Pariwisata

Gunung Lanang Mergolangu: Perpaduan Pesona Alam dan Mitos

Gunung Lanang Mergolangu, salah satu ojek wisata alam yang ada di Kabupaten Wonosobo. Melalui Gunung Lanang pengujung bisa melihat sunset, sunrise, hingga pemandangan waduk Wadaslintang. Tak hanya menawarkan keindahan alam saja, wisata ini konon tersimpan misteri dan mitos yang dipercaya masyarakat setempat. Lokasi tepatnya di Desa Mergolangu, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Wonosobo. Pesona Alam Gunung Lanang […]

Oleh Anisa Kurniawati

gunung lanang mergolangu
Pemandangan dari atas Gunung Lanang. Foto: instagram: @healingwae.mayo
Diterbitkan

Gunung Lanang Mergolangu, salah satu ojek wisata alam yang ada di Kabupaten Wonosobo.  Melalui Gunung Lanang pengujung bisa melihat sunset, sunrise, hingga pemandangan waduk Wadaslintang.

Tak hanya menawarkan keindahan alam saja, wisata ini konon tersimpan misteri dan mitos yang dipercaya masyarakat setempat. Lokasi tepatnya di Desa Mergolangu, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Wonosobo.

Pesona Alam Gunung Lanang

Gunung Lanang memiliki pesona alam yang tidak ada duanya.  Akses menuju lokasi cukup jauh, pengunjung diharapkan membawa kendaraan pribadi. Setelah sampai lokasi, jarak tempuh dari pintu masuk hingga sampai ke puncak Gunung Lanang membutuhkan waktu sekitar 30 hingga 45 menit.

Perjalanan awal, pengunjung akan disambut dengan medan yang landai. Di sepanjang perjalanan terdapat panorama alam yang memukau disertai spot foto menarik. Di tengah perjalanan, setelah melewati jembatan, medan yang dilalui mulai menanjak dan cukup curam.

Baca juga:Soto Bathok, Sajian Unik dengan Tempurung Kelapa Khas Mergolangu

Namun, semua kesulitan tersebut terbayar setelah sampai ke puncak Gunung Lanang. Dengan ketinggian sekitar 1.105 mdpl pengunjung bisa melihat keindahan waduk Wadaslintang, sunset, sunrise, dan lainnya.

Menurut Kahono, salah satu warga asli Desa Mergolangu, dinamakan Gunung Lanang karena bentuknya yang menyerupai alat kelamin laki-laki.

“Sebenarnya disebut Gunung Lanang karena bentuk batunya mirip dengan jenis kelamin laki-laki” jelas Kahono.

Selain menikmati keindahan alam, pengunjung juga dapat berfoto di berbagai spot selfie. Sayangnya, spot foto itu sudah lama tidak dirawat, sehingga banyak fasilitas yang sudah rusak.

Menurut penuturan Kades Mergolangu, pengunjung di tempat wisata ini menurun sejak pandemi, sehingga banyak fasilitas yang sudah rusak. Ia juga menambahkan, di tahun 2025 nanti, akan ada perbaikan untuk membuat gunung lanang lebih hidup lagi.

gunung lanang mergolangu
Pemandangan dari atas Gunung Lanang. Foto: Ivan

Mitos Gunung Lanang

Di balik pesona keindahan Gunung Lanang, ternyata wisata ini menyimpan beberapa mitos. Diantaranya seperti air yang berada di kali Gunung Lanang dipercaya bisa menyembuhkan kanker. Selain itu air dari lumut di Gunung Lanang dipercaya dapat mendatangkan jodoh.

“Disitu banyak mitos-mitos, seperti kadang-kadang ada orang yang mengambil air di kali Gunung Lanang. Itu katanya untuk obat kanker payudara. Terus ada juga yang mengambil lumut untuk syarat supaya cepat dapat jodoh dan keturunan. Terkadang ada juga pengunjung yang mengambil air di sumber air dekat Jembatan Merah, air itu diminum supaya dapat jodoh katanya ” jelas Kahono.

Mitos tersebut juga diperjelas Kepala Desa Mergolangu, Bambang Wahono.

“Konon katanya bagi siapa saja yang belum punya keturunan, kepingin punya wajah yang ayu rupawan, dan kuat maka harus mengambil lumut dan tetesan air yang keluar dari batu di Gunung Lanang. Nanti dikonsumsi, atas seijin Tuhan Yang Maha Esa akan mendapatkan jodoh, momongan, perkasa serta ayu dan rupawan” jelas Bambang Wahono.

Hal tersebut juga diperkuat cerita dari Kades Mergolangu bahwa dulu ada pengunjung yang sakit lalu mengambil air di kaki Gunung Lanang kemudian bisa sembuh. “Dulu ada orang punya penyakit gatal yang sudah berbulan-bulan tidak bisa sembuh, mengambil air di kaki Gunung Lanang, mereka sembuh” cerita Bambang.

Baca juga:Belajar Mendaki bagi Pendaki Pemula di Gunung Cilik Wonosobo

Tak hanya mitos, kejadian misterius seperti kesurupan, pendaki yang tersesat, warga yang dibantu makhluk gaib dan lainnya juga ikut meramaikan cerita Gunung Lanang. Maka dari itu, Kepala Desa, Bambang Wahono juga menyampaikan agar pengunjung yang datang bisa menjaga tingkah laku dan sopan santunya.

“Monggo siapapun yang datang ke Gunung Lanang untuk menjaga kebersihan dan juga sopan santun, termasuk ucapan dan lain sebagainya” pungkas Bambang.

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

ADVERTISEMENT

Lainnya dari Pariwisata

Lihat semua →

Lainnya dari Anisa Kurniawati

Lihat semua →
penulisan ulang sejarah Indonesia

DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027

Proyek penulisan ulang sejarah Indonesia resmi mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Persetujuan ini diumumkan dalam Rapat Kerja bersama Komisi X yang digelar di Gedung Nusantara I, mayoritas fraksi menyatakan dukungan terhadap langkah strategis Kementerian Kebudayaan tersebut. Langkah besar ini menandai akhir dari kevakuman penulisan sejarah bangsa selama lebih dari dua

Anisa Kurniawati
Festival Karawitan Putri Gunungkidul

Festival Karawitan Putri Gunungkidul 2025, Ruang Ekspresi Generasi Muda

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kembali menggelar Festival Karawitan Putri Tingkat Kabupaten Gunungkidul tahun 2025. Acara pembukaan berlangsung pada Selasa (27/5) di Taman Budaya Gunungkidul turut dihadiri Wakil Ketua I TP PKK DIY, GKBRAyA Paku Alam. Dalam sambutannya, Gusti Putri mengungkapkan apresiasi mendalam terhadap terselenggaranya festival tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam

Anisa Kurniawati
Pentas Seni Selasa Wagen

Pentas Seni Selasa Wagen DIY, unjukkan Komitmen Lestarikan Kearifan Lokal

Pentas Seni Selasa Wagen kembali digelar, Selasa (27/05) di Amphitheater Teras Malioboro 1, Yogyakarta. Acara menjadi wujud nyata pengabdian para pelaku budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam menghidupkan kembali nilai-nilai luhur tradisi. Dalam sambutan pembukaan yang dibacakan Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Hukum, Pemerintahan dan Politik, Sukamto, mewakili Sekretaris Daerah DIY, disampaikan bahwa kegiatan

Anisa Kurniawati