantangan.

Berbagai destinasi ini menawarkan pengalaman yang unik dan menarik bagi para pencinta sport tourism. Apakah Anda tertarik untuk mengunjungi salah satunya? (Achmad Aristyan)

TopikPariwisata
Pariwisata07 OKT 2024

Tentang Penulis

Ridwan

Ridwan

Mengawali kariernya sebagai wartawan surat kabar, lalu melintasi media online, tabloid, majalah, hingga menjadi produser televisi. Berbekal pengalaman jurnalistik tersebut, ia kini aktif menulis isu-isu budaya, pariwisata, sejarah, hingga politik.

Lihat semua tulisan

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Pariwisata

Lihat semua →

Lainnya dari Ridwan

Lihat semua →