Berita

Gedung Baru Kejaksaan Negeri Wonosobo Diresmikan, Simbol Penguatan Layanan Hukum yang Humanis

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah, Ponco Hartanto, meresmikan Gedung Baru Kejaksaan Negeri Wonosobo, Selasa (22/4/2025) di halaman Gedung Kejaksaan Negeri. Acara peresmian ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat lembaga penegak hukum yang tak hanya profesional dan akuntabel, namun juga mengedepankan pendekatan yang humanis dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Dalam sambutannya, Ponco menyatakan bahwa gedung […]

Oleh Anisa Kurniawati

kejaksaan negeri wonosobo
Peresmian gedung baru Kejaksaan Negeri Wonosobo oleh Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah, Ponco Hartanto. Foto: website.wonosobokab.go.id
Diterbitkan

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah, Ponco Hartanto, meresmikan Gedung Baru Kejaksaan Negeri Wonosobo, Selasa (22/4/2025) di halaman Gedung Kejaksaan Negeri.

Acara peresmian ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat lembaga penegak hukum yang tak hanya profesional dan akuntabel, namun juga mengedepankan pendekatan yang humanis dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Dalam sambutannya, Ponco menyatakan bahwa gedung baru ini harus menjadi simbol hadirnya “Rumah Keadilan” bagi masyarakat Wonosobo. Ia menekankan bahwa peran kejaksaan tidak hanya fokus pada penindakan, tetapi juga pada pencegahan melalui cara-cara yang mengedepankan sisi kemanusiaan.

“Kami ingin kantor ini tidak hanya jadi tempat kerja, tapi tempat masyarakat datang mencari solusi. Kenali hukum, jauhi hukuman. Segala persoalan bisa dikonsultasikan,” ungkap Ponco dilansir dari website.wonosobokab.go.id.

Baca juga: Warga Pagerejo Usulkan Nama R.M. Sundoro untuk Jalan Candiyasan–Keseneng

Ponco juga menyoroti sejumlah program preventif yang dijalankan Kejaksaan, seperti Jaksa Masuk Desa, penyuluhan hukum, dan peluncuran aplikasi Jaga Desa. Program-program ini bertujuan untuk mendorong transparansi dalam pengelolaan anggaran desa serta mengurangi potensi pelanggaran hukum.

Sementara itu, Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, menyambut baik hadirnya gedung baru tersebut. Ia menilai pembangunan gedung bukan hanya sebatas proyek infrastruktur, melainkan wujud nyata sinergi antara Pemkab Wonosobo dan Kejaksaan Negeri dalam memperkuat sistem hukum yang adil dan responsif.

“Gedung ini mencerminkan komitmen bersama dalam menjaga integritas dan semangat kolaborasi lintas lembaga. Kami berharap keberadaan gedung ini menjadi ruang kerja yang memancarkan semangat pengabdian dan kebersamaan,” ungkap Afif.

kejaksaan negeri wonosobo
Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat menyampaikan sambutannya dalam peresmian gedung baru Kejaksaan Negeri Wonosobo. Foto: website.wonosobokab.go.id

Lebih jauh, Bupati menekankan pentingnya peran aparatur negara dalam membangun masyarakat yang aman dan sejahtera, bukan hanya sebatas menjalankan tugas administratif.

Senada dengan hal itu, Kepala Kejari Wonosobo, Erawati, menyampaikan bahwa gedung baru ini menjadi lambang tanggung jawab institusinya dalam memberikan pelayanan hukum yang representatif, profesional, dan akuntabel kepada publik.

“Gedung ini bukan sekadar fisik, tapi simbol tanggungjawab kami kepada masyarakat. Kami berkomitmen menjadikan kantor ini sebagai tempat pelayanan hukum yang inklusif dan terpercaya,” ujarnya.

Dengan hadirnya gedung baru ini, Kejaksaan Negeri Wonosobo diharapkan semakin siap menghadapi tantangan hukum ke depan dan terus berperan sebagai garda terdepan dalam mewujudkan keadilan yang bermartabat dan berpihak pada rakyat.

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

ADVERTISEMENT

Lainnya dari Berita

Lihat semua →
Ikan arwana Super Red asal Kalimantan Barat yang dikenal dari kawasan Kapuas Hulu dan Danau Sentarum.

Kearifan Lokal Menjaga Arwana Super Red Kalbar

Arwana Super Red Kalimantan Barat dikenal di pasar ikan hias internasional. Di sekitar Danau Sentarum, pengetahuan dan keterlibatan masyarakat berperan menjaga kelestarian ikan kebanggaan daerah ini.

Ridwan
Budaya Batang Menelusuri Jejak Mataram

Budaya Batang Menelusuri Jejak Mataram

Dialog budaya Batang dan DI Yogyakarta membuka kembali pembahasan hubungan sejarah pesisir utara Jawa dengan Mataram Islam yang menjadi bagian dari upaya penelitian serta pelestarian warisan sejarah.

Ridwan

Lainnya dari Anisa Kurniawati

Lihat semua →
penulisan ulang sejarah Indonesia

DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027

Proyek penulisan ulang sejarah Indonesia resmi mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Persetujuan ini diumumkan dalam Rapat Kerja bersama Komisi X yang digelar di Gedung Nusantara I, mayoritas fraksi menyatakan dukungan terhadap langkah strategis Kementerian Kebudayaan tersebut. Langkah besar ini menandai akhir dari kevakuman penulisan sejarah bangsa selama lebih dari dua

Anisa Kurniawati
Festival Karawitan Putri Gunungkidul

Festival Karawitan Putri Gunungkidul 2025, Ruang Ekspresi Generasi Muda

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kembali menggelar Festival Karawitan Putri Tingkat Kabupaten Gunungkidul tahun 2025. Acara pembukaan berlangsung pada Selasa (27/5) di Taman Budaya Gunungkidul turut dihadiri Wakil Ketua I TP PKK DIY, GKBRAyA Paku Alam. Dalam sambutannya, Gusti Putri mengungkapkan apresiasi mendalam terhadap terselenggaranya festival tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam

Anisa Kurniawati
Pentas Seni Selasa Wagen

Pentas Seni Selasa Wagen DIY, unjukkan Komitmen Lestarikan Kearifan Lokal

Pentas Seni Selasa Wagen kembali digelar, Selasa (27/05) di Amphitheater Teras Malioboro 1, Yogyakarta. Acara menjadi wujud nyata pengabdian para pelaku budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam menghidupkan kembali nilai-nilai luhur tradisi. Dalam sambutan pembukaan yang dibacakan Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Hukum, Pemerintahan dan Politik, Sukamto, mewakili Sekretaris Daerah DIY, disampaikan bahwa kegiatan

Anisa Kurniawati