Budaya

Mencicipi Luti Gendang, Roti Goreng Isi Ikan Asli Batam

Luti Gendang, salah satu camilan khas dan populer dari Batam, Kepulauan Riau. Camilan ini berupa roti goreng dengan isian ikan suwir berbumbu yang gurih. Asal usul nama “Luti Gendang” sendiri berasal dari bahasa Melayu. Kata “luti” berarti roti dan “gendang” mengacu pada bunyi drum, yang melambangkan suara renyah saat roti digoreng. Melansir dari idntimes.com, Luti […]

Oleh Achmad Aristyan

Mencicipi Luti Gendang, Roti Goreng Isi Ikan Asli Batam
Luti Gendang, cemilan khas Batam yang berupa roti dengan isian ikan. Foto: indonesia.travel
Diterbitkan

Luti Gendang, salah satu camilan khas dan populer dari Batam, Kepulauan Riau. Camilan ini berupa roti goreng dengan isian ikan suwir berbumbu yang gurih. Asal usul nama “Luti Gendang” sendiri berasal dari bahasa Melayu. Kata “luti” berarti roti dan “gendang” mengacu pada bunyi drum, yang melambangkan suara renyah saat roti digoreng.

Melansir dari idntimes.com, Luti Gendang memiliki sejarah panjang yang berakar pada warisan budaya kuliner Melayu di Kepulauan Riau. Konon, camilan ini pertama kali dibuat para nelayan dan keluarga mereka sebagai bekal yang mudah dibawa dan bertahan lama saat pergi melaut.

Memanfaatkan hasil tangkapan laut seperti ikan tongkol, mereka menciptakan isian yang disuwir dan dibumbui, lalu dibungkus dengan adonan roti yang lembut sebelum digoreng hingga kecokelatan.

Seiring waktu, popularitas makanan kecil ini menyebar ke seluruh Batam. Tak heran, bila camilan ini selain dijual di pasar tradisional, juga tersedia di toko oleh-oleh dan kafe modern di Batam.

Baca juga: Olahan Kuliner Mi Lezat dari Berbagai Penjuru Indonesia

Luti Gendang berbahan utama adonan roti dan isian ikan. Adonan roti pun cukup sederhana, terbuat dari campuran tepung terigu, ragi, gula, dan air hangat untuk membentuk tekstur lembut dan empuk. Setelah adonan siap, dibuat isian dari ikan yang dimasak dengan bumbu khas seperti bawang merah, bawang putih, merica, dan rempah-rempah untuk memberikan cita rasa gurih dan sedikit pedas.

Setelah adonan diisi ikan suwir berbumbu, roti dibentuk dan digoreng hingga berwarna keemasan. Proses penggorengan ini memberikan hasil akhir yang renyah di luar namun tetap lembut di dalam. 

Ciri khas makanan tradisional ini terletak pada kombinasi rasa gurih dan manis dari adonan roti yang berpadu dengan isian ikan berbumbu. Ini menjadikannya camilan bisa untuk sarapan ringan, teman minum teh, maupun oleh-oleh khas Batam. Banyak penduduk lokal menyarankan mencicipi Luti Gendang selagi masih hangat, agar sensasi renyah di luar dan lembut di dalamnya lebih terasa.

Di Batam, kuliner ini bisa ditemukan di berbagai kedai dan kafe, dengan beberapa tempat menawarkan variasi rasa seperti tambahan cabai atau rempah khusus yang menambah kekayaan rasa camilan ini. Dari kelezatannya yang autentik, Luti Gendang telah menjadi salah satu makanan ikonik khas Batam. (Diolah dari berbagai sumber)

TopikBudaya
Budaya13 NOV 2024

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Budaya

Lihat semua →
Tradisi makan bajamba

Makan Bajamba di Meja Diplomasi

Makan bajamba bukan sekadar tradisi bersantap bersama, melainkan cerminan kebersamaan dan penghormatan yang dapat menginspirasi jamuan diplomatik.

Ridwan
ampilan gim Kenupi karya U-Lika Studio yang mengangkat budaya Dayak Kenyah melalui seni piksel.

Petualangan Dayak Kenyah di Kenupi

Kenupi menghadirkan budaya Dayak Kenyah melalui gim berbasis seni piksel yang dikembangkan U-Lika Studio sebagai bagian dari kampanye Jejak: Jelajah Dayak Kenyah

Ridwan

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan