Event

FTBI Banjar: Revitalisasi Bahasa Daerah Bagi Generasi Muda

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), menggelar Puncak Perayaan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Bahasa Banjar di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Kegiatan itu bertujuan untuk melestarikan Bahasa Banjar dan menanamkan kebanggaan akan budaya daerah di kalangan generasi muda. FTBI Banjar 2024 mencakup berbagai […]

Oleh Anisa Kurniawati

FTBI Banjar Revitalisasi Bahasa Daerah
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), menggelar Puncak Perayaan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Bahasa Banjar di Banjarmasin. (Foto: Dok Kemendikdasmen)
Diterbitkan

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), menggelar Puncak Perayaan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Bahasa Banjar di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Kegiatan itu bertujuan untuk melestarikan Bahasa Banjar dan menanamkan kebanggaan akan budaya daerah di kalangan generasi muda.

FTBI Banjar 2024 mencakup berbagai lomba seni dan sastra, seperti menulis cerita pendek, menulis puisi, bakisah (bercerita), bapandung (berbalas pantun), dan berpidato. Seluruh lomba ini ditujukan untuk siswa tingkat sekolah dasar dan menengah.

Kepala Pusat Pelindungan Bahasa dan Sastra, Imam Budi Utomo, mengungkapkan bahwa FTBI telah diakui dalam manajemen talenta nasional. Para juara FTBI akan mendapatkan pengakuan dan sertifikasi yang setara dengan pemenang olimpiade sains, seni budaya, dan kompetisi lainnya. “Harapannya, tunas-tunas bahasa ini merasa bangga dan percaya diri dalam menggunakan bahasa daerah mereka,” ujar Imam dalam keterangan tertulisnya Sabtu (16/11/2024).

Staf Ahli Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan, Husnul Khatimah, menekankan pentingnya bahasa daerah sebagai bagian dari identitas budaya bangsa. “Melalui FTBI, kita tidak hanya mengenalkan bahasa dan sastra daerah, tetapi juga membentuk karakter cinta budaya dalam diri generasi muda,” katanya dikutip dari Infopublik.id.

Baca juga: Revitalisasi Bahasa di Tanimbar Lestarikan Warisan Budaya

Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan, Armiati Rasyid, juga menyoroti manfaat pendidikan berbasis bahasa ibu. Menurut penelitian UNESCO 2005, anak yang belajar dengan bahasa ibu menunjukkan prestasi lebih baik. “Bahasa ibu membantu perkembangan kognitif, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, dan memperkuat identitas budaya anak-anak,” imbuhnya.

Selain perlombaan, Balai Bahasa memberikan penghargaan kepada guru utama dari berbagai daerah yang berkontribusi dalam revitalisasi Bahasa Banjar. Indikator penghargaan mencakup inovasi program, jumlah partisipan, dan kolaborasi dengan pemerintah daerah. Langkah ini bertujuan memperkuat program revitalisasi bahasa daerah di Kalimantan Selatan.

FTBI Banjar 2024 diikuti oleh 130 peserta dari 13 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan. Acara ini melibatkan siswa, guru, pejabat dinas pendidikan, sastrawan, dan budayawan. Dewan juri terdiri dari sastrawan, akademisi, dan tokoh budaya memberikan penilaian objektif sesuai standar perlombaan.

Para pemenang lomba tidak hanya mendapatkan penghargaan berupa uang pembinaan, tetapi juga kesempatan untuk mewakili Kalimantan Selatan dalam Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional (FTBIN) yang akan digelar di Jakarta pada 2025.

FTBI Banjar 2024 menjadi langkah nyata dalam melestarikan bahasa daerah sekaligus membangun kebanggaan generasi muda terhadap identitas budaya mereka. Dengan dukungan kolektif dari berbagai pihak, Bahasa Banjar diharapkan tetap hidup dan berkembang, menjadi warisan budaya yang kuat untuk generasi mendatang. “Melalui FTBI, kita memastikan bahwa Bahasa Banjar terus dikenal dan dicintai oleh anak cucu kita,” tutup Husnul Khatimah.

TopikEvent
Event17 NOV 2024

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Event

Lihat semua →
Pameran topeng tradisional Indonesia dan Korea Selatan bertajuk Dua Wajah, Satu Jiwa di Museum Nasional Indonesia.

Dua Wajah, Satu Jiwa Indonesia-Korea

Pameran topeng tradisional Indonesia dan Korea Selatan di Museum Nasional mempertemukan dua tradisi melalui kemiripan karakter, kisah kehidupan, dan nilai budaya.

Ridwan

Lainnya dari Anisa Kurniawati

Lihat semua →
penulisan ulang sejarah Indonesia

DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027

Proyek penulisan ulang sejarah Indonesia resmi mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Persetujuan ini diumumkan dalam Rapat Kerja bersama Komisi X yang digelar di Gedung Nusantara I, mayoritas fraksi menyatakan dukungan terhadap langkah strategis Kementerian Kebudayaan tersebut. Langkah besar ini menandai akhir dari kevakuman penulisan sejarah bangsa selama lebih dari dua

Anisa Kurniawati
Festival Karawitan Putri Gunungkidul

Festival Karawitan Putri Gunungkidul 2025, Ruang Ekspresi Generasi Muda

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kembali menggelar Festival Karawitan Putri Tingkat Kabupaten Gunungkidul tahun 2025. Acara pembukaan berlangsung pada Selasa (27/5) di Taman Budaya Gunungkidul turut dihadiri Wakil Ketua I TP PKK DIY, GKBRAyA Paku Alam. Dalam sambutannya, Gusti Putri mengungkapkan apresiasi mendalam terhadap terselenggaranya festival tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam

Anisa Kurniawati
Pentas Seni Selasa Wagen

Pentas Seni Selasa Wagen DIY, unjukkan Komitmen Lestarikan Kearifan Lokal

Pentas Seni Selasa Wagen kembali digelar, Selasa (27/05) di Amphitheater Teras Malioboro 1, Yogyakarta. Acara menjadi wujud nyata pengabdian para pelaku budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam menghidupkan kembali nilai-nilai luhur tradisi. Dalam sambutan pembukaan yang dibacakan Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Hukum, Pemerintahan dan Politik, Sukamto, mewakili Sekretaris Daerah DIY, disampaikan bahwa kegiatan

Anisa Kurniawati