Pariwisata

Melestarikan Sejarah Bangkalan di Museum Raden Segoro

Bangkalan, Madura dikenal memiliki banyak kolektor benda kuno dan bersejarah. Salah adalah Museum Alap-Alap Raden Segoro, milik Mohammad Samsul Muarif. Museum Alap-Alap Raden Segoro berlokasi di Kelurahan Pangeranan, Kecamatan Kota Bangkalan, tepatnya di lantai dua rumah Mohammad Samsul. Pembangunan museum ini dilakukan mandiri. Targetnya sebagai pusat edukasi peninggalan Keraton Bangkalan di masa lampau. Melestarikan Sejarah Kerajaan […]

Oleh Anisa Kurniawati

Melestarikan Sejarah Bangkalan di Museum Raden Segoro
Mohammad Samsul Muarif menunjukkan tongkat komando Bung Karno dan Pusaka Nenggolo. Foto: radarmadura.jawapos.co
Diterbitkan

Bangkalan, Madura dikenal memiliki banyak kolektor benda kuno dan bersejarah. Salah adalah Museum Alap-Alap Raden Segoro, milik Mohammad Samsul Muarif.

Museum Alap-Alap Raden Segoro berlokasi di Kelurahan Pangeranan, Kecamatan Kota Bangkalan, tepatnya di lantai dua rumah Mohammad Samsul. Pembangunan museum ini dilakukan mandiri.

Targetnya sebagai pusat edukasi peninggalan Keraton Bangkalan di masa lampau.

Melestarikan Sejarah Kerajaan Bangkalan

Dilansir dari radarmadura.jawapos.com, Museum Alap-Alap Raden Segoro terdiri dari berbagai koleksi benda kuno. Mulai dari berbagai pusaka, cincin akik, dan batu permata.

Selain itu juga mencakup pusaka keraton seperti keris dan tombak warisan leluhur Raden Segoro Bangkalan. Dua pusaka yang paling bersejarah dalam koleksinya adalah nenggolo dan alugolo.

Menurut Samsul, nenggolo pernah digunakan dalam pertempuran melawan tentara Mongol. Secara keseluruhan, Samsul memiliki 120 bilah keris dan tombak dari zaman dahulu.

Selain itu, koleksinya juga mencakup sekitar 2.500 butir batu akik dan permata yang merupakan peninggalan Raden Segoro. Dia juga memiliki tongkat komando Bung Karno. Pengumpulan benda-benda ini sudah dimulai sejak tahun 2018.

Tujuan Samsul adalah untuk melestarikan warisan sejarah Keraton Bangkalan.

Bukti Kerajaan Bangkalan Pernah Ada

Samsul mengungkapkan bahwa benda-benda bersejarah ini hampir saja dijual ke luar negeri oleh ahli warisnya. Namun, ia berhasil menemui pewaris dan menebus benda-benda tersebut agar tetap berada di Indonesia. 

Baginya, menjaga peninggalan kerajaan sangat penting untuk membuktikan keberadaan Keraton Bangkalan secara nyata. Dengan adanya koleksi ini, ia ingin menepis anggapan bahwa kerajaan tersebut hanyalah mitos.

”Sehingga, bisa dilestarikan. Warisan kerajaan ini sebagai bukti sejarah bahwa keraton di Bangkalan benar-benar ada,” ujar Samsul. 

Sebagai langkah lanjutan, Samsul berencana untuk menata koleksinya dalam ruangan khusus yang menyerupai museum. Tujuan utamanya adalah menjadikan museum ini sebagai sarana edukasi bagi generasi muda.

Sehingga mereka dapat belajar dan mengenal lebih dalam tentang pusaka serta benda bersejarah yang digunakan oleh Keraton Bangkalan di masa lalu.

Dengan adanya Museum Alap-Alap Raden Segoro, diharapkan warisan budaya dan sejarah Bangkalan dapat tetap terjaga serta dikenal masyarakat luas. Keberadaan museum ini menjadi bukti nyata bahwa Keraton Bangkalan memiliki sejarah yang kaya dan patut untuk dilestarikan.

TopikPariwisata
Pariwisata06 FEB 2025

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Pariwisata

Lihat semua →

Lainnya dari Anisa Kurniawati

Lihat semua →
penulisan ulang sejarah Indonesia

DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027

Proyek penulisan ulang sejarah Indonesia resmi mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Persetujuan ini diumumkan dalam Rapat Kerja bersama Komisi X yang digelar di Gedung Nusantara I, mayoritas fraksi menyatakan dukungan terhadap langkah strategis Kementerian Kebudayaan tersebut. Langkah besar ini menandai akhir dari kevakuman penulisan sejarah bangsa selama lebih dari dua

Anisa Kurniawati
Festival Karawitan Putri Gunungkidul

Festival Karawitan Putri Gunungkidul 2025, Ruang Ekspresi Generasi Muda

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kembali menggelar Festival Karawitan Putri Tingkat Kabupaten Gunungkidul tahun 2025. Acara pembukaan berlangsung pada Selasa (27/5) di Taman Budaya Gunungkidul turut dihadiri Wakil Ketua I TP PKK DIY, GKBRAyA Paku Alam. Dalam sambutannya, Gusti Putri mengungkapkan apresiasi mendalam terhadap terselenggaranya festival tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam

Anisa Kurniawati
Pentas Seni Selasa Wagen

Pentas Seni Selasa Wagen DIY, unjukkan Komitmen Lestarikan Kearifan Lokal

Pentas Seni Selasa Wagen kembali digelar, Selasa (27/05) di Amphitheater Teras Malioboro 1, Yogyakarta. Acara menjadi wujud nyata pengabdian para pelaku budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam menghidupkan kembali nilai-nilai luhur tradisi. Dalam sambutan pembukaan yang dibacakan Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Hukum, Pemerintahan dan Politik, Sukamto, mewakili Sekretaris Daerah DIY, disampaikan bahwa kegiatan

Anisa Kurniawati