Tradisi

Gasdeso, Atraksi Tradisi Perang Nasi di Blora

Gasdeso atau “Perang Nasi” merupakan tradisi sedekah bumi yang digelar warga Desa Jiken, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Acara ini memiliki makna spiritual yang mendalam bagi masyarakat setempat, yang memanfaatkannya sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas hasil panen yang melimpah, kesuburan tanah, dan keberkahan hidup. Gasdeso dilakukan sekali setahun dan menarik perhatian warga […]

Oleh Achmad Aristyan

Gasdeso, Atraksi Tradisi Perang Nasi di Blora
Warga padati Jalan Pemuda, Blora, mengikuti tradisi Gas Desa Bumi Blora. Foto: Instagram/@prokompim.blora
Diterbitkan

Gasdeso atau “Perang Nasi” merupakan tradisi sedekah bumi yang digelar warga Desa Jiken, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Acara ini memiliki makna spiritual yang mendalam bagi masyarakat setempat, yang memanfaatkannya sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas hasil panen yang melimpah, kesuburan tanah, dan keberkahan hidup. 

Gasdeso dilakukan sekali setahun dan menarik perhatian warga dari berbagai kalangan untuk ikut serta dalam tradisi yang berlangsung sejak zaman leluhur mereka. Prosesi Gasdeso diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh sesepuh desa, Mbah Modin Munib, di bawah pohon Meh, pohon besar yang dipercaya memiliki nilai historis dan spiritual. 

Mbah Modin, yang dihormati di desa tersebut, menekankan pentingnya kehadiran pohon ini bukan sebagai objek pemujaan, melainkan tempat berkumpulnya warga dalam doa yang ditujukan kepada Tuhan.

Pohon Meh dianggap sebagai simbol keberkahan yang memberikan perlindungan dan rasa damai bagi masyarakat. Dalam doa, Mbah Modin memohon agar desa selalu diberkahi dengan hasil panen yang baik dan lingkungan yang aman. Setelah doa, warga berkumpul untuk memulai bagian unik dari acara ini, yakni “Perang Nasi”. 

Nasi yang telah dibungkus dengan daun jati disiapkan oleh masing-masing keluarga dan dibawa ke pohon Meh, tempat nasi-nasi ini ditumpuk menjadi satu. Tradisi ini tidak mengharuskan jenis lauk tertentu, sehingga setiap warga bebas menyajikan lauk sesuai kemampuan mereka, menjadikan acara ini juga sebagai cerminan keragaman dan kebersamaan. 

Usai doa, warga mulai saling melempar nasi bungkus ini, suatu simbolisasi dari keceriaan, syukur, dan semangat berbagi kebahagiaan di antara warga. Warga meyakini bahwa nasi yang dilemparkan tersebut membawa berkah, sehingga acara ini menjadi wujud nyata dari ngalap berkah atau memperoleh berkat bagi seluruh masyarakat. 

Lemparan nasi tidak diartikan sebagai bentuk pemborosan atau pertengkaran, melainkan sebagai wujud sukacita, di mana kebahagiaan dan rasa syukur dirasakan bersama.

Acara kemudian diakhiri dengan pembagian nasi kepada warga yang hadir sebagai simbol berbagi rezeki antar masyarakat. Bagi warga, membawa pulang nasi dari acara ini diyakini membawa keberuntungan dan kebahagiaan bagi keluarga. 

Setelah prosesi utama selesai, suasana perayaan berlanjut dengan doa bersama dan penampilan hiburan tradisional seperti musik dangdut, pertunjukan barongan (kesenian tradisional Blora), pengajian, dan hiburan lain yang turut menyemarakkan suasana dan menguatkan kebersamaan. (Sumber: blorakab.go.id)

TopikTradisi
Tradisi01 NOV 2024

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Tradisi

Lihat semua →

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan